Home » Drian
Biografi Drian
Biografi Lengkap Adriand “Drian” Larsen Wong – Pro Player MLBB Indonesia
Adriand Larsen Wong, yang lebih dikenal dengan nama in-game Drian (atau dulu ONIC Drian), adalah salah satu veteran pro player Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) asal Indonesia yang karirnya penuh perjuangan, kejayaan, dan drama. Lahir pada 28 Agustus 2002 di Pontianak, Kalimantan Barat, ia kini berusia 23 years old (per Maret 2026). Statusnya saat ini inactive setelah resmi berpisah dengan Dewa United Esports pada Agustus 2025. Ia terkenal sebagai mid laner andal, all-rounder, dan satu-satunya survivor skuad legendaris “Kage” ONIC Esports. Total penghasilannya dari turnamen mencapai sekitar $128.394 USD.
Drian bukan tipe player yang tiba-tiba muncul. Ia mewakili generasi transisi esports Indonesia: dari joki rank hingga juara MPL ID berkali-kali dan wakil dunia.
Biodata Dasar
- Full Name: Adriand Larsen Wong (beberapa sumber menulis Andiand)
- Nickname: Drian
- Julukan Populer: The Last Kage
- Place Of Birth: Pontianak, Kalimantan Barat
- Date Of Birth: 28 Agustus 2002
- Religion: Katolik
- Role Utama: Mid Laner (awal karir), Roamer, pernah EXP Laner
- Hero Signature: Hayabusa (favorit sejak awal), Pharsa, Kagura, dan hero mage jarak jauh yang sulit ditangkap
- Instagram: @driandlarsen (masih aktif)
- Tim Terakhir: Dewa United Esports (2024–Agustus 2025)
Awal Karir: Dari Joki hingga Pro di Usia 16 Tahun
Drian pertama kali mengenal MLBB saat SMP (sekitar season 4 game). Sebelumnya ia hanya main Clash of Clans dan Clash Royale. Ia langsung jatuh cinta dan grind solo pakai Hayabusa sampai Glorious Legend (rank tertinggi saat itu). Di usia 15–16 tahun, ia sudah menduduki peringkat 6 dunia global!
Fakta menarik yang jarang diketahui: Sebelum jadi pro, Drian adalah joki (smurf account) profesional. Ia bisa dapat Rp 800.000 hingga Rp 1.000.000 per hari hanya dengan naikkan 40–50 bintang (setiap bintang Rp 20.000). Uang itu yang ia pakai meyakinkan orang tuanya.
Di usia 16 tahun, ia memutuskan meninggalkan rumah di Pontianak dan pindah sendirian ke Jakarta untuk bergabung ONIC Esports. Hanya butuh 1–2 hari meyakinkan orang tua. Ia sekolah via homeschooling (pindah dari SMK ke SMA IPS) sambil latihan malam hari. Jadwalnya padat: sekolah siang, ranked & scrim malam, tanpa jam tetap. Drian pernah bilang: “Ya seneng lah. Kan main game itu hobi, terus dapat uang. Kapan lagi hobi bisa menghasilkan uang, kan?”
Sebelum resmi ONIC, ia sempat main di AE Udil, EVOS Antimage, SMG Sasa, dan RRQ Physco (trial/scrim). Debut pro resminya di Piala Presiden Esports 2019 bersama ONIC.
Masa Kejayaan dengan ONIC: The Last Kage
Drian bergabung ONIC sejak MPL Season 2 (2018) sebagai salah satu anggota termuda. Ia bagian dari skuad legendaris “Kage” bersama Udil, Sasa, Psychoo, Antimage, dll. Skuad ini terkenal dengan psywar pedas yang bikin lawan takut dan sering menang streak.
Prestasi puncaknya:
- Champions MPL Indonesia Season 3 (2019)
- Champions MSC 2019 (salah satu gelar internasional terbesar)
- Champions Piala Presiden Esports 2019
- Champions MPL ID Season 8 (2021) — Drian jadi satu-satunya anggota Kage yang tersisa!
- Champions ONE Esports MPL Invitational 2021 & 2022
- Champions MPL ID Season 10 (2022), Season 11 (2023), Season 12 (2023)
Total 5 kali juara MPL ID bersama ONIC. Di M4 World Championship 2023 ia bawa tim ke peringkat 4 dunia. Ia juga sempat dapat penghargaan individu seperti Best Mid Lane, Week MVP, dan Team of the Week.
Fakta langka: Setelah rekan-rekannya pensiun atau pindah (Udil ke AE, Psychoo ke RRQ, dll.), Drian tetap bertahan dan disebut “The Last Kage” — julukan yang paling ikonik. Ia juga sempat hampir pindah ke EVOS setelah Season 5 karena manajemen ONIC tak mau lepas dia.
Transisi ke Dewa United & Status Terkini (2024–2026)
Di akhir karir ONIC (Season 12–13), Drian jarang dimainkan meski scrim bagus. Ia sempat kepikiran retirement karena merasa tak diberi kesempatan. Akhirnya ia pindah ke Dewa United Esports (Februari 2024) dan sempat tunjukkan performa solid (tim sempat top 5 klasemen).
Sayangnya, pada Agustus 2025, Dewa United resmi mengumumkan perpisahan dengan Drian. Statusnya langsung jadi inactive hingga kini (Maret 2026). Tidak ada tim baru yang diumumkan. Ia sempat bilang kepindahan ke DEWA adalah pilihan berat antara pensiun atau terus main.
Fakta Menarik yang Sangat Jarang Diketahui Publik
Berikut fakta-fakta “behind the scene” yang jarang dibahas:
- Niat asli jadi atlet sungguhan — Bukan gamer profesional. Ia baru beralih ke esports setelah ketagihan MLBB.
- Pernah jadi “raja joki” — Penghasilan harian jutaan rupiah sebelum umur 17 tahun.
- Tinggalkan orang tua sendirian di Pontianak demi mimpi. Orang tuanya baru setuju setelah tahu ia bisa hasilkan uang besar dari gaming.
- Hampir pensiun di 2023–2024 — Karena bangku cadangan di ONIC, meski ia yakin skillnya masih oke.
- All-rounder sejati — Pernah main support/tank, core, mid, bahkan roamer. Bisa switch posisi kapan saja.
- Salah satu player paling susah ditangkap — Bersama Reemar dll., namanya sering disebut di komunitas karena micro dan positioning-nya gila.
- The Last Kage — Bukan julukan sembarangan. Ia literally satu-satunya yang bertahan dari skuad Kage yang legendaris.
- Masih homeschooling sambil pro player — Banyak pro player dropout sekolah, tapi Drian tetap lanjut pendidikan secara remote.
Drian adalah contoh nyata bahwa esports bukan sekadar main game, tapi perjuangan, pengorbanan keluarga, dan mental baja. Dari anak Pontianak yang joki rank hingga juara dunia bersama ONIC, lalu berpisah dengan dua tim besar — ceritanya jauh dari selesai.
Meski saat ini inactive, fans masih berharap ia comeback atau bahkan jadi coach. Siapa tahu “The Last Kage” masih punya satu babak lagi di 2026 atau 2027.
Sumber utama: Liquipedia Mobile Legends Wiki (update Juni 2025), wawancara lama di Hai.grid.id (2018), Kincir.com, GGWP.id, Suara.com, serta pengumuman resmi Dewa United (Agustus 2025). Semua data terverifikasi hingga Maret 2026.
Kalau kamu fans Drian, follow IG-nya @driandlarsen — siapa tahu ada kabar baru!
photo source : liquipedia.net



