Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Culinary Class Wars

Sinopsis Culinary Class Wars (흑백요리사: 요리 계급 전쟁)

Culinary Class Wars adalah reality show kompetisi memasak asal Korea Selatan yang tayang di Netflix, bergenre cooking competition dengan nuansa dramatis dan intens mirip Physical: 100, tapi kali ini medan perangnya adalah dapur, bukan arena fisik. Acara ini pertama kali rilis pada September 2024 dan langsung menjadi fenomena besar, bahkan menjadi reality show non-Inggris pertama yang menduduki posisi #1 di Netflix Global Top 10 cukup lama.

Konsep intinya sangat sederhana tapi sangat menegangkan:

100 koki/koki terbaik dari berbagai latar belakang dibagi menjadi dua kubu/kelas yang sangat kontras:

  • White Spoon (Sendok Putih) → ±20 koki elit, chef bintang, pemilik restoran terkenal, chef Michelin, chef selebriti, dan koki internasional yang sudah punya nama besar dan pengakuan luas.
  • Black Spoon (Sendok Hitam) → ±80 koki underdog, koki jalanan, koki rumahan, koki anonim, mantan pekerja biasa, bahkan ada yang berasal dari latar belakang sangat jauh dari dunia kuliner profesional (termasuk satu peserta asal Korea Utara di season awal). Mereka biasanya hanya dikenal dengan nickname keren seperti “Culinary Monster”, “Three Star Killer”, “Seochon Prince”, dll., sampai mereka tersisa sebagai pemenang terakhir.

Premis utamanya adalah “perang kelas kuliner”:

Is pengalaman, nama besar, dan teknik tinggi dari para chef White Spoon akan selalu menang?

Atau para Black Spoon yang punya naluri rasa luar biasa, kreativitas liar, dan semangat pantang menyerah bisa menggulingkan hierarki kuliner yang sudah mapan?

Setiap episode penuh dengan tantangan brutal yang menguji hampir segala aspek kuliner:

  • Memasak dengan bahan yang sangat terbatas
  • Ingredient hoarding (perebutan bahan)
  • Mystery box
  • Duplikasi masakan ikonik dengan twist
  • Team battle
  • Blind tasting (juri mencicipi tanpa tahu siapa yang membuat)
  • Tantangan bertema street food vs fine dining
  • Hidangan yang harus mewakili identitas pribadi peserta

Juri utama yang sangat disegani adalah:

  • Paik Jong-won (pengusaha restoran sukses besar dengan vibe hangat tapi tegas seperti “paman baik hati”)
  • Anh Sung-jae (chef Michelin berusia muda, sangat kritis, dingin, dan perfeksionis)

Keduanya sering memberikan kritik yang dalam, teknis, dan kadang sangat tajam, tapi tetap penuh hormat. Suasana kompetisinya sangat kompetitif tapi relatif dewasa — minim drama pribadi murahan, minim konflik antar peserta yang dibuat-buat, dan lebih banyak fokus pada kualitas masakan, rasa, dan cerita di balik hidangan.

Series ini sudah punya Season 1 (2024), Season 2 (rilis Desember 2025) yang menghadirkan aturan baru + beberapa peserta misterius kembali, dan bahkan Season 3 sudah diumumkan pada Januari 2026 dengan format tim (4 orang mewakili satu restoran).

Suitability for Children's Viewing

Aspek

Penilaian untuk Anak-anak

Description

Rating resmi

Umumnya 13+ (Teens 13 or older) di Korea & Netflix BBFC (UK): 12+

Cocok untuk remaja 13 tahun ke atas

Violence

Hampir tidak ada

Tidak ada kekerasan fisik, hanya tekanan kompetisi

Abusive language

Ada, tapi tidak terlalu parah

Muncul kata-kata seperti “s–t”, “f–k” (terutama versi asli Korea), tapi jarang dan biasanya disensor/subtitle halus

Adult content

Sangat minim

Tidak ada adegan romansa, seksualitas, narkoba, alkohol berlebihan

Drama emosional

Sedang – agak tinggi

Ada momen peserta sedih, kecewa berat, menangis saat tersingkir, tekanan mental cukup kuat

Nilai positif

Sangat banyak!

Kerja keras, rasa hormat, belajar menghargai semua level koki, kreativitas, keberagaman latar belakang

Kesesuaian anak kecil (di bawah 12 tahun)

Kurang direkomendasikan

Anak kecil mungkin bosan (durasi episode panjang ±60-80 menit), dan tekanan kompetisi + eliminasi bisa terasa berat

Kesesuaian remaja (13-17 tahun)

Sangat cocok

Banyak anak/remaja yang suka banget karena seru, inspiratif, dan bikin lapar!

Conclusion:

Culinary Class Wars bukan tontonan anak kecil (di bawah 12 tahun) karena durasinya panjang, tempo agak lambat (banyak penjelasan teknis masakan), dan ada tekanan emosional + bahasa kasar sesekali.

Namun untuk remaja 13 tahun ke atas, series ini sangat layak ditonton bahkan bisa jadi salah satu konten paling positif dan inspiratif di Netflix. Banyak orang tua yang justru senang anak remajanya menonton karena menunjukkan nilai kerja keras, penghormatan terhadap profesi, dan keindahan kuliner tanpa drama toksik berlebihan seperti reality show Barat pada umumnya.

Jadi kalau anakmu sudah SMP ke atas dan suka masak atau sekadar suka nonton kompetisi seru, Culinary Class Wars bisa jadi pilihan family watching yang sangat bagus

This content is restricted!

Help us review the content you've watched. Login here.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank