Ekspor Album K-Pop Tembus $300 Juta Pertama Kali di Tahun 2025: Bukti Ketangguhan Global Meski Penjualan Domestik Melambat

Industri K-Pop kembali mencatat sejarah baru pada tahun 2025. Menurut data dari Korea Customs Service yang dirilis pada Januari 2026, nilai ekspor album K-Pop mencapai rekor tertinggi $301,7 juta (sekitar Rp4,8 triliun), meningkat 3,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi kali pertama ekspor album K-Pop melampaui angka $300 juta, menegaskan posisi genre musik ini sebagai salah satu kekuatan ekspor budaya terbesar Korea Selatan.

Meskipun angka ini menggembirakan, terdapat kontras mencolok dengan penjualan domestik yang justru mengalami penurunan. Data dari Circle Chart menunjukkan total penjualan album K-Pop (domestik + luar negeri) turun menjadi sekitar 93,5 juta kopi pada 2025, lebih rendah dibandingkan sekitar 120 juta kopi pada 2023. Penurunan ini terjadi untuk tahun kedua berturut-turut, menyoroti tantangan baru di pasar dalam negeri.

Mengapa Ekspor Album K-Pop Terus Melonjak?

Fenomena ini menunjukkan bahwa K-Pop semakin bergantung pada pasar internasional. Album fisik K-Pop tidak lagi hanya produk musik, melainkan telah bertransformasi menjadi barang koleksi (merchandise) yang sangat dicari oleh penggemar global. Faktor-faktor seperti photocard, packaging mewah, versi terbatas, dan konsep album yang unik membuat penggemar rela membeli beberapa kopi untuk mendukung idola mereka.

Choi Kwang-ho, Sekretaris Jenderal Korea Music Content Association, menyatakan:

“K-pop maintained its global appeal last year, helped by titles such as the soundtrack of ‘KPop Demon Hunters,’ but the local market was dampened by environmental concerns over plastic CDs and a pullback in fan-targeted marketing.”

Soundtrack film animasi KPop Demon Hunters (rilis 2025) menjadi salah satu pendorong utama popularitas global tahun lalu. Sementara itu, di pasar domestik, kekhawatiran lingkungan terhadap penggunaan plastik pada kemasan CD serta pengurangan strategi pemasaran yang menargetkan penggemar (seperti event pembelian massal) menyebabkan penurunan permintaan.

Pasar Utama Ekspor Album K-Pop 2025

Jepang tetap menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor $80,6 juta, meskipun mengalami penurunan 10,2% dibanding tahun sebelumnya. Namun, China menunjukkan pertumbuhan pesat dengan lonjakan 16,6% menjadi $69,7 juta, sehingga berhasil merebut kembali posisi kedua untuk pertama kalinya sejak 2022, mengalahkan Amerika Serikat yang mencatat $64 juta.

Beberapa negara lain yang masuk dalam daftar 10 besar importir album K-Pop meliputi:

  • Taiwan
  • Jerman
  • Hong Kong
  • Belanda
  • Kanada
  • Prancis
  • Polandia

Keberagaman pasar ini menunjukkan penetrasi K-Pop yang semakin luas, tidak hanya di Asia tetapi juga ke Eropa dan Amerika Utara.

Berikut adalah gambaran visual distribusi pasar utama ekspor album K-Pop tahun 2025 (berdasarkan data resmi):

(Contoh visualisasi: Jepang sebagai pemimpin dengan China mengejar ketat, diikuti AS)

Pertumbuhan signifikan di China kemungkinan didorong oleh pemulihan akses pasar pasca-pandemi dan meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya Korea.

Tantangan di Pasar Domestik Korea

Di sisi lain, pasar dalam negeri Korea Selatan menghadapi berbagai hambatan. Selain isu lingkungan terkait plastik, ekonomi domestik yang lesu dan perubahan perilaku penggemar turut berpengaruh. Banyak penggemar kini lebih memilih mendukung idola melalui streaming digital, konser, atau merchandise non-album.

Choi Kwang-ho juga menambahkan:

“With such a small home market, the gap between artists successful in the United States or Japan and those who are not seems to be widening.”

Hal ini menciptakan kesenjangan yang semakin lebar antara artis-artis papan atas yang sukses di pasar global (seperti di AS dan Jepang) dengan grup yang lebih bergantung pada pasar domestik.

Masa Depan Industri K-Pop: Diversifikasi dan Adaptasi

Rekor ekspor $301,7 juta di 2025 membuktikan bahwa K-Pop bukan sekadar tren sesaat, melainkan industri budaya yang sustainable di tingkat global. Namun, ketergantungan pada album fisik sebagai sumber pendapatan utama juga menimbulkan risiko jika tren koleksi fisik mulai menurun di masa depan.

Beberapa langkah adaptasi yang mungkin dilakukan industri termasuk:

  • Mengembangkan format album ramah lingkungan (eco-friendly packaging)
  • Meningkatkan fokus pada konten digital dan NFT
  • Memperluas revenue stream melalui tur dunia, merchandise, dan kolaborasi IP
  • Memperkuat penetrasi di pasar-pasar baru seperti Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa Timur

K-Pop telah membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan perilaku konsumen. Rekor ekspor tahun 2025 bukan hanya angka statistik, melainkan bukti bahwa gelombang Hallyu terus menyebar ke seluruh dunia.

Dengan strategi yang tepat, industri ini berpotensi mencapai level yang lebih tinggi lagi di tahun-tahun mendatang. Apakah 2026 akan melahirkan rekor baru? Hanya waktu yang akan menjawab.

Artikel ini disusun berdasarkan data resmi dari Korea Customs Service dan pernyataan Korea Music Content Association seperti dilansir The Korea Times pada 16 Januari 2026.

About Writer

blank

digitalMamaID menghadirkan Screen Score sebagai wadah bagi orang tua untuk mereview konten digital anak. Ulasan dan penilaian ini akan menjadi panduan yang berharga bagi orangtua lainnya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.