Pada tanggal 16 Januari 2026, Netflix membuat pengumuman besar yang langsung membuat penggemar acara kuliner Korea berteriak kegirangan. Culinary Class Wars (judul Korea: 흑백요리사: 요리 계급 전쟁), salah satu reality show memasak paling sukses dari Korea Selatan, resmi diperbarui untuk Season 3! Yang lebih mengejutkan, musim ketiga ini akan menghadirkan perubahan format besar-besaran: dari kompetisi individu menjadi pertarungan berbasis tim restoran.
Acara yang pertama kali meledak pada tahun 2024 ini telah menjadi fenomena global, dan pengumuman Season 3 datang hanya beberapa hari setelah final Season 2 berakhir pada 13 Januari 2026. Mari kita bahas secara lengkap mengapa acara ini begitu dicintai dan apa yang bisa kita harapkan dari musim baru ini.
Kesuksesan Luar Biasa Culinary Class Wars Season 1 dan 2
Culinary Class Wars bukan sekadar acara memasak biasa. Acara ini menggabungkan elemen survival intens ala Physical: 100 dengan drama kuliner tinggi, di mana para koki elite bertarung melawan talenta tersembunyi demi hadiah ratusan juta won.
Season 1 (rilis September 2024) langsung mencatat sejarah sebagai reality show Korea pertama yang menduduki peringkat 1 Netflix Global Top 10 TV (Non-English) selama 3 minggu berturut-turut. Menurut data Netflix, episode awal saja mencatat jutaan views, muncul di Top 10 di 18 negara, dan bahkan menjadi program favorit masyarakat Korea menurut survei Gallup Korea pada September-Oktober 2024.
Acara ini berhasil memicu gelombang reservasi restoran di Seoul. Banyak restoran milik kontestan Season 1 mengalami lonjakan pengunjung drastis, membuktikan kekuatan acara ini dalam mempromosikan dunia kuliner Korea secara nyata.
Season 2 (premiere Desember 2025, final 13 Januari 2026) tidak kalah heboh. Musim ini mempertahankan posisi teratas di chart Non-English selama beberapa minggu, dengan peningkatan intensitas kompetisi, aturan kreatif baru, dan level kontestan Black Spoon yang jauh lebih tinggi. Final Season 2 dimenangkan oleh Chef Choi Kang-rok (kontestan White Spoon yang kembali), yang mengalahkan rivalnya “Culinary Monster” Lee Ha-seong dalam duel hidangan spesial pribadi. Hadiah tetap 300 juta won (sekitar Rp 3,3 miliar), dan momen-momen emosional seperti dukungan antar kontestan menjadi viral di media sosial.
Dua musim berturut-turut mendominasi chart global membuat Netflix tidak ragu untuk melanjutkan franchise ini dengan cara yang lebih besar.
Pengumuman Season 3: Format Tim Restoran Jadi Sorotan Utama
Menurut pernyataan resmi Netflix dan laporan dari The Korea Times (16 Januari 2026), Season 3 akan mengubah total konsep kompetisi. Jika Season 1 dan 2 fokus pada pertarungan individu antara White Spoon (koki selebriti berpengalaman, sering kali berlabel Michelin atau institusi top) melawan Black Spoon (koki underdog berbakat tapi belum dikenal), maka Season 3 akan menjadi pertarungan organisasi.
Format baru ini melibatkan tim beranggotakan 4 orang yang mewakili satu restoran yang sama. Netflix menyebutnya sebagai “pertarungan kolektif untuk kebanggaan, reputasi, dan kelangsungan hidup”. Taruhannya lebih tinggi karena kemenangan atau kekalahan tidak lagi milik individu, melainkan seluruh tim dan restoran yang mereka wakili.
Director Kim Eun-ji (PD dari Studio Slam yang memproduksi Season 1 dan 2) menyampaikan pernyataan antusias:
“Thanks to the love from viewers around the world, we became able to produce Season 3. We will do our best to deliver an even more refined format and excitement that meets the expectations of our fans.”
Kim Eun-ji dan penulis Mo Eun-seol akan kembali memimpin produksi, menjanjikan pengalaman yang lebih matang dan menghibur.
Pengumuman ini juga langsung membuka pendaftaran peserta. Calon kontestan harus mendaftar sebagai tim utuh 4 orang dari restoran yang sama (bukan individu atau tim lintas restoran, meski restoran dengan brand sama di lokasi berbeda boleh ikut). Ini menandakan Netflix ingin menyoroti dinamika tim dapur profesional, konsistensi rasa, kerja sama di bawah tekanan, dan chemistry antar anggota tim.
Mengapa Culinary Class Wars Begitu Populer di Seluruh Dunia?
Beberapa alasan utama membuat acara ini berbeda dari kompetisi memasak lain seperti MasterChef atau Hell’s Kitchen:
- Konsep Black vs White Spoon — menciptakan narasi underdog yang relatable dan dramatis.
- Produksi berkualitas tinggi — set hitam-putih dramatis, editing ketat, dan tensi tinggi.
- Juri legendaris — Paik Jong-won dan Chef Anh Sung-jae memberikan kritik tajam tapi adil.
- Fokus pada kuliner Korea modern — banyak hidangan inovatif yang memadukan tradisi dan kreasi kontemporer.
- Dampak nyata — meningkatkan popularitas restoran dan chef Korea di kancah internasional, bahkan memicu minat wisata kuliner.
Banyak penonton global menyebut acara ini sebagai “Squid Game versi dapur” karena intensitas dan drama psikologisnya.
Apa yang Bisa Diharapkan dari Culinary Class Wars Season 3?
Meski detail lengkap seperti jadwal rilis, juri, atau hadiah belum diumumkan, kita bisa berspekulasi:
- Taruhan lebih besar — Karena melibatkan reputasi restoran, tekanan akan jauh lebih tinggi.
- Kolaborasi tim — Akan ada momen teamwork, konflik internal, dan strategi dapur yang menarik.
- Kontestan beragam — Restoran dari berbagai genre (Korea tradisional, fusion, fine dining, street food) kemungkinan besar akan ikut.
- Inovasi tantangan — Netflix biasanya menghadirkan misi yang semakin sulit dan kreatif.
Penggemar sudah mulai ramai berspekulasi di media sosial tentang restoran mana yang berpotensi ikut dan bagaimana format tim ini akan mengubah dinamika acara.
Kesimpulan: Culinary Class Wars Terus Menjadi Andalan Netflix Korea
Dengan pengumuman Season 3 ini, Netflix semakin memperkuat posisinya di genre unscripted Korea. Culinary Class Wars bukan hanya acara memasak, tapi juga cerminan semangat kompetisi, kerja keras, dan inovasi kuliner Korea yang kini dikenal dunia.
Bagi pecinta kuliner, penggemar reality show, atau siapa saja yang suka drama berkualitas tinggi — siapkan diri untuk musim baru yang lebih epik. Nantikan update terbaru tentang Culinary Class Wars Season 3 hanya di Netflix!
Apakah kamu sudah siap melihat pertarungan restoran paling sengit sepanjang masa? Share pendapatmu di kolom komentar: tim restoran mana yang menurutmu paling berpotensi juara Season 3?

