
Community Rating






Wuthering Heights
Sinopsis film “Wuthering Heights” (adaptasi 2026 oleh Emerald Fennell)
Film “Wuthering Heights” (2026) yang disutradarai Emerald Fennell (dibintangi Margot Robbie sebagai Catherine Earnshaw dan Jacob Elordi sebagai Heathcliff) merupakan adaptasi longgar dari novel klasik karya Emily Brontë. Cerita ini berlatar di dataran moor Yorkshire yang liar dan berangin di akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, dengan nuansa gothic, romansa destruktif, dan elemen sensual yang sangat ditekankan dibandingkan adaptasi sebelumnya.
Cerita dibuka dengan adegan eksekusi gantung seorang pria di depan umum pada tahun 1771, di mana penonton—termasuk gadis kecil Catherine Earnshaw (Cathy) dan pendampingnya Nelly Dean—terlihat bereaksi dengan semacam ekstase aneh terhadap penderitaan dan elemen erotis dari adegan tersebut. Ayah Cathy, Mr. Earnshaw (Martin Clunes), seorang pria kasar, pemabuk, penjudi, dan abusif, pulang membawa seorang anak laki-laki yatim piatu yang dia temukan di jalanan Liverpool. Anak itu dijadikan semacam “hewan peliharaan” bagi Cathy. Cathy kecil langsung melindungi dan memberi nama “Heathcliff” (mengambil dari nama saudara laki-lakinya yang telah meninggal). Keduanya tumbuh bersama di estate Wuthering Heights yang semakin rusak dan terpencil.
Seiring waktu, hubungan Cathy dan Heathcliff menjadi sangat erat—seperti saudara, tapi juga penuh ketegangan erotis dan posesif. Mereka sering berlarian liar di moor, bermain, bertengkar, dan saling melindungi dari kekerasan ayah Cathy. Heathcliff sering menjadi kambing hitam atas kenakalan Cathy. Ketika mereka remaja, ikatan itu berubah menjadi cinta yang intens, hampir seperti obsesi, dengan nuansa quasi-incestuous karena mereka dibesarkan seperti saudara.
Namun, Cathy mulai tertarik pada dunia yang lebih mewah dan beradab. Dia bertemu Edgar Linton (Shazad Latif), pria kaya dari estate tetangga Thrushcross Grange yang sopan dan gentleman. Cathy memilih menikah dengan Edgar demi status sosial dan kemewahan, meskipun hatinya tetap milik Heathcliff. Keputusan ini membuat Heathcliff hancur dan marah besar; dia pergi meninggalkan Wuthering Heights secara mendadak.
Bertahun-tahun kemudian, Heathcliff kembali sebagai pria kaya, tampan, dan dingin. Dia membeli kembali Wuthering Heights dan mulai membalas dendam. Dia menjalin hubungan (dan akhirnya menikahi) Isabella Linton (Alison Oliver), adik Edgar, sebagai bagian dari rencana balas dendamnya yang kejam dan manipulatif. Sementara itu, Cathy yang sudah menikah dengan Edgar (dan sedang hamil) tidak bisa menahan godaan untuk kembali bersama Heathcliff. Mereka terlibat affair terlarang yang penuh gairah—terjadi di berbagai tempat seperti kamar tidur, kereta kuda, dan bahkan di tengah hujan deras di moor. Adegan-adegan intim ini digambarkan sangat sensual (meski berpakaian), termasuk elemen BDSM ringan, oral sex, dan masturbasi.
Hubungan destruktif ini membawa malapetaka: Cathy mengalami keguguran tragis yang berujung kematiannya, Heathcliff semakin terjerumus ke dalam kegelapan dan balas dendam, sementara orang-orang di sekitarnya menderita akibat obsesi mereka. Film ini berfokus hampir sepenuhnya pada hubungan Cathy-Heathcliff, dengan akhir yang tragis dan saling menghancurkan, di mana cinta mereka digambarkan sebagai kekuatan yang indah sekaligus mematikan.
Kecocokan sebagai tontonan anak / anak-anak
Sangat tidak cocok untuk anak-anak dan remaja di bawah 15 tahun.
Film ini mendapat rating R (Restricted) dari MPAA karena mengandung:
- Konten seksual yang intens dan eksplisit (meski tanpa nudity penuh): adegan seks berpakaian yang panas, affair, elemen BDSM, oral sex, masturbasi, dan banyak adegan intim sensual.
- Kekerasan: adegan penggantungan, kekerasan dalam rumah tangga (ayah abusif, pemukulan anak), penganiayaan, dan kematian tragis termasuk keguguran grafis yang berujung kematian.
- Bahasa kasar (termasuk F-word dan kata-kata kasar lainnya).
- Tema dewasa berat: balas dendam obsesif, affair di luar nikah, manipulasi psikologis, alkoholisme, dan cinta destruktif yang hampir patologis.
Mayoritas ulasan dan panduan orang tua (seperti dari Common Sense Media, Plugged In, Kids-In-Mind, dan IMDb Parents Guide) menyatakan:
- Anak-anak dan pra-remaja (di bawah 13–14 tahun) sebaiknya tidak menonton sama sekali.
- Remaja muda (13–14 tahun) juga berisiko terganggu atau bingung dengan tema dewasa yang sangat gelap dan sensual.
- Baru cocok untuk remaja 15+ tahun ke atas (dan itu pun dengan pengawasan orang tua), terutama jika mereka sudah familiar dengan novel aslinya atau genre gothic romance dewasa.
Jika dibandingkan dengan adaptasi klasik seperti versi 1939 (Laurence Olivier & Merle Oberon) yang jauh lebih ringan dan minim elemen seksual, versi 2026 ini sengaja dibuat lebih “dewasa”, berani, dan eksplisit—sehingga jelas bukan tontonan keluarga atau anak-anak.
Kesimpulan: Bukan untuk anak sama sekali. Ini film romansa gothic dewasa dengan intensitas tinggi, lebih cocok untuk penonton 17+ yang menyukai drama emosional berat dan adaptasi modern yang berani.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Orion and The Dark
- Film
Moana
- Film
The Incredibles
Community Rating




