
Woody Woodpecker Goes to Camp
“Woody Woodpecker Goes to Camp” adalah film animasi keluarga yang dirilis pada 12 April 2024 di Netflix. Film ini menggabungkan elemen live-action dan animasi, disutradarai oleh Jonathan A. Rosenbaum. Cerita berpusat pada Woody Woodpecker, burung pelatuk ikonik yang dikenal dengan tingkah nakal dan tawa khasnya. Dalam petualangan ini, Woody diusir dari hutannya dan menemukan Camp Woo Hoo, sebuah perkemahan yang ia harapkan bisa menjadi rumah baru. Namun, masalah muncul ketika seorang inspektur mengancam akan menutup perkemahan tersebut. Bersama teman-temannya, Woody berusaha menyelamatkan Camp Woo Hoo dengan berbagai aksi kocak, kekacauan, dan humor khasnya. Film ini menampilkan dinamika lucu antara Woody dan Buzz Buzzard, musuh klasiknya, serta menghadirkan sentuhan nostalgia bagi penggemar lama dan hiburan segar untuk penonton baru. Pengisi suara Woody, Eric Bauza, berhasil mempertahankan pesona karakter klasik ini, sementara aktor seperti Chloe De Los Santos, Josh Lawson, dan Mary-Louise Parker turut membintangi.
Film ini sangat cocok untuk anak-anak, terutama usia 6 tahun ke atas, karena beberapa alasan:
- Humor Ringan dan Visual Menarik: Tingkah polah Woody yang lucu dan nakal, seperti kekacauan di perkemahan atau interaksi dengan Buzz Buzzard, menghibur anak-anak dengan komedi slapstick yang mudah dipahami. Animasi yang cerah dan penuh warna juga menarik perhatian mereka.
- Pesan Positif: Cerita tentang kerja sama untuk menyelamatkan Camp Woo Hoo mengajarkan anak-anak nilai persahabatan, keberanian, dan kreativitas dalam menghadapi masalah, meski disampaikan dengan cara yang ringan.
-
Nostalgia untuk Keluarga: Film ini dirancang untuk dinikmati bersama keluarga, sehingga orang tua yang mengenal Woody dari masa kecil mereka bisa menonton bersama anak-anak, menciptakan pengalaman menyenangkan lintas generasi.
-
Durasi Singkat: Dengan durasi kurang dari 100 menit, film ini ideal untuk rentang perhatian anak-anak tanpa terasa terlalu panjang.
Namun, beberapa lelucon atau tingkah nakal Woody mungkin perlu pengawasan orang tua untuk anak yang sangat kecil, agar konteksnya dipahami dengan baik. Secara keseluruhan, film ini adalah hiburan keluarga yang seru dan aman untuk anak-anak.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Lengkap: Woody Woodpecker Goes to Camp (2024)
Woody Woodpecker Goes to Camp adalah film komedi petualangan animasi-live action yang dirilis pada 12 April 2024 di Netflix. Disutradarai oleh Jonathan A. Rosenbaum, film ini merupakan sekuel dari film Woody Woodpecker (2017) dan menghadirkan kembali karakter burung pelatuk ikonik, Woody Woodpecker, dalam petualangan baru yang penuh tawa, kekacauan, dan pelajaran berharga tentang kerja sama tim. Film ini diproduksi oleh Universal 1440 Entertainment bersama Universal Animation Studios, dengan durasi 1 jam 40 menit dan rating TV-G, cocok untuk penonton keluarga.
Awal Cerita: Pengusiran dari Hutan
Cerita dimulai ketika Woody Woodpecker (disuarakan oleh Eric Bauza), burung pelatuk yang terkenal dengan tingkah usil dan tawanya yang khas, diusir dari rumahnya di hutan. Pengusiran ini terjadi setelah Woody mengacaukannya dengan mengganggu seorang influencer kemping yang dianggapnya menyebalkan. Ranger Walters, penjaga hutan, menyatakan bahwa Woody harus belajar tentang kerja sama tim sebelum diizinkan kembali ke hutan, karena sifatnya yang egois dan suka membuat onar dianggap merusak ketenangan hutan. Dengan hati yang berat namun penuh semangat, Woody memutuskan untuk mencari tempat baru untuk tinggal.
Petualangan di Camp Woo Hoo
Perjalanan Woody membawanya ke Camp Woo Hoo, sebuah perkemahan musim panas yang berfokus pada kreativitas dan ilmu pengetahuan (STEM). Di sana, Woody bertemu dengan Maggie (Chloe De Los Santos), seorang gadis cerdas yang memperkenalkannya kepada Angie (Mary-Louise Parker), direktur kamp yang ramah. Camp Woo Hoo tampak seperti rumah baru yang sempurna bagi Woody, dengan suasana yang penuh keceriaan dan anak-anak yang bersemangat. Namun, Woody segera mengetahui bahwa kamp ini terancam ditutup oleh inspektur bernama Wally Walrus (disuarakan oleh Tom Kenny), yang mencari alasan untuk menghentikan operasional kamp.
Sementara itu, Woody juga bertemu dengan ancaman lain: Buzz Buzzard (disuarakan oleh Kevin Michael Richardson), seorang buronan licik yang menyamar sebagai koki di kamp saingan, Camp Hoo Rah. Camp Hoo Rah, yang dipimpin oleh Zane (Josh Lawson), sepupu Angie, adalah kamp bergaya militer yang dikenal tangguh dan selalu mendominasi kompetisi tahunan antar kamp, Wilderness Games. Buzz memiliki rencana jahat untuk mencuri harta karun legendaris yang konon tersembunyi di lahan kedua kamp, dan dia bersekongkol dengan Zane untuk menutup Camp Woo Hoo demi kepentingannya sendiri.
Kekacauan dan Tantangan di Kamp
Kedatangan Woody di Camp Woo Hoo langsung memicu kekacauan. Dengan sifatnya yang impulsif dan suka bercanda, Woody tanpa sengaja menyebabkan berbagai masalah, mulai dari menghancurkan kolam portabel hingga mengacaukan aktivitas kamp. Awalnya, anak-anak di Camp Woo Hoo, yang terdiri dari sekelompok anak berbakat namun kurang percaya diri, merasa terganggu dengan ulah Woody. Namun, Maggie melihat potensi dalam Woody dan mendorongnya untuk membantu kamp memenangkan Wilderness Games, yang menjadi harapan terakhir untuk menyelamatkan Camp Woo Hoo dari penutupan.
Sayangnya, Woody dijebak oleh Buzz atas kekacauan yang diciptakan, membuat Wally Walrus semakin yakin bahwa kamp ini tidak layak dipertahankan. Dalam upaya menebus kesalahannya, Woody meyakinkan Wally untuk memberikan Camp Woo Hoo satu kesempatan lagi dengan mengikuti Wilderness Games. Namun, tantangan ini tidak mudah. Camp Woo Hoo selalu kalah dari Camp Hoo Rah, yang memiliki anak-anak yang terlatih seperti prajurit. Para kemping di Woo Hoo, yang lebih berbakat dalam seni dan sains, merasa rendah diri dan pesimistis tentang peluang mereka.
Wilderness Games dan Perubahan Woody
Saat Wilderness Games berlangsung, Woody mulai belajar tentang pentingnya kerja sama tim. Awalnya, tim Woo Hoo mengalami kekalahan berulang, tetapi Maggie dan anak-anak lainnya mulai menggunakan keahlian unik mereka—seperti kemampuan sains, kreativitas, dan strategi—untuk mengimbangi kekuatan fisik tim Hoo Rah. Woody, yang awalnya hanya memikirkan dirinya sendiri, mulai terinspirasi oleh semangat tim dan berusaha membantu dengan caranya yang khas, meskipun sering kali masih penuh kekacauan.
Di sisi lain, Buzz terus berusaha menyabotase Camp Woo Hoo sambil mencari harta karun. Woody akhirnya menemukan rencana jahat Buzz untuk memeras Zane agar menjual kedua kamp. Dalam sebuah insiden, Woody terkunci di freezer oleh Buzz, tetapi ia berhasil dibebaskan secara tidak sengaja oleh tukang pos yang mengantarkan peralatan senjata ilegal milik Buzz. Woody kemudian berhadapan langsung dengan Buzz, memicu serangkaian aksi komedi slapstick yang melibatkan kejar-kejaran dan pertarungan kocak.
Klimaks dan Penemuan Harta Karun
Menjelang tantangan terakhir Wilderness Games, benteng tim Woo Hoo dihancurkan, tetapi Maggie menyusun rencana cerdas yang memanfaatkan kerja sama tim untuk mengalahkan hampir seluruh anggota tim Hoo Rah. Woody, yang kini mulai memahami nilai kebersamaan, menembakkan pistol suar untuk memperingatkan semua orang tentang rencana Buzz. Ia berhasil mengungkap rencana jahat Buzz untuk mencuri harta karun dan memiliki senjata ilegal, membuat Buzz terpojok.
Dalam klimaks cerita, Woody dan para kemping menemukan bahwa harta karun yang dicari Buzz ternyata adalah patung Obadiah, sebuah artefak bersejarah yang menjadi simbol persatuan kedua kamp. Lebih mengejutkan lagi, Woody mengetahui bahwa ia memiliki leluhur bernama Woodthalemew Woodpeckererton, yang terkait dengan sejarah lahan kamp tersebut. Penemuan ini membuat Woody merasa memiliki ikatan emosional dengan Camp Woo Hoo.
Penutup dan Pesan Moral
Setelah Buzz dan kaki tangannya, Darren, ditangkap polisi (dengan adegan kocak di mana mereka secara tidak sengaja mendarat di depan kantor polisi), kedua kamp berdamai dan bersatu menjadi satu kamp baru bernama Camp Woo Hoo Rah. Woody, yang kini telah berubah menjadi lebih peduli pada orang lain, diabadikan dalam bendera kamp sebagai simbol persatuan. Sebelum kembali ke hutan dengan hati yang penuh kebanggaan, Woody berpamitan dengan Maggie dan berjanji akan kembali musim panas berikutnya.
Dalam adegan mid-credits, Buzz dan Darren terlihat panik saat menyadari mereka dikelilingi polisi, menutup film dengan nada komedi yang khas. Film ini menonjolkan pesan tentang pentingnya kerja sama tim, menghargai keunikan individu, dan belajar dari kesalahan. Meskipun penuh dengan humor slapstick dan lelucon sederhana, cerita ini berhasil menyampaikan nilai-nilai positif yang cocok untuk penonton muda.
Karakter Utama
- Woody Woodpecker (Eric Bauza): Burung pelatuk nakal yang belajar tentang kerja sama tim.
- Maggie (Chloe De Los Santos): Gadis cerdas yang menjadi teman Woody dan membantu menyatukan tim.
- Angie (Mary-Louise Parker): Direktur Camp Woo Hoo yang peduli pada anak-anak.
- Zane (Josh Lawson): Direktur Camp Hoo Rah yang awalnya terlibat dengan Buzz.
- Buzz Buzzard (Kevin Michael Richardson): Penjahat licik yang ingin mencuri harta karun.
- Wally Walrus (Tom Kenny): Inspektur kamp yang tegas namun adil.
Elemen Nostalgia dan Produksi
Film ini menghadirkan elemen nostalgia dengan memasukkan karakter klasik seperti Buzz Buzzard dan Wally Walrus, serta cameo patung Chilly Willy, karakter lain dari seri Woody Woodpecker. Penggunaan animasi CGI yang dipadukan dengan live-action berhasil menangkap esensi kartun klasik sambil memberikan nuansa modern. Musik dan referensi ke kartun asli juga menambah daya tarik bagi penggemar lama, sementara humor yang ringan dan petualangan seru menarik bagi penonton baru.
Dengan lokasi syuting di Melbourne dan wilayah Victoria, Australia, film ini menampilkan pemandangan alam yang indah sebagai latar belakang petualangan Woody. Meskipun menerima ulasan beragam (17% di Rotten Tomatoes dari 6 kritik), film ini dipuji karena kesederhanaannya dan kemampuannya menghibur anak-anak usia 4-10 tahun dengan humor yang aman dan pesan yang positif.
Sumber: Informasi diambil dari berbagai sumber termasuk IMDb, Netflix, Wikipedia, dan ulasan di Rotten Tomatoes serta Common Sense Media.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Sing 2
- Film
Kungfu Panda 1
- Film
Tangled
Community Rating




