Community Rating






Toy Story 2
Toy Story 2 adalah film animasi petualangan-komedi yang diproduksi oleh Pixar dan dirilis pada tahun 1999. Film ini merupakan sekuel dari Toy Story (1995) dan melanjutkan kisah Woody, Buzz Lightyear, serta mainan-mainan lainnya.
Sinopsis Singkat:
Woody, sang koboi mainan, diculik oleh seorang kolektor yang berniat menjualnya ke museum di Jepang. Woody kemudian bertemu dengan Jessie (koboi perempuan), Bullseye (kuda mainan), dan Stinky Pete (penambang mainan), yang ternyata adalah bagian dari koleksi langka dari serial TV Woody’s Roundup. Sementara itu, Buzz Lightyear dan mainan lainnya berusaha menyelamatkan Woody sebelum ia dikirim ke luar negeri.
Kecocokan untuk Anak-Anak:
- Nilai Persahabatan & Kerja Sama – Film ini mengajarkan pentingnya persahabatan, pengorbanan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.
- Kisah Mengharukan & Lucu – Adegan Jessie yang sedih karena ditinggalkan pemiliknya (When She Loved Me) bisa mengajarkan empati, tetapi diimbangi dengan humor yang cocok untuk anak.
- Petualangan Seru – Aksi penyelamatan dan adegan lucu (seperti Buzz vs. Buzz palsu) membuat anak tetap terhibur.
- Pesan Moral – Woody belajar bahwa menjadi mainan yang dicintai anak lebih berharga daripada sekadar menjadi koleksi langka.
Usia yang Cocok:
Film ini sangat cocok untuk anak usia 5-12 tahun, dengan pengawasan orang tua untuk anak yang lebih sensitif karena ada adegan sedih atau sedikit tegang (seperti ketika Woody hampir dibawa ke Jepang).
Toy Story 2 adalah film keluarga yang menghibur sekaligus mendidik, dengan pesan positif tentang cinta, persahabatan, dan arti menjadi “mainan kesayangan.” 🚀🤠
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
**Sinopsis Terlengkap *Toy Story 2* (1999)**
*Toy Story 2* adalah film animasi produksi Pixar Animation Studios dan Disney yang merupakan sekuel dari *Toy Story* (1995). Film ini disutradarai oleh John Lasseter, dengan cerita yang berfokus pada petualangan mainan-mainan hidup, terutama Woody, Buzz Lightyear, dan teman-temannya, dalam menghadapi krisis identitas, loyalitas, dan makna keberadaan sebagai mainan. Berikut adalah sinopsis terlengkap dari film ini:
—
**Awal Cerita: Krisis Woody**
Film dimulai dengan kehidupan mainan-mainan di kamar Andy, seorang anak kecil yang sangat mencintai mainannya. Woody, boneka koboi yang menjadi mainan favorit Andy, sedang bersiap untuk ikut ke perkemahan koboi bersama Andy. Namun, saat bermain, Andy tidak sengaja merobek lengan Woody, membuatnya harus diperbaiki. Andy memutuskan untuk meninggalkan Woody di rumah, dan Woody diletakkan di rak, membuatnya merasa sedih dan takut akan ditinggalkan. Ketakutan ini semakin membesar ketika ia bermimpi buruk tentang dibuang ke tempat sampah.
Sementara itu, Wheezy, sebuah mainan penguin yang dulunya populer di antara mainan Andy, ditemukan terlupakan di bawah tempat tidur, penuh debu dan rusak. Hal ini memperkuat kekhawatiran Woody bahwa nasib serupa mungkin menantinya jika ia tidak lagi “berguna” bagi Andy.
**Penculikan Woody**
Keesokan harinya, ibu Andy mengadakan garage sale, dan secara tidak sengaja memasukkan Wheezy ke dalam kotak barang bekas. Woody berusaha menyelamatkan Wheezy dengan menarik perhatian anjing Andy, Buster, untuk menggagalkan penjualan. Misi penyelamatan berhasil, tetapi Woody tanpa sengaja menarik perhatian Al McWhiggin, seorang kolektor mainan obsesif yang memiliki toko mainan “Al’s Toy Barn”. Al mengenali Woody sebagai boneka langka dari acara TV tahun 1950-an bernama *Woody’s Roundup*. Dengan licik, Al mencuri Woody dan membawanya ke apartemennya.
**Misi Penyelamatan Buzz dan Teman-Teman**
Di kamar Andy, Buzz Lightyear, Jessie (boneka koboi perempuan), Bullseye (kuda mainan), dan mainan lainnya seperti Mr. Potato Head, Slinky Dog, Rex, dan Hamm menyadari bahwa Woody telah diculik. Setelah mengetahui identitas penculik dari iklan Al’s Toy Barn di televisi, Buzz memimpin misi penyelamatan untuk menyelamatkan Woody. Mereka berpetualang melintasi kota, menghadapi berbagai rintangan seperti menyeberang jalan raya yang sibuk, masuk ke toko mainan Al yang penuh godaan, dan menghadapi versi “Buzz Lightyear lain” yang masih percaya dirinya adalah penjaga luar angkasa sungguhan. Buzz baru ini secara lucu menambah kekacauan, tetapi akhirnya tim berhasil melacak keberadaan Woody.
**Kehidupan Baru Woody di *Woody’s Roundup***
Sementara itu, di apartemen Al, Woody bertemu dengan anggota lain dari koleksi *Woody’s Roundup*: Jessie, seekor kuda bernama Bullseye, dan Stinky Pete (Prospector), sebuah mainan penambang yang masih dalam kotak aslinya. Mereka menjelaskan bahwa Woody adalah bagian dari acara TV populer di masa lalu, dan mereka adalah mainan yang dibuat berdasarkan karakter acara tersebut. Al berencana menjual seluruh koleksi ini ke museum mainan di Jepang, di mana mereka akan dipajang sebagai artefak berharga.
Awalnya, Woody ingin kembali ke Andy, tetapi Jessie menceritakan kisah sedihnya: ia pernah dicintai oleh seorang gadis bernama Emily, tetapi akhirnya ditinggalkan ketika Emily tumbuh dewasa. Jessie meyakinkan Woody bahwa nasib serupa akan menimpa Andy, dan hidup di museum adalah cara untuk tetap “abadi”. Stinky Pete juga mendesak Woody untuk menerima takdirnya sebagai koleksi, dengan alasan bahwa mainan tidak akan pernah benar-benar bahagia jika hanya menunggu ditinggalkan oleh pemiliknya. Terombang-ambing antara kesetiaan pada Andy dan tawaran hidup baru yang “abadi”, Woody mulai ragu.
**Konflik dan Pengkhianatan**
Buzz dan teman-teman akhirnya sampai di apartemen Al dan berusaha meyakinkan Woody untuk pulang. Namun, Woody yang sudah terpengaruh oleh Jessie dan Stinky Pete awalnya menolak, percaya bahwa hidup di museum adalah pilihan terbaik. Buzz mengingatkan Woody tentang makna sejati menjadi mainan: memberikan kebahagiaan kepada seorang anak, meskipun hanya sementara. Kata-kata Buzz menyentuh hati Woody, dan ia memutuskan untuk kembali ke Andy bersama Jessie dan Bullseye, yang juga ingin merasakan kehidupan bersama seorang anak.
Namun, rencana mereka digagalkan oleh Stinky Pete, yang ternyata memiliki agenda tersendiri. Ia tidak ingin koleksi *Woody’s Roundup* bubar karena ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang anak dan hanya ingin dipuja di museum. Stinky Pete mengunci Woody dan teman-teman di dalam koper yang akan dikirim ke Jepang, mengungkapkan sifat manipulatifnya.
**Puncak Petualangan di Bandara**
Buzz dan tim penyelamat, bersama Jessie dan Bullseye, mengejar Al ke bandara untuk menghentikan pengiriman. Di sini, mereka menghadapi serangkaian aksi menegangkan, termasuk kejar-kejaran di area kargo bandara. Woody berhasil keluar dari koper, tetapi harus menghadapi Stinky Pete dalam konfrontasi dramatis di landasan pacu. Dengan bantuan Buzz dan Jessie, Woody mengalahkan Stinky Pete, yang akhirnya dimasukkan ke dalam tas seorang anak kecil—ironi bagi Pete yang selalu meremehkan kehidupan sebagai mainan anak-anak.
Di momen kritis, Woody dan Jessie nyaris terlambat untuk melarikan diri dari pesawat kargo yang akan lepas landas. Dengan kerja sama tim yang epik, termasuk Bullseye yang berlari kencang dan Buzz yang menggunakan kemampuan “penjaga luar angkasa”-nya, mereka berhasil meloloskan diri dan kembali ke rumah Andy.
**Penutup: Makna Keluarga dan Kesetiaan**
Kembali di rumah Andy, Woody memperbaiki lengannya dan menyambut Jessie, Bullseye, dan Wheezy (yang juga diperbaiki) sebagai bagian dari keluarga mainan. Andy kembali dari perkemahan dan dengan senang hati bermain dengan mainannya, tanpa menyadari petualangan besar yang baru saja mereka lalui. Woody, yang kini lebih memahami makna hidupnya, menerima bahwa suatu hari Andy mungkin akan tumbuh dewasa, tetapi ia memilih untuk menikmati momen-momen bahagia bersama Andy selagi bisa.
Film ditutup dengan nada optimis, di mana Wheezy menyanyikan lagu “You’ve Got a Friend in Me” dengan penuh semangat, menggarisbawahi tema persahabatan, kesetiaan, dan makna sejati dari kehidupan sebagai mainan: mencintai dan dicintai, meskipun hanya untuk sementara.
—
**Tema dan Pesan Utama**
*Toy Story 2* mengeksplorasi tema-tema mendalam seperti krisis eksistensial, loyalitas, dan penerimaan terhadap perubahan. Film ini mengajarkan bahwa nilai sejati sebuah kehidupan (atau dalam hal ini, keberadaan mainan) bukanlah tentang keabadian atau pengakuan, melainkan tentang hubungan emosional dan kebahagiaan yang diberikan kepada orang lain. Karakter seperti Jessie dan Wheezy menambah dimensi emosional, sementara humor dan aksi yang khas Pixar membuat film ini menyenangkan untuk segala usia.
**Konteks Penting**
– *Toy Story 2* awalnya direncanakan sebagai film direct-to-video, tetapi Pixar memutuskan untuk menjadikannya rilis bioskop karena kualitas ceritanya yang luar biasa.
– Lagu “When She Loved Me” yang mengiringi kisah Jessie menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah Pixar.
– Film ini memperkenalkan elemen baru seperti dunia koleksi mainan dan budaya pop retro, yang memperkaya alam semesta *Toy Story*.
Dengan kombinasi petualangan seru, humor yang cerdas, dan sentuhan emosional yang mendalam, *Toy Story 2* tidak hanya berhasil sebagai sekuel, tetapi juga sering dianggap sebagai salah satu film animasi terbaik sepanjang masa.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Sing 2
- Film
Leo
- Film
Wreck-It Ralph
Community Rating





