Those Who Wish Me Dead

Those Who Wish Me Dead

“Those Who Wish Me Dead” adalah film thriller aksi Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2021, disutradarai oleh Taylor Sheridan dan diadaptasi dari novel berjudul sama karya Michael Koryta. Film ini dibintangi oleh Angelina Jolie sebagai Hannah Faber, seorang pemadam kebakaran hutan (smokejumper) yang berjuang dengan trauma masa lalu setelah gagal menyelamatkan korban dalam kebakaran hutan. Cerita berpusat pada Hannah yang bertemu dengan Connor Casserly (Finn Little), seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang menjadi saksi pembunuhan ayahnya oleh dua pembunuh bayaran, Jack (Aidan Gillen) dan Patrick (Nicholas Hoult).
Kisah bermula ketika Connor melarikan diri ke hutan Montana setelah ayahnya, seorang akuntan forensik, dibunuh karena mengetahui rahasia berbahaya terkait korupsi. Hannah, yang sedang bertugas di menara pengawas, menemukan Connor dalam kondisi ketakutan dan terluka. Mereka kemudian harus bekerja sama untuk bertahan hidup dari kejaran para pembunuh bayaran yang tidak segan membakar hutan demi menghabisi Connor dan menghilangkan jejak. Film ini menampilkan ketegangan tinggi, aksi tembak-menembak, dan adegan kebakaran hutan yang dramatis, dengan latar belakang alam liar yang menambah intensitas cerita.
Kecocokan dengan Tontonan Anak
“Those Who Wish Me Dead” tidak cocok sebagai tontonan untuk anak-anak, terutama anak di bawah usia 13 tahun. Berikut adalah beberapa alasan mengapa film ini tidak sesuai untuk penonton muda:
  1. Konten Kekerasan: Film ini mengandung adegan kekerasan yang cukup eksplisit, seperti pembunuhan dengan senjata api, darah, dan ancaman fisik terhadap karakter, termasuk anak kecil. Pembunuhan ayah Connor di depan matanya dan kejaran tanpa henti oleh pembunuh bayaran dapat mengganggu anak-anak secara emosional.
  2. Tema Berat: Cerita melibatkan tema seperti trauma, kematian, dan korupsi, yang sulit dipahami atau dicerna oleh anak-anak. Hannah juga digambarkan berjuang dengan rasa bersalah dan kecenderungan menyakiti diri sendiri, yang merupakan topik sensitif.
  3. Adegan Menegangkan dan Berbahaya: Kebakaran hutan yang besar, ledakan, dan situasi hidup-mati menciptakan suasana penuh ketegangan yang mungkin menakutkan bagi anak-anak. Visual api yang meluas dan ancaman konstan terhadap nyawa karakter utama dapat memicu kecemasan.
  4. Bahasa dan Ketegangan Psikologis: Meskipun tidak terlalu menonjolkan bahasa kasar, dialog dan intensitas psikologis dalam film ini lebih ditujukan untuk penonton dewasa yang bisa mengapresiasi kompleksitas emosi dan konflik.
Film ini memiliki rating resmi R (Restricted) di beberapa negara atau setara dengan 17+, yang berarti hanya direkomendasikan untuk penonton dewasa atau remaja yang lebih tua dengan pendampingan orang tua. Untuk anak-anak, tontonan ini tidak hanya tidak menghibur dalam konteks yang sesuai dengan usia mereka, tetapi juga berpotensi mengganggu karena elemen-elemen kerasnya.
Rekomendasi
Jika Anda mencari tontonan untuk anak-anak, pilihlah film dengan genre petualangan ringan atau animasi yang lebih ramah, seperti “Finding Nemo” atau “The Incredibles”, yang tetap menawarkan ketegangan tetapi dengan pendekatan yang sesuai untuk usia muda. “Those Who Wish Me Dead” lebih cocok untuk penonton dewasa atau remaja yang menyukai thriller aksi dengan elemen dramatis.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

"Those Who Wish Me Dead" (18+) adalah film thriller tentang seorang gadis remaja yang menjadi saksi pembunuhan dan harus bertahan hidup bersama seorang pria di hutan yang terbakar. Cerita dimulai dengan penuh ketegangan, langsung pada aksi kejar-kejaran yang intens. Untuk anak-anak, film ini jelas tidak cocok. Adegan kekerasan cukup eksplisit: ada pembunuhan dengan pisau, tembakan, dan tubuh terbakar. Yang lebih mengkhawatirkan, ancaman datang dari dua pembunuh bayaran yang kejam dan tanpa ampun. Anak di bawah 15 tahun bisa trauma melihat adegan-adegan ini. Pesan positif yang bisa diambil: kerja sama dan keberanian untuk bertahan hidup. Tokoh utama, Connor, menunjukkan kekuatan mental meski dalam situasi genting. Tapi sayang, pesan ini tenggelam dalam aksi kekerasan yang dominan. Orang tua perlu waspadai: bahasa kasar (seringnya kata 'sialan' dan 'brengsek'), tidak ada adegan seksual atau merokok, tetapi alkohol hanya disebut sekilas. Keberagaman minim, semua karakter utama berkulit putih. Kesimpulan: Tidak direkomendasikan untuk anak. Kalau pun remaja 16+ yang tertarik, dampingi dan diskusikan dampak kekerasan dalam film ini.

About Writer