The Witcher 2: Assassins of Kings Enhanced Edition

The Witcher 2: Assassins of Kings Enhanced Edition merupakan game RPG yang dikembangkan oleh CD PROJEKT RED dan diterbitkan oleh CD PROJEKT RED, 1C-SoftClub. Dirilis pada 16 Apr, 2012, game ini telah menjadi bagian dari katalog Steam selama bertahun-tahun.

Dari sisi permainan, The second installment in the RPG saga about professional monster slayer Geralt of Rivia, The Witcher 2: Assassins of Kings spins a mature, thought-provoking tale to produce one of the most elaborate and unique role-playing games ever released on PC. A time of untold chaos has come. Mighty forces clash behind the scenes in a struggle for power and influence. The Northern Kingdoms mobilize for war. But armies on the march are not enough to stop a bloody conspiracy… KEY FEATURES IMMERSIVE, MATURE, NON-LINEAR STORY Dive into an immense,… Game ini meraih skor Metacritic sebesar 88.

Harga: S$3.00. Sumber informasi: Steam — https://store.steampowered.com/app/20920/

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

The Witcher 2: Assassins of Kings Enhanced Edition bercerita tentang Geralt of Rivia, seorang pemburu monster yang terlibat dalam intrik politik kerajaan dan perburuan raja yang dibunuh. Ceritanya penuh dengan pengkhianatan dan pertarungan sengit. Jelas banget ini bukan untuk anak-anak. Saya sangat tidak menyarankan untuk anak di bawah 17 tahun. Adegan kekerasannya eksplisit, banyak darah, dan pertarungan yang brutal. Ada juga adegan seksual yang cukup gamblang, meski tidak terlalu vulgar. Yang lebih mengkhawatirkan, banyak dialog kasar dan tema dewasa yang sulit dipahami anak. Ada juga konsumsi alkohol yang cukup sering. Tapi, ada sisi positifnya: ceritanya kompleks dan penuh dilema moral yang bisa memicu diskusi seru untuk remaja yang lebih dewasa. Karakter Geralt sendiri punya kode etik yang kuat, dan game ini mengajarkan tentang konsekuensi dari setiap pilihan. Keberagaman juga cukup tergambar lewat berbagai ras dan karakter yang berbeda. Intinya, untuk remaja 17+ dengan pendampingan orang tua, ini bisa jadi tontonan yang memicu pemikiran kritis. Tapi untuk anak di bawah itu, jangan.

About Writer