Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

The White Lotus

“The White Lotus” adalah serial drama satir Amerika yang diciptakan oleh Mike White. Serial ini pertama kali tayang di HBO pada tahun 2021 dan telah memiliki beberapa musim dengan latar berbeda. Ceritanya berfokus pada kehidupan para tamu dan staf di resor mewah bernama White Lotus, yang terletak di lokasi eksotis seperti Hawaii dan Sisilia. Setiap musim mengikuti sekelompok karakter baru, menggali dinamika sosial, kelas, privilege, dan konflik pribadi dengan sentuhan humor gelap serta kritik tajam terhadap perilaku manusia. Plotnya sering kali berujung pada misteri, termasuk kematian yang terungkap secara bertahap.
Kecocokan dengan anak: Serial ini tidak cocok untuk anak-anak. “The White Lotus” mengandung tema dewasa seperti kekerasan ringan, bahasa kasar, seksualitas eksplisit, dan penggunaan narkoba. Selain itu, narasinya yang kompleks dan sindiran sosialnya lebih ditujukan untuk penonton dewasa yang dapat memahami konteksnya. Rating umumnya adalah TV-MA (Mature Audience), sehingga lebih tepat untuk usia 17 tahun ke atas, tergantung pada kematangan individu dan panduan orang tua. Jika Anda mencari hiburan untuk anak, serial ini bukan pilihan yang sesuai.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Customer Reviews

Based on 1 review
0%
(0)
100%
(1)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
R
Rina Pratama
Nagih Banget

The White Lotus benar-benar bikin aku nggak bisa berhenti nonton! Ceritanya satir, karakternya kaya akan konflik, dan setting resor mewahnya bikin iri sekaligus mencekam. Aktingnya top, terutama Jennifer Coolidge yang steal the show. Cuma kadang pacing-nya agak lambat di beberapa episode. 4/5 bintang!

Sinopsis Terlengkap “The White Lotus”

“The White Lotus” adalah serial antologi drama komedi satir karya Mike White yang tayang di HBO. Serial ini mengeksplorasi dinamika sosial, privilege, kelas, dan perilaku manusia melalui interaksi para tamu dan staf di resor mewah fiktif bernama White Lotus di berbagai lokasi eksotis. Setiap musim berfokus pada kelompok karakter baru, dengan cerita yang berdiri sendiri, namun tetap mempertahankan tema sentral tentang ketimpangan sosial, ketamakan, dan moralitas. Serial ini dikenal karena humor gelap, dialog tajam, karakter kompleks, dan penggambaran visual yang memukau. Hingga 2025, serial ini memiliki tiga musim, masing-masing berlatar di Hawaii, Sisilia, dan Thailand.
Musim 1: Hawaii
Latar: White Lotus Resort di Maui, Hawaii.
Sinopsis: Musim pertama mengikuti seminggu dalam kehidupan para tamu kaya dan staf resor yang melayani mereka. Cerita dibuka dengan kilas balik misterius: sebuah peti mati dimuat ke pesawat, mengisyaratkan kematian seseorang di resor. Narasi kemudian mundur untuk memperkenalkan karakter utama:
  • Shane Patton (Jake Lacy), pengantin baru yang obsesif dan berhak, bersama istrinya Rachel Patton (Alexandra Daddario), yang mulai mempertanyakan pernikahannya.
  • Tanya McQuoid (Jennifer Coolidge), seorang wanita kaya yang berduka atas kematian ibunya dan mencari kenyamanan emosional.
  • Keluarga Mossbacher: Nicole (Connie Britton), eksekutif sukses; Mark (Steve Zahn), suami yang bergulat dengan krisis maskulinitas; anak remaja mereka Quinn (Fred Hechinger); dan putri sinis mereka Olivia (Sydney Sweeney) bersama temannya Paula (Brittany O’Grady).
  • Belinda (Natasha Rothwell), manajer spa yang bercita-cita membuka bisnis sendiri, dan Armond (Murray Bartlett), manajer resor yang berjuang dengan kecanduan dan tekanan pekerjaan.
Konflik muncul dari interaksi antar tamu dan staf. Shane terlibat perseteruan dengan Armond karena kesalahan pemesanan kamar. Tanya membentuk hubungan emosional dengan Belinda, namun motifnya dipertanyakan. Paula, satu-satunya tamu non-kulit putih, merencanakan pencurian untuk membalas ketidakadilan yang dia saksikan, memicu konsekuensi tragis. Sementara itu, keluarga Mossbacher menghadapi ketegangan internal tentang privilege dan nilai-nilai mereka. Armond, di bawah tekanan, kembali ke kecanduan dan membuat keputusan sembrono yang mengarah pada kehancurannya. Musim ini mengkritik kolonialisme, kapitalisme, dan eksploitasi kelas pekerja, dengan klimaks yang mengungkap kematian tragis dan bagaimana para tamu kaya lolos dari akibat perbuatan mereka.
Tema Utama: Ketimpangan kelas, privilege kulit putih, eksploitasi tenaga kerja, dan absurditas budaya konsumerisme.
Puncak: Kematian Armond akibat konfrontasi tak terduga, sementara para tamu kembali ke kehidupan mereka tanpa perubahan berarti.
Musim 2: Sisilia
Latar: White Lotus Resort di Taormina, Sisilia, Italia.
Sinopsis: Musim kedua berfokus pada nafsu, pengkhianatan, dan dinamika kekuasaan, dengan latar belakang pemandangan Mediterania yang indah. Cerita dimulai dengan penemuan beberapa mayat di pantai, menandakan lebih banyak kematian dibandingkan musim pertama. Karakter utama meliputi:
  • Tanya McQuoid (Jennifer Coolidge), kembali dari musim 1, kini bersama asistennya Portia (Haley Lu Richardson) dan suami barunya Greg (Jon Gries).
  • Keluarga Di Grasso: Bert (F. Murray Abraham), kakek genit; Dominic (Michael Imperioli), produser Hollywood dengan masalah kecanduan seks; dan Albie (Adam DiMarco), putra idealis yang mencari cinta.
  • Harper (Aubrey Plaza) dan Ethan Spiller (Will Sharpe), pasangan kaya baru yang liburannya bersama Cameron (Theo James) dan Daphne Sullivan (Meghann Fahy), pasangan hedonis, memicu ketegangan seksual dan kecemburuan.
  • Lucia (Simona Tabasco) dan Mia (Beatrice Grannò), dua pekerja seks lokal yang terlibat dengan tamu resor.
Musim ini mengeksplorasi dinamika gender dan seksualitas. Tanya terjebak dalam intrik misterius yang melibatkan Greg dan sekelompok pria lokal, sementara Portia menjalin hubungan rumit dengan Jack (Leo Woodall). Keluarga Di Grasso menghadapi konflik antargenerasi tentang maskulinitas toksik. Sementara itu, Harper dan Ethan bergulat dengan ketidakjujuran dalam pernikahan mereka, dipicu oleh gaya hidup bebas Cameron dan Daphne. Lucia dan Mia memanipulasi tamu untuk keuntungan pribadi, tetapi menghadapi risiko dari dunia kriminal lokal. Musim ini penuh dengan tipu daya, kecemburuan, dan permainan kekuasaan, dengan akhir yang mengejutkan yang mengungkap siapa di antara mereka yang menjadi korban.
Tema Utama: Seksualitas, pengkhianatan, patriarki, dan kerapuhan hubungan manusia.
Puncak: Tanya menghadapi konspirasi mematikan, dengan kematian yang mengguncang namun tetap mempertahankan nada satir serial ini.
Musim 3: Thailand
Latar: White Lotus Resort di Thailand (kemungkinan Phuket atau Koh Samui).
Sinopsis: Musim ketiga, yang dirilis pada 2025, mengambil tema spiritualitas, keseimbangan hidup, dan pencarian makna, dengan sentuhan satir terhadap budaya wellness dan apropriasi budaya Timur. Latar Thailand yang eksotis menjadi panggung untuk konflik baru. Karakter utama termasuk:
  • Sekelompok tamu baru, termasuk eksekutif korporat, influencer, dan pencari spiritual, yang datang untuk “menemukan diri mereka sendiri.”
  • Staf resor, yang menghadapi eksploitasi serupa seperti musim sebelumnya, dengan fokus pada apropriasi budaya Thailand oleh tamu Barat.
  • Kemungkinan kembalinya beberapa karakter dari musim sebelumnya (seperti Portia atau Belinda, berdasarkan pola antologi).
Cerita diawali dengan misteri kematian, sesuai gaya serial ini, dan menelusuri interaksi tamu yang penuh ego, kesalahpahaman budaya, dan konflik personal. Musim ini mengkritik industri wellness, kapitalisasi spiritualitas, dan dampak pariwisata massal. Karakter-karakter menghadapi dilema moral, dari penyalahgunaan kekayaan hingga pencarian makna yang dangkal, dengan staf resor menjadi cerminan ketidakadilan sistemik.
Tema Utama: Apropriasi budaya, kapitalisme spiritual, dan absurditas pencarian makna di era modern.
Puncak: Belum dirinci sepenuhnya (karena musim ini baru), tetapi diharapkan mengikuti pola kematian tragis dan resolusi satir.
Gaya dan Penerimaan
“The White Lotus” memadukan drama, komedi, dan thriller psikologis dengan sinematografi yang memukau dan soundtrack yang ikonik (komposisi Cristobal Tapia de Veer). Serial ini dipuji karena akting luar biasa (terutama Jennifer Coolidge, yang memenangkan Emmy), penulisan yang cerdas, dan kritik sosial yang tajam. Namun, beberapa kritikus mencatat bahwa penggambaran karakter non-kulit putih terkadang terasa stereotipikal. Serial ini tetap menjadi fenomena budaya, dengan setiap musim memicu diskusi tentang privilege, moralitas, dan sifat manusia.
Kesimpulan: “The White Lotus” adalah cerminan gelap namun menghibur tentang sifat manusia, dikemas dalam liburan mewah yang berujung pada kekacauan. Setiap musim menawarkan cerita baru, tetapi intinya tetap sama: di balik kemewahan, selalu ada harga yang harus dibayar—sering kali oleh mereka yang paling rentan.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank