Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

The Substance

“The Substance” adalah film horor psikologis bergenre body horror yang dirilis pada tahun 2024, disutradarai oleh Coralie Fargeat. Film ini dibintangi oleh Demi Moore sebagai Elisabeth Sparkle, seorang aktris senior dan mantan bintang Hollywood yang berusia 50 tahun, serta Margaret Qualley sebagai Sue, versi muda dari Elisabeth. Cerita berfokus pada Elisabeth yang menghadapi krisis identitas setelah dipecat dari acara aerobik televisi karena dianggap “terlalu tua” oleh produser misoginis, Harvey (Dennis Quaid). Dalam keputusasaan untuk mengembalikan masa mudanya, Elisabeth menggunakan serum misterius bernama “The Substance,” yang mampu menciptakan klon dirinya yang lebih muda dan “sempurna.”
Serum ini memungkinkan Elisabeth bertransformasi menjadi Sue, namun dengan syarat mereka harus bergantian kesadaran setiap tujuh hari. Awalnya, transformasi ini membawa kembali ketenaran dan kepercayaan diri Elisabeth melalui Sue, tetapi ketidakpatuhan terhadap aturan serum memicu efek samping mengerikan, termasuk penuaan cepat, kerusakan fisik, dan konflik psikologis antara kedua identitas. Film ini menggali tema obsesi terhadap kecantikan, penuaan, tekanan sosial terhadap perempuan, dan standar industri hiburan, dengan pendekatan visual yang ekstrem, penuh kekerasan grafis, darah, dan transformasi tubuh yang mengganggu. Durasi film sekitar 141 menit, dengan rating 21+ di Indonesia karena konten dewasa, kekerasan brutal, dan adegan telanjang.
Kecocokan dengan Anak
Film “The Substance” sangat tidak cocok untuk anak-anak dan remaja di bawah usia 17 tahun. Berikut alasan utamanya:
  1. Konten Kekerasan dan Grafis: Film ini mengandung adegan kekerasan ekstrem, termasuk transformasi tubuh yang mengerikan, semburan darah, dan penggambaran kerusakan fisik yang eksplisit. Adegan-adegan ini dapat menyebabkan trauma atau ketidaknyamanan emosional bagi penonton muda.

  2. Adegan Dewasa dan Telanjang: Terdapat adegan ketelanjangan grafis dan konten seksual tersirat yang tidak sesuai untuk anak-anak, termasuk penggambaran tubuh dalam konteks non-seksual namun tetap eksplisit.

  3. Tema Berat dan Psikologis: Tema seperti krisis identitas, obsesi kecantikan, dan tekanan sosial terhadap perempuan disampaikan dengan cara yang kompleks dan gelap, yang mungkin sulit dipahami atau terlalu mengganggu bagi anak-anak. Film ini juga mengeksplorasi kehancuran mental dan fisik, yang tidak relevan untuk audiens muda.
  4. Bahasa Kasar: Penggunaan bahasa kasar dalam dialog menambah ketidaksesuaian film ini untuk anak-anak.

  5. Peringatan Resmi: Film ini memiliki rating MPAA R (Restricted) dan di Indonesia diberi label 21+, dengan peringatan khusus agar orang tua tidak membawa anak-anak menonton karena potensi dampak psikologis. Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa film ini dapat “mengganggu mental” bagi penonton yang tidak siap, apalagi anak-anak.

Rekomendasi: Film ini ditujukan untuk penonton dewasa yang menyukai genre horor psikologis atau body horror dan siap menghadapi konten yang intens. Untuk anak-anak, sebaiknya pilih tontonan yang sesuai dengan usia mereka, seperti film animasi atau petualangan keluarga yang ringan dan mendidik. Jika orang tua ingin memperkenalkan anak pada tema tentang harga diri atau tekanan sosial, diskusi langsung atau media yang lebih ramah anak (seperti buku atau film dengan rating PG) akan jauh lebih tepat.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Terlengkap Film The Substance (2024)

The Substance adalah film bergenre body horror dengan elemen psikologis dan satir sosial yang disutradarai oleh Coralie Fargeat, yang juga menulis naskahnya. Film ini dibintangi oleh Demi Moore sebagai Elisabeth Sparkle, Margaret Qualley sebagai Sue, dan Dennis Quaid sebagai Harvey, serta menghadirkan pengalaman sinematik yang intens, mencekam, dan penuh kritik terhadap obsesi kecantikan, penuaan, dan tekanan industri hiburan. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia:

Awal Cerita: Kehancuran Karier Elisabeth Sparkle
Elisabeth Sparkle (Demi Moore) adalah seorang aktris Hollywood pemenang Piala Oscar yang pernah sangat terkenal, memiliki bintang di Hollywood Walk of Fame, dan menjadi pembawa acara aerobik televisi yang populer. Namun, di usianya yang ke-50, kariernya mulai meredup karena faktor penuaan. Pada hari ulang tahunnya, Elisabeth dipecat dari acara aerobiknya oleh produser misoginis bernama Harvey (Dennis Quaid), yang menganggapnya “terlalu tua” untuk menarik penonton dan ingin menggantinya dengan wajah yang lebih muda. Keputusan ini memperdalam kecemasan Elisabeth tentang penampilan dan relevansinya di industri yang kejam.
Dalam perjalanan pulang setelah pemecatan, Elisabeth terganggu oleh papan reklame yang menampilkan potret dirinya saat muda sedang diturunkan, menyebabkan ia mengalami kecelakaan mobil. Di rumah sakit, seorang perawat misterius secara diam-diam memberikan flash drive yang berisi iklan tentang “The Substance,” sebuah serum pasar gelap yang menjanjikan untuk menciptakan versi diri yang “lebih muda, lebih cantik, dan lebih sempurna.” Terpikat oleh janji ini dan didorong oleh keputusasaan, Elisabeth memesan serum tersebut.

Transformasi dan Munculnya Sue
Setelah menerima paket The Substance dari sebuah lokasi misterius yang tampak kumuh di Los Angeles, Elisabeth menyuntikkan serum aktivator sekali pakai ke tubuhnya. Prosesnya mengerikan: tubuhnya mengalami transformasi yang menyakitkan, dan dari celah di punggungnya muncul Sue (Margaret Qualley), versi muda dan sempurna dari dirinya. Sue adalah perwujudan dari semua yang diinginkan masyarakat: cantik, energik, dan memikat. Elisabeth harus mematuhi aturan ketat dari organisasi di balik The Substance: ia dan Sue harus bergantian “hidup” setiap tujuh hari, dengan kesadaran mereka berpindah antara tubuh asli dan tubuh baru, sementara tubuh yang tidak aktif masuk ke dalam keadaan seperti mati suri.
Awalnya, transformasi ini membawa keajaiban. Sue dengan cepat mengambil alih dunia hiburan, mendapatkan kembali popularitas yang hilang dengan penampilan memukau di acara aerobik dan menarik perhatian publik. Elisabeth, meski harus “mati” selama tujuh hari saat Sue aktif, merasa puas melihat kesuksesan versi mudanya. Namun, ketenaran Sue memperburuk rasa tidak percaya diri Elisabeth, yang mulai merasa tersisih dan terjebak dalam tubuhnya yang menua.

Konflik dan Ketegangan Antara Elisabeth dan Sue
Seiring waktu, hubungan antara Elisabeth dan Sue menjadi semakin tegang. Sue mulai melanggar aturan dengan memperpanjang waktu aktifnya, menyebabkan tubuh asli Elisabeth membusuk dan menua lebih cepat. Elisabeth, yang merasa dikhianati, menjadi kecanduan The Substance untuk mempertahankan ilusi kemudaan, meskipun efek sampingnya semakin mengerikan. Organisasi misterius di balik serum, yang berkomunikasi melalui panggilan telepon atau pesan tanpa wajah, tidak pernah mengungkapkan identitas mereka, tetapi terus mendorong Elisabeth untuk melanjutkan penggunaan serum tanpa memperingatkan bahayanya, seolah memanfaatkan kerentanannya untuk keuntungan mereka.
Konflik internal Elisabeth mencerminkan pertempuran psikologis yang lebih dalam: ia membenci dirinya sendiri karena tidak bisa menerima penuaan, sementara Sue, sebagai perwujudan dari standar kecantikan masyarakat, menjadi musuh terburuknya. Adegan-adegan body horror semakin intens, menampilkan transformasi tubuh yang mengerikan, seperti kulit yang membusuk, anggota tubuh yang patah, dan darah yang menyembur, yang menggambarkan kehancuran fisik dan mental Elisabeth. Visualnya, yang dikemas dengan warna-warna cerah seperti kuning, pink, dan merah, menciptakan kontras yang mengganggu dengan tema kelam film.

Puncak Tragedi dan Akhir yang Mengerikan
Ketegangan antara Elisabeth dan Sue mencapai puncak ketika Sue, yang ingin hidup sepenuhnya tanpa Elisabeth, nekat membunuh tubuh asli Elisabeth. Namun, tindakan ini justru mempercepat kehancuran tubuh Sue, karena tubuh baru bergantung pada zat yang mengalir di tubuh Elisabeth. Dalam keputusasaan, Sue menggunakan kembali serum aktivator, yang menghasilkan transformasi mengerikan: gabungan aneh antara Elisabeth dan Sue, dengan wajah Elisabeth terperangkap di tubuh Sue yang rusak. Penampilan baru ini dianggap sebagai “monster” oleh masyarakat, dan Sue terpaksa melarikan diri dari acara Tahun Baru yang ia bawakan.
Dalam klimaks yang penuh gore, tubuh Sue hancur total, meledak menjadi tumpukan darah dan organ. Wajah Elisabeth, yang terlepas dari tubuh, merangkak ke bintangnya di Hollywood Walk of Fame, tersenyum dalam halusinasi bahwa ia masih dikagumi, sebelum akhirnya meleleh menjadi genangan darah yang dibersihkan oleh mesin pembersih lantai keesokan harinya. Ending ini menggambarkan kehancuran total Elisabeth, baik secara fisik maupun identitas, sebagai akibat dari obsesinya terhadap kesempurnaan.

Tema dan Kritik Sosial
The Substance bukan sekadar film horor, tetapi juga kritik tajam terhadap tekanan sosial yang dihadapi perempuan, terutama di industri hiburan, untuk tetap muda dan cantik. Film ini menggali tema identitas, harga diri, dan standar kecantikan yang tidak realistis, menunjukkan bagaimana masyarakat menghargai penampilan luar di atas nilai intrinsik seseorang. Melalui Elisabeth dan Sue, Fargeat mengilustrasikan bahwa musuh terbesar seseorang sering kali adalah dirinya sendiri, terutama ketika dipengaruhi oleh ekspektasi eksternal. Film ini juga menyindir industri yang memanfaatkan kerentanan individu untuk keuntungan, sebagaimana digambarkan oleh organisasi misterius di balik The Substance.

Produksi dan Penerimaan
Ditulis dan disutradarai oleh Coralie Fargeat (Revenge, 2017), The Substance terinspirasi oleh karya-karya body horror seperti The Fly (David Cronenberg) dan The Thing (John Carpenter), serta film psikologis seperti Mulholland Drive (David Lynch). Film ini menggunakan efek praktis seperti prostetik, boneka, dan sekitar 21.000 liter darah palsu untuk menciptakan visual yang mengganggu. Dengan durasi 141 menit, film ini dikategorikan untuk penonton 21+ karena adegan kekerasan (gore) dan ketelanjangan (yang disensor di beberapa negara seperti Indonesia).
The Substance tayang perdana di Festival Film Cannes pada 19 Mei 2024, menerima standing ovation selama 9-13 menit dan memenangkan Best Screenplay. Film ini juga meraih nominasi Palme d’Or, Best Cinematography di Toronto International Film Festival, dan lima nominasi di Golden Globe Awards 2025, dengan Demi Moore memenangkan Best Actress. Di Indonesia, film ini tayang mulai 16 Oktober 2024, menjadi film pembuka Jakarta World Cinema 2024 dan mendapat rating 91% dari kritikus di Rotten Tomatoes serta 7.8/10 di IMDb.

Kesimpulan
The Substance adalah perjalanan psikologis yang mengerikan dan provokatif tentang seorang aktris yang hancur karena obsesinya melawan penuaan. Dengan visual yang mencolok, performa luar biasa dari Demi Moore dan Margaret Qualley, serta narasi yang kaya akan satir sosial, film ini berhasil menggabungkan body horror dengan kritik mendalam terhadap budaya kecantikan dan industri hiburan. Namun, adegan-adegan grafisnya mungkin tidak cocok untuk semua penonton, menjadikannya pengalaman yang mengguncang sekaligus menggugah.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank