
Community Rating






The Substance
-
Konten Kekerasan dan Grafis: Film ini mengandung adegan kekerasan ekstrem, termasuk transformasi tubuh yang mengerikan, semburan darah, dan penggambaran kerusakan fisik yang eksplisit. Adegan-adegan ini dapat menyebabkan trauma atau ketidaknyamanan emosional bagi penonton muda.
-
Adegan Dewasa dan Telanjang: Terdapat adegan ketelanjangan grafis dan konten seksual tersirat yang tidak sesuai untuk anak-anak, termasuk penggambaran tubuh dalam konteks non-seksual namun tetap eksplisit.
- Tema Berat dan Psikologis: Tema seperti krisis identitas, obsesi kecantikan, dan tekanan sosial terhadap perempuan disampaikan dengan cara yang kompleks dan gelap, yang mungkin sulit dipahami atau terlalu mengganggu bagi anak-anak. Film ini juga mengeksplorasi kehancuran mental dan fisik, yang tidak relevan untuk audiens muda.
-
Bahasa Kasar: Penggunaan bahasa kasar dalam dialog menambah ketidaksesuaian film ini untuk anak-anak.
-
Peringatan Resmi: Film ini memiliki rating MPAA R (Restricted) dan di Indonesia diberi label 21+, dengan peringatan khusus agar orang tua tidak membawa anak-anak menonton karena potensi dampak psikologis. Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa film ini dapat “mengganggu mental” bagi penonton yang tidak siap, apalagi anak-anak.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Terlengkap Film The Substance (2024)
Elisabeth Sparkle (Demi Moore) adalah seorang aktris Hollywood pemenang Piala Oscar yang pernah sangat terkenal, memiliki bintang di Hollywood Walk of Fame, dan menjadi pembawa acara aerobik televisi yang populer. Namun, di usianya yang ke-50, kariernya mulai meredup karena faktor penuaan. Pada hari ulang tahunnya, Elisabeth dipecat dari acara aerobiknya oleh produser misoginis bernama Harvey (Dennis Quaid), yang menganggapnya “terlalu tua” untuk menarik penonton dan ingin menggantinya dengan wajah yang lebih muda. Keputusan ini memperdalam kecemasan Elisabeth tentang penampilan dan relevansinya di industri yang kejam.
Setelah menerima paket The Substance dari sebuah lokasi misterius yang tampak kumuh di Los Angeles, Elisabeth menyuntikkan serum aktivator sekali pakai ke tubuhnya. Prosesnya mengerikan: tubuhnya mengalami transformasi yang menyakitkan, dan dari celah di punggungnya muncul Sue (Margaret Qualley), versi muda dan sempurna dari dirinya. Sue adalah perwujudan dari semua yang diinginkan masyarakat: cantik, energik, dan memikat. Elisabeth harus mematuhi aturan ketat dari organisasi di balik The Substance: ia dan Sue harus bergantian “hidup” setiap tujuh hari, dengan kesadaran mereka berpindah antara tubuh asli dan tubuh baru, sementara tubuh yang tidak aktif masuk ke dalam keadaan seperti mati suri.
Seiring waktu, hubungan antara Elisabeth dan Sue menjadi semakin tegang. Sue mulai melanggar aturan dengan memperpanjang waktu aktifnya, menyebabkan tubuh asli Elisabeth membusuk dan menua lebih cepat. Elisabeth, yang merasa dikhianati, menjadi kecanduan The Substance untuk mempertahankan ilusi kemudaan, meskipun efek sampingnya semakin mengerikan. Organisasi misterius di balik serum, yang berkomunikasi melalui panggilan telepon atau pesan tanpa wajah, tidak pernah mengungkapkan identitas mereka, tetapi terus mendorong Elisabeth untuk melanjutkan penggunaan serum tanpa memperingatkan bahayanya, seolah memanfaatkan kerentanannya untuk keuntungan mereka.
Ketegangan antara Elisabeth dan Sue mencapai puncak ketika Sue, yang ingin hidup sepenuhnya tanpa Elisabeth, nekat membunuh tubuh asli Elisabeth. Namun, tindakan ini justru mempercepat kehancuran tubuh Sue, karena tubuh baru bergantung pada zat yang mengalir di tubuh Elisabeth. Dalam keputusasaan, Sue menggunakan kembali serum aktivator, yang menghasilkan transformasi mengerikan: gabungan aneh antara Elisabeth dan Sue, dengan wajah Elisabeth terperangkap di tubuh Sue yang rusak. Penampilan baru ini dianggap sebagai “monster” oleh masyarakat, dan Sue terpaksa melarikan diri dari acara Tahun Baru yang ia bawakan.
The Substance bukan sekadar film horor, tetapi juga kritik tajam terhadap tekanan sosial yang dihadapi perempuan, terutama di industri hiburan, untuk tetap muda dan cantik. Film ini menggali tema identitas, harga diri, dan standar kecantikan yang tidak realistis, menunjukkan bagaimana masyarakat menghargai penampilan luar di atas nilai intrinsik seseorang. Melalui Elisabeth dan Sue, Fargeat mengilustrasikan bahwa musuh terbesar seseorang sering kali adalah dirinya sendiri, terutama ketika dipengaruhi oleh ekspektasi eksternal. Film ini juga menyindir industri yang memanfaatkan kerentanan individu untuk keuntungan, sebagaimana digambarkan oleh organisasi misterius di balik The Substance.
Ditulis dan disutradarai oleh Coralie Fargeat (Revenge, 2017), The Substance terinspirasi oleh karya-karya body horror seperti The Fly (David Cronenberg) dan The Thing (John Carpenter), serta film psikologis seperti Mulholland Drive (David Lynch). Film ini menggunakan efek praktis seperti prostetik, boneka, dan sekitar 21.000 liter darah palsu untuk menciptakan visual yang mengganggu. Dengan durasi 141 menit, film ini dikategorikan untuk penonton 21+ karena adegan kekerasan (gore) dan ketelanjangan (yang disensor di beberapa negara seperti Indonesia).
The Substance adalah perjalanan psikologis yang mengerikan dan provokatif tentang seorang aktris yang hancur karena obsesinya melawan penuaan. Dengan visual yang mencolok, performa luar biasa dari Demi Moore dan Margaret Qualley, serta narasi yang kaya akan satir sosial, film ini berhasil menggabungkan body horror dengan kritik mendalam terhadap budaya kecantikan dan industri hiburan. Namun, adegan-adegan grafisnya mungkin tidak cocok untuk semua penonton, menjadikannya pengalaman yang mengguncang sekaligus menggugah.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Over the Moon
- Film
Wish
Community Rating




