The Ritual

The Ritual

“The Ritual” adalah film horor psikologis Inggris yang disutradarai oleh David Bruckner, berdasarkan novel karya Adam Nevill. Film ini mengisahkan empat teman—Luke, Phil, Hutch, dan Dom—yang melakukan perjalanan hiking di hutan terpencil di Swedia untuk menghormati teman mereka yang meninggal. Saat mereka tersesat, mereka menemukan simbol-simbol kuno, ritual misterius, dan makhluk supernatural yang mengerikan. Suasana film ini gelap, menegangkan, dan penuh dengan elemen horor psikologis serta mitologi Nordik, dengan fokus pada ketegangan antar karakter, rasa bersalah, dan teror supernatural.

Kecocokan dengan Anak:

Film ini tidak cocok untuk anak-anak. “The Ritual” memiliki rating R (dewasa) karena mengandung:
  • Kekerasan grafis: Adegan berdarah dan mengerikan, termasuk kematian yang brutal.
  • Konten menakutkan: Makhluk supernatural, ritual okultisme, dan suasana mencekam yang dapat menyebabkan ketakutan.
  • Bahasa kasar: Penggunaan kata-kata vulgar.
  • Tema dewasa: Fokus pada trauma psikologis, rasa bersalah, dan konflik interpersonal yang kompleks.

Film ini lebih sesuai untuk penonton dewasa (17 tahun ke atas) yang menyukai horor psikologis. Untuk anak-anak, film ini dapat menyebabkan ketakutan berlebih atau trauma karena kontennya yang intens. Jika mencari alternatif untuk anak, pilihlah film petualangan atau fantasi ringan dengan rating PG atau PG-13, seperti “Harry Potter” atau “The Secret Life of Pets”.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

The Ritual bercerita tentang sekelompok teman yang tersesat di hutan Swedia setelah salah satu sahabat mereka meninggal. Di hutan, mereka dihantui oleh makhluk misterius yang ternyata berasal dari mitologi Nordik. Film ini penuh dengan atmosfer mencekam dan adegan horor psikologis yang cukup intens. Jelas banget, film ini bukan untuk anak-anak. Saya sarankan usia 17 tahun ke atas, itupun kalau mereka sudah terbiasa dengan horor. Adegan kekerasannya cukup grafis, ada darah, mayat, dan pembunuhan. Ada juga adegan mabuk-mabukan dan tokoh utama yang merokok. Bahasanya juga kasar, banyak sumpah serapah. Pesan positifnya sedikit, tapi ada: tentang pentingnya mengatasi rasa bersalah dan trauma. Tokoh utama harus menghadapi ketakutannya sendiri. Tapi sayang, pesan ini tenggelam dalam horor yang dominan. Orang tua wajib waspada sama kekerasan, bahasa kasar, dan atmosfer mencekam yang bisa bikin mimpi buruk. Adegan seksual tidak ada, tapi ada sedikit ketelanjangan (bukan seksual). Keberagaman juga tidak tergambar di sini, semua pemain berkulit putih. Kesimpulannya: Saya tidak merekomendasikan film ini untuk anak-anak atau remaja di bawah 17 tahun. Lebih baik cari tontonan horor yang lebih ringan kalau anak penasaran.

About Writer