The Living Remain
Sinopsis dan Cerita
Mekanik dan Gameplay
-
Pertarungan Realistis: Pemain harus membidik secara manual melalui iron sights dari berbagai senjata api seperti pistol, senapan serbu, dan shotgun. Terdapat juga opsi pertarungan jarak dekat menggunakan pisau.
-
Sistem Crafting (Pembuatan Barang): Salah satu fitur uniknya adalah pemain harus memulung “filamen” di sekitar lingkungan game. Filamen ini digunakan pada printer 3D yang tersebar di dunia game untuk membuat amunisi, serta memodifikasi senjata (menambahkan grip, peluru ekstra, atau bidikan red dot).
-
Fisika Lingkungan: Pemain dapat memecahkan kaca dengan tangan, mendorong objek, memanjat, dan menyelesaikan berbagai teka-teki yang mengharuskan interaksi tangan langsung di ruang virtual.
Kecocokan dengan Anak-Anak
-
Kekerasan Intens dan Gore (Darah): Ini adalah game tentang bertahan hidup dari serangan zombie. Pemain secara aktif menembak, menusuk, dan menghancurkan tubuh zombie dari sudut pandang orang pertama. Cipratan darah dan tingkat kebrutalan dalam game ini sangat tinggi dan eksplisit.
-
Imersi VR yang Mencekam (Jump Scares): Ketakutan dalam game VR terasa jauh lebih nyata dibandingkan game layar datar. Berada di lingkungan yang gelap (seperti selokan bawah tanah), mendengar suara erangan zombie di sekitar, dan diserang secara tiba-tiba bisa memicu kepanikan, trauma, dan mimpi buruk pada anak-anak.
-
Penggunaan Bahasa Kasar: Dialog dalam game, mengingat latarnya yang penuh tekanan dan keputusasaan, mengandung bahasa kasar dan umpatan yang ditujukan untuk audiens dewasa.
-
Dampak Fisik VR: Produsen perangkat VR secara umum tidak menyarankan penggunaan headset (seperti Meta Quest) untuk anak di bawah usia 10-13 tahun karena dapat mengganggu perkembangan penglihatan dan memicu motion sickness (mual). Game ini menggunakan sistem pergerakan bebas (full locomotion) yang cukup intens dan rentan membuat pusing.
Rangkuman Game The Living Remain
The Living Remain adalah game bergenre action, adventure, indie yang bisa menjadi pilihan menarik bagi pemain yang sedang mencari pengalaman baru di Steam. Game ini dikembangkan oleh Five Finger Studios dan diterbitkan oleh Five Finger Studios, sehingga pembaca bisa melihat dengan jelas siapa pihak di balik pengembangan dan distribusinya.
Dari sisi pengalaman bermain, The Living Remain menonjol lewat aksi, eksplorasi, dan rangkaian tantangan yang mudah memancing rasa penasaran. Deskripsi resminya mengarah pada gambaran berikut: Built from the ground up by a two person team, The Living Remain is a virtual reality first person adventure shooter where players immerse themselves in a new world where the undead have taken over. You must survive the horde of undead using an arsenal of weapons in a story driven campaign loaded with a variety of interactive environments. Explore, scavenge, and collect filament to craft ammo and upgrade a variety of weapons. You are playing as Grant Montgomery, a former military soldier who has been separated from his family. Now he is searching for them in a post apocalyptic world where pockets of remaining humans are surviving within protected compounds, while the undead roam freely. He comes across a group of survivors, one of them is Alex, and she quickly becomes. Dengan begitu, pemain dapat menilai apakah konsep, tempo, dan gaya bermainnya sesuai dengan preferensi pribadi.
Artikel ini dibuat sebagai panduan singkat dalam bahasa Indonesia, bukan salinan langsung dari halaman Steam. Fokusnya adalah membantu pembaca memahami gambaran utama game, mulai dari genre, developer, publisher, harga, tanggal rilis, sampai spesifikasi minimum yang perlu diperhatikan.
Detail Informasi
- Genre: Action, Adventure, Indie
- Developer: Five Finger Studios
- Publisher: Five Finger Studios
- Release: 27 Mar, 2025
- Price: S$18.50
- Source: Steam Store
Seperti Apa Gameplay-nya?
Kalau kamu menyukai game dengan nuansa action, adventure, indie, The Living Remain layak masuk daftar yang perlu dicek lebih lanjut. Daya tariknya tidak hanya datang dari label genre, tetapi juga dari bagaimana permainan membangun ritme, tantangan, dan rasa penasaran di setiap sesi.
Untuk pemain baru, cara paling aman adalah melihat screenshot, trailer, serta ulasan pengguna terbaru sebelum mengambil keputusan. Langkah ini membantu memastikan apakah visual, kontrol, tingkat kesulitan, dan struktur permainan sesuai dengan ekspektasi.
Jika game ini memiliki fitur online, co-op, atau komunitas aktif, periksa juga kondisi server dan pembaruan dari pengembang. Untuk pengalaman single-player, fokuskan penilaian pada variasi konten, kualitas progression, serta kenyamanan bermain dalam sesi pendek maupun panjang.
Spesifikasi Minimum
Requires a 64-bit processor and operating system OS: Windows 10 Processor: Intel i5-4590 / AMD Ryzen 5 1500X or greater Memory: 8 GB RAM Graphics: NVIDIA GTX 970 / AMD Radeon R9 290 or greater DirectX: Version 11 Network: Broadband Internet connection Storage: 16 GB available space VR Support: SteamVR or Oculus PC. Standing or Room Scale
FAQ The Living Remain
Apakah The Living Remain tersedia di Steam?
Ya, informasi artikel ini dirangkum dari halaman Steam Store resmi [[Steam Store]](https://store.steampowered.com/app/594220/).
Berapa harga The Living Remain?
Harga yang tercatat adalah S$18.50. Harga dapat berubah tergantung wilayah, diskon, dan kebijakan Steam.
Siapa developer dan publisher game ini?
Developer: Five Finger Studios. Publisher: Five Finger Studios.
Apakah spesifikasi minimum wajib dipenuhi?
Ya. Spesifikasi minimum adalah patokan dasar agar game dapat berjalan, meski pengalaman yang lebih stabil biasanya membutuhkan perangkat di atas batas minimum.
Apakah artikel ini copy-paste dari Steam?
Tidak. Artikel ini merupakan rangkuman baru dalam bahasa Indonesia berdasarkan data resmi Steam.




