Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Terrifier 3

Terrifier 3 adalah film horor slasher Amerika Serikat tahun 2024 yang disutradarai dan ditulis oleh Damien Leone. Film ini merupakan sekuel dari Terrifier 2 dan bagian ketiga dari franchise Terrifier. Berlatar waktu Natal, film ini mengikuti Sienna Shaw (Lauren LaVera) yang berusaha pulih dari trauma masa lalu setelah peristiwa pembantaian di Terrifier 2. Namun, Art the Clown (David Howard Thornton), pembunuh sadis berpakaian badut, kembali bersama sekutunya, Victoria Heyes (Samantha Scaffidi), untuk meneror Sienna dan warga Miles County. Film ini menampilkan kekerasan ekstrem, pembunuhan berdarah-darah, dan efek gore yang sangat grafis, dengan Art menggunakan berbagai alat seperti kapak, gergaji mesin, dan bahan peledak untuk melakukan pembantaian. Cerita juga mengeksplorasi elemen supernatural, termasuk posesif demonik, dan memiliki nuansa gelap yang menggabungkan komedi hitam dengan horor sadis.
Kecocokan dengan Anak
Terrifier 3 sama sekali tidak cocok untuk anak-anak. Film ini mengandung kekerasan grafis yang sangat ekstrem, termasuk pemotongan tubuh, mutilasi, dan pembunuhan anak-anak yang meskipun sebagian terjadi di luar layar, tetap menampilkan akibat yang sangat mengerikan (misalnya, tubuh anak yang terpotong). Adegan-adegan seperti penggunaan gergaji mesin untuk menyiksa korban, tikus yang dimasukkan ke tubuh seseorang, dan penyiksaan sadis lainnya sangat mengganggu dan dapat menyebabkan trauma. Selain itu, ada konten seksual eksplisit, bahasa kasar, dan elemen supernatural yang menyeramkan. Di Amerika Serikat, film ini tidak diberi rating resmi (unrated), tetapi dianggap setara dengan NC-17 karena kontennya yang brutal. Di Inggris, film ini diberi rating 18 oleh BBFC karena “kekerasan berdarah yang kuat dan detail luka yang mengerikan.” Banyak penggemar horor bahkan mengkritik orang tua yang membawa anak-anak ke penayangan, dengan laporan bahwa beberapa penonton merasa mual atau pingsan. Oleh karena itu, film ini hanya ditujukan untuk penonton dewasa (18 tahun ke atas) yang menyukai horor ekstrem dan tahan terhadap konten grafis.
Saran untuk Orang Tua
Orang tua harus benar-benar menghindari membawa anak-anak atau remaja di bawah 18 tahun untuk menonton Terrifier 3. Bahkan untuk remaja yang menyukai horor, film ini bisa terlalu intens dan berpotensi merusak karena tingkat kekerasan dan sadisme yang tidak biasa. Jika ingin memastikan, orang tua disarankan menonton film ini terlebih dahulu untuk menilai sendiri.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Lengkap Terrifier 3

Terrifier 3 adalah film slasher horor Amerika Serikat tahun 2024 yang ditulis, disutradarai, dan diproduksi bersama oleh Damien Leone. Sebagai sekuel dari Terrifier 2 (2022) dan bagian ketiga dari waralaba Terrifier, film ini menghadirkan kembali teror mengerikan dari Art the Clown, badut psikopat yang telah menjadi ikon horor modern. Dengan latar musim Natal yang kontras dengan kekerasan ekstrem, film berdurasi 125 menit ini menawarkan kombinasi gore, horor psikologis, dan eksplorasi trauma yang mendalam. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia:
Latar Cerita dan Awal Mula Teror
Film dimulai dengan kelanjutan peristiwa mengerikan dari Terrifier 2. Setelah dipenggal oleh Sienna Shaw (Lauren LaVera), Art the Clown (David Howard Thornton) yang tampaknya tak bisa mati kembali bangkit dengan cara yang mengerikan. Dalam keadaan tanpa kepala, Art mencuri kepala seorang polisi dan melanjutkan rencananya untuk menebar teror. Sementara itu, Victoria Heyes (Samantha Scaffidi), yang kini dirasuki oleh entitas jahat yang dikenal sebagai Little Pale Girl, melahirkan dalam kondisi yang mengerikan di rumah sakit jiwa. Bersama-sama, Art dan Victoria, yang kini menjadi kaki tangannya, membunuh perawat dan penjaga rumah sakit sebelum melarikan diri untuk memulai pembantaian baru.
Lima tahun setelah peristiwa Terrifier 2, Sienna Shaw, protagonis yang selamat dari teror Art, dibebaskan dari pusat kesehatan mental. Ia berusaha membangun kembali hidupnya bersama bibinya, Jess, dan keluarganya di sebuah kota kecil di Miles County. Namun, Sienna masih dihantui trauma mendalam, termasuk rasa bersalah atas kematian sahabatnya, Brooke, dan pengalaman mengerikan melawan Art. Sienna berjuang untuk menjalin kembali hubungan dengan adiknya, Jonathan (Elliott Fullam), yang kini kuliah dan juga berusaha melupakan masa lalu kelam mereka. Sementara itu, musim Natal yang seharusnya penuh kehangatan justru menjadi latar bagi kembalinya Art the Clown, yang kini mengenakan kostum Santa Claus untuk memperkuat terornya.
Peningkatan Teror dan Perjuangan Sienna
Art the Clown, dengan kekuatan supranatural yang semakin jelas, memulai pembantaian sadis di Miles County. Salah satu adegan pembuka yang kontroversial menunjukkan Art membantai sebuah keluarga menjelang Natal, menetapkan nada brutal untuk film ini. Dengan Victoria sebagai sekutunya, Art menargetkan Sienna dan Jonathan, yang ia anggap sebagai ancaman setelah berhasil selamat dari teror sebelumnya. Film ini memperkenalkan beberapa karakter baru, seperti Cole dan Mia, teman sekamar Jonathan di universitas, yang menjadi korban Art dalam adegan pembunuhan berdarah menggunakan gergaji mesin.
Sienna, yang masih memproses trauma masa lalunya, mulai mencurigai bahwa Art masih hidup setelah menerima surat misterius dari Art selama masa rawat inapnya di rumah sakit jiwa. Surat tersebut mengisyaratkan bahwa Art adalah pembunuh yang bekerja dengan entitas iblis yang merasuki inang seperti Victoria. Bertekad untuk menghentikan Art, Sienna berencana kembali ke atraksi rumah hantu Terrifier untuk mengambil pedang milik ayahnya, yang ia yakini memiliki kekuatan untuk melawan Art. Namun, setiap langkah yang diambil Sienna membawanya lebih dekat ke bahaya, karena Art selalu selangkah di depan dengan trik-trik sadisnya.
Eksplorasi Tema dan Karakter
Selain kekerasan ekstrem yang menjadi ciri khas waralaba Terrifier, film ketiga ini mengeksplorasi tema trauma dan ketahanan mental melalui perjalanan Sienna. Lauren LaVera menghidupkan Sienna sebagai “final girl” yang penuh emosi, menunjukkan pergulatan batinnya antara ketakutan, rasa bersalah, dan tekad untuk melindungi keluarganya. Jonathan juga memainkan peran penting, membantu Sienna mengungkap asal-usul kekuatan supranatural Art, meskipun hal ini menjadikannya target utama. Victoria Heyes, yang sebelumnya kurang dieksplorasi, kini menjadi antagonis yang menakutkan, dengan perkembangan karakter yang memperlihatkan transformasinya menjadi sekutu Art.
Art the Clown sendiri tetap menjadi pusat kengerian. Dengan ekspresi pantomim yang tak bersuara, David Howard Thornton menghidupkan karakter ini dengan kombinasi humor gelap dan kebrutalan yang mengerikan. Adegan-adegan pembunuhan dirancang dengan efek praktis yang realistis, seperti organ tubuh yang dijadikan dekorasi pohon Natal atau pembantaian di mal, menjadikan Terrifier 3 salah satu film slasher paling sadis dalam beberapa tahun terakhir. Film ini juga memberikan petunjuk tentang asal-usul Art, mengisyaratkan bahwa ia bukan sekadar manusia, melainkan makhluk supranatural dengan misi gelap yang melibatkan kekuatan iblis.
Puncak Konflik dan Dampak Visual
Sienna dan Jonathan berjuang untuk bertahan hidup saat Art dan Victoria semakin mendekat. Film ini menghadirkan beberapa adegan ikonik yang terinspirasi dari klasik horor seperti Psycho (1960), Scarface (1983), dan The Shining (1980), termasuk adegan kamar mandi yang mengerikan dan pembunuhan di mal yang penuh darah. Meskipun alur cerita terkadang terasa lambat karena pengembangan mitologi yang kompleks, kekuatan Terrifier 3 terletak pada eksekusi teknisnya. Sinematografi menggunakan lensa anamorfik Panavision memberikan nuansa seperti film horor klasik John Carpenter, sementara efek praktis dan desain produksi bertema Natal yang grotesk menciptakan pengalaman visual yang mengganggu.
Puncak film ini membawa Sienna ke konfrontasi langsung dengan Art, di mana ia harus menghadapi ketakutannya untuk melindungi keluarganya. Namun, seperti waralaba Terrifier sebelumnya, film ini meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab, menyiapkan panggung untuk Terrifier 4. Endingnya memperkuat bahwa Art adalah kekuatan yang hampir tak terhentikan, sementara Sienna terus berjuang sebagai simbol ketahanan melawan kejahatan.
Fakta dan Reaksi Penonton
Terrifier 3 tayang perdana di Fantastic Fest pada 19 September 2024 dan dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 11 Oktober 2024. Film ini sukses besar di box office, meraup $55,1 juta secara global dengan anggaran hanya $2 juta, menjadikannya film tanpa rating (unrated) terlaris sepanjang masa, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh film konser Beyoncé. Namun, kekerasan ekstrem dalam film ini memicu reaksi kuat; di Inggris, 11 penonton walk out saat pemutaran perdana, dengan beberapa dilaporkan muntah karena adegan pembuka yang sadis. Di Perancis, film ini dilarang untuk penonton di bawah 18 tahun karena kontennya yang kontroversial.
Kesimpulan
Terrifier 3 adalah sajian horor slasher yang brutal dan tanpa kompromi, cocok untuk penggemar genre ekstrem yang menikmati kekerasan visual dan teror psikologis. Meskipun narasinya terkadang tersandung oleh mitologi yang rumit, film ini unggul dalam performa aktor, efek praktis, dan kreativitas pembunuhan yang inovatif. Dengan tema Natal yang berdarah dan fokus pada trauma Sienna, Terrifier 3 tidak hanya mempertahankan reputasi waralaba sebagai salah satu yang paling sadis, tetapi juga menambah lapisan emosional yang membuatnya lebih dari sekadar film gore. Film ini tersedia di beberapa platform streaming dan wajib ditonton bagi penggemar horor yang siap menghadapi kengerian Art the Clown.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank