Telegram
- 2013
- 12+
- Telegram FZ-LLC
-
Konten Tidak Pantas: Telegram tidak memiliki filter konten yang ketat, sehingga anak-anak berisiko terpapar materi yang tidak sesuai dengan usia mereka, seperti gambar eksplisit atau kekerasan, terutama di grup publik yang minim moderasi.
-
Kontak dengan Orang Asing: Fitur seperti “People Nearby” memungkinkan pengguna menemukan dan berkomunikasi dengan orang di sekitar mereka berdasarkan lokasi. Hal ini meningkatkan risiko anak berinteraksi dengan orang asing yang mungkin memiliki niat buruk, seperti penipu atau predator.
-
Privasi dan Berbagi Informasi: Anak-anak yang kurang paham tentang keamanan online mungkin secara tidak sengaja membagikan informasi pribadi. Selain itu, pesan di “Secret Chats” yang bisa menghilang dapat menyulitkan orang tua untuk memantau aktivitas anak.
-
Ketiadaan Kontrol Orang Tua: Telegram tidak menyediakan fitur kontrol orang tua bawaan, sehingga sulit untuk membatasi atau mengawasi penggunaan aplikasi oleh anak-anak.
-
Komunikasi Terbuka: Diskusikan risiko online, seperti berinteraksi dengan orang asing atau membagikan informasi sensitif, dan ajarkan mereka untuk segera melapor jika menemukan sesuatu yang mengganggu.
-
Atur Pengaturan Privasi: Bantu anak mengatur privasi, seperti menyembunyikan nomor telepon, membatasi siapa yang bisa menghubungi mereka, dan menonaktifkan “People Nearby.”
-
Gunakan Aplikasi Pengawasan: Pertimbangkan aplikasi kontrol orang tua seperti Mobicip atau Qustodio untuk memantau dan membatasi penggunaan Telegram.
-
Alternatif yang Lebih Aman: Sarankan aplikasi yang dirancang khusus untuk anak-anak, seperti Messenger Kids, yang memiliki kontrol orang tua lebih baik.
Telegram adalah film drama komedi Indonesia yang mengikuti kisah seorang pemuda bernama Fikri yang tiba-tiba mendapat telepon dari seorang preman lokal yang meminta tolong untuk mengirimkan pesan terakhir kepada ibunya. Fikri, yang pada awalnya ragu, akhirnya setuju dan memulai perjalanan yang penuh dengan kejutan dan pertemuan dengan berbagai karakter unik. Sepanjang perjalanan, dia belajar tentang arti sebuah pesan, pengampunan, dan hubungan manusia yang kompleks. Konten ini kurang cocok untuk anak di bawah 13 tahun. Beberapa adegan kekerasan verbal dan fisik yang cukup intens, seperti pemukulan dan ancaman, bisa membuat anak-anak kecil takut. Ada juga dialog yang agak kasar, seperti makian ringan, yang bisa ditiru anak. Merokok dan alkohol muncul di beberapa adegan, meski tidak berlebihan. Namun, pesan positifnya kuat: pentingnya memaafkan, menghargai waktu bersama keluarga, dan bahwa setiap orang punya cerita yang layak didengar. Film ini juga menampilkan keberagaman karakter dari berbagai latar belakang sosial, yang bisa jadi bahan diskusi tentang toleransi. Orang tua perlu mendampingi anak remaja yang menonton, terutama untuk membahas adegan kekerasan dan bahasa kasar. Saran saya, film ini lebih cocok untuk remaja usia 13 tahun ke atas dengan bimbingan orang tua. Untuk anak di bawah itu, sebaiknya tunda dulu.




