
Community Rating






Tak Ingin Usai di Sini
Sinopsis “Tak Ingin Usai di Sini”
“Tak Ingin Usai di Sini” (juga dikenal dengan judul internasional October Rhapsody) adalah film drama romansa Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Robert Ronny, diproduksi oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment. Film ini dibintangi Bryan Domani sebagai K (Kawidra) dan Vanesha Prescilla sebagai Cream (Clarissa), dengan dukungan pemain seperti Rayn Wijaya dan Davina Karamoy. Cerita ini merupakan adaptasi dari film Korea Selatan More Than Blue (2009), yang mengangkat tema cinta tak terucap, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menghadapi kematian.Kisah dimulai dari masa SMA, ketika dua remaja yatim piatu—K dan Cream—saling bertemu dan menemukan kenyamanan satu sama lain di tengah duka kehilangan orang tua. K ditinggal kedua orang tuanya, sementara Cream juga mengalami hal serupa. Mereka yang sama-sama sebatang kara memutuskan untuk saling menguatkan, tinggal bersama (meski bukan saudara kandung), dan membangun kehidupan berdua. Persahabatan mereka berkembang menjadi ikatan yang sangat erat, hampir seperti keluarga.Sepanjang perjalanan hidup, mereka terus bersama: lulus SMA, kuliah di bidang yang sama (terkait pemasaran dan industri musik), bekerja di bidang musik yang menjadi passion bersama, hingga aktif sebagai volunteer di shelter hewan. Mereka saling melengkapi—K dengan sifatnya yang tenang dan protektif, Cream dengan keceriaan dan semangatnya meski di dalam hati rapuh karena trauma ditinggalkan. Di balik kehangatan sehari-hari, K diam-diam menyimpan perasaan cinta yang lebih dalam kepada Cream, tapi tak pernah diungkapkan karena takut merusak persahabatan mereka.Suatu hari, hidup K berubah drastis. Ia tiba-tiba pingsan dan didiagnosis menderita kanker (leukemia atau kanker stadium lanjut, dengan faktor genetik karena ayahnya juga meninggal karena kanker). Dokter memvonis bahwa ia hanya memiliki waktu sekitar satu tahun lagi. Alih-alih memberitahu Cream—yang sangat takut ditinggalkan lagi—K memilih menyembunyikan penyakitnya. Ia tak ingin Cream menderita kesedihan yang lebih dalam atau merasa kesepian setelah ia tiada.Dengan sisa waktu yang terbatas, K justru mendedikasikan energinya untuk “mempersiapkan” masa depan Cream. Ia berusaha mencarikan pasangan yang tepat untuk sahabatnya itu agar Cream tak sendirian lagi. K mendekatkan Cream dengan Armand (Rayn Wijaya), seorang dokter muda yang sedang patah hati karena ditinggal kekasihnya, Vero (Davina Karamoy). Melalui berbagai usaha halus, K mendorong Cream mendekat dengan Armand, sambil terus menyembunyikan rasa sakit fisik dan emosionalnya sendiri.Sepanjang cerita, penonton disuguhi kilas balik kebersamaan mereka, momen-momen manis penuh tawa, musik bersama, dan dukungan tanpa syarat. Namun, ada lapisan emosi yang menyedihkan: pengorbanan K yang memilih melepaskan cinta demi kebahagiaan Cream, ketakutan Cream akan kesepian, serta penyesalan yang muncul ketika rahasia mulai terkuak. Film ini mengeksplorasi bahwa cinta sejati tak selalu tentang memiliki, melainkan tentang mengutamakan kebahagiaan orang yang dicintai—bahkan jika itu berarti harus melepaskan dan pergi lebih dulu.Akhir cerita membawa haru yang mendalam, tentang rasa yang “tak ingin usai di sini”, tentang kenangan yang abadi, dan tentang keikhlasan dalam perpisahan.Kecocokan dengan Tontonan AnakFilm ini sangat tidak cocok untuk anak-anak atau tontonan keluarga dengan anak kecil. Alasannya:
- Tema utama berat: kematian orang tua, penyakit kanker terminal/stadium akhir, vonis umur pendek, dan persiapan menghadapi kematian.
- Ada elemen emosional yang sangat menyedihkan, haru, dan penuh air mata (drama sedih melodrama).
- Mengandung adegan kesedihan mendalam, pengorbanan cinta, serta pembahasan tentang kesepian dan kehilangan.
- Tidak ada konten kekerasan fisik eksplisit atau adegan dewasa berlebihan, tapi intensitas emosi dan topik kematian membuatnya lebih sesuai untuk remaja akhir (17+) atau dewasa.
- Rating resmi biasanya 13+ atau 17+ (karena tema kesehatan dan kematian), dan banyak review menyebutnya sebagai film yang “mengharukan” serta “bikin nangis”.
Jika untuk anak di bawah 15 tahun, lebih baik hindari karena bisa terlalu berat secara emosional dan memunculkan ketakutan atau kesedihan berlebih terkait kehilangan. Cocok untuk penonton dewasa yang suka drama romansa tragis dengan pesan tentang cinta dan pengorbanan.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
Sing
- Film
The Incredibles
- Film
Tangled
- Film
Wish
Community Rating




