Community Rating






Rumah Dinas Bapak
- Konten Horor: Meskipun horor dalam film ini tergolong “tipis” (seperti disebutkan dalam ulasan pengguna X), terdapat adegan penampakan hantu, suara misterius, dan suasana mencekam yang bisa menakutkan bagi anak-anak di bawah 13 tahun, terutama yang sensitif terhadap tema gaib atau suasana gelap. Contohnya, sosok hantu seperti Mimin (wanita hamil yang meninggal di penjara) mungkin terlalu intens untuk anak kecil.
- Unsur Komedi: Elemen komedi yang ringan dan jenaka, seperti interaksi lucu antar karakter (misalnya tingkah Kasno yang jahil atau dialog khas Dodit), bisa menghibur anak-anak yang lebih besar (remaja). Namun, humor ini mungkin kurang dipahami atau terasa datar bagi anak yang lebih kecil karena beberapa lelucon bersifat kontekstual atau nostalgia.
- Pesan Moral: Film ini menawarkan nilai positif seperti keberanian Dodit kecil dalam menghadapi ketakutan dan pentingnya kekompakan keluarga, yang bisa menjadi pelajaran baik untuk anak-anak. Namun, pesan ini lebih mudah dipahami oleh remaja yang sudah memiliki pemikiran kritis dibandingkan anak-anak usia dini.
- Durasi dan Alur: Dengan durasi 1 jam 33 menit, film ini cukup singkat dan alurnya sederhana, sehingga tidak terlalu sulit diikuti oleh remaja. Namun, anak-anak yang lebih kecil mungkin kehilangan fokus karena beberapa bagian cerita membutuhkan perhatian pada detail mistis atau latar belakang sejarah rumah.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Film Rumah Dinas Bapak
Rumah Dinas Bapak adalah film horor komedi Indonesia yang mengisahkan pengalaman mistis keluarga Dodit Mulyanto saat tinggal di rumah dinas ayahnya di tengah hutan jati pada era 1990-an. Film ini diangkat dari kisah nyata yang pernah dibagikan Dodit melalui utas di platform X dan episode spesial podcast horor Do You See What I See. Disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan diproduksi oleh Starvision, film ini memadukan ketegangan horor dengan humor khas stand-up comedy, menciptakan pengalaman menonton yang mendebarkan sekaligus menghibur.
Cerita berpusat pada keluarga Bapak, seorang mantri hutan (polisi hutan) yang diperankan oleh Dodit Mulyanto, yang mendapat tugas baru di kawasan hutan jati di Kabupaten Blitar. Karena tugasnya, Bapak harus pindah ke rumah dinas yang terletak di lokasi terpencil, dan keluarganya—Ibu (Putri Ayudya), Mbak Lis (Yasamin Jasem), Mas Dewo (Elang El Gibran), dan Dodit kecil (Octavianus Fransiskus)—terpaksa ikut serta. Kepindahan ini awalnya dimotivasi oleh keinginan Dodit kecil untuk mendapatkan mainan Tamiya sebagai imbalan jika ayahnya naik jabatan, tetapi mereka tidak menyangka bahwa rumah dinas tersebut menyimpan rahasia kelam.
Rumah dinas yang mereka tempati memiliki sejarah mengerikan. Di halamannya terdapat bangunan bekas penjara tua peninggalan Belanda, yang konon digunakan untuk menghukum blandong (pencuri kayu atau pembalak liar) pada masa kolonial. Penjara ini menyimpan kisah tragis yang membuat rumah tersebut dikenal angker. Sejak hari pertama, keluarga mulai merasakan keanehan, seperti suara-suara misterius dan hawa tidak nyaman, terutama pada malam Jumat Kliwon, hari yang dipercaya memiliki energi mistis kuat dalam kalender Jawa.
Teror gaib semakin intens seiring waktu. Ibu, Mbak Lis, dan Mas Dewo menjadi sasaran utama gangguan, mulai dari penampakan sosok perempuan hamil yang menyeramkan hingga kejadian-kejadian yang mengancam jiwa. Bahkan, dua anak buah Bapak, Sugeng (Sadana Agung) dan Kasno (Fajar Nugra), yang bertugas berpatroli di hutan, juga tidak luput dari gangguan makhluk halus. Situasi semakin mencekam ketika bayi keluarga tiba-tiba menghilang, memaksa keluarga dan warga setempat bekerja sama untuk mencarinya sambil berhadapan dengan teror supranatural yang semakin ganas.
Di tengah ketakutan yang melanda, Dodit kecil justru menunjukkan rasa penasaran yang besar. Mengesampingkan rasa takut, ia bertekad mencari tahu asal-usul gangguan di rumah dinas tersebut. Petualangannya membawa penonton menyelami misteri penjara tua dan kisah tragis yang terkait dengannya. Apakah Dodit berhasil mengungkap rahasia di balik teror gaib tersebut? Bisakah keluarga ini bertahan hidup di tengah ancaman yang semakin membahayakan, atau akankah mereka menemukan cara untuk berdamai dengan “penghuni” rumah dinas?
Film ini menonjol dengan perpaduan horor yang menegangkan dan komedi yang cerdas. Humor dalam film tidak mengandalkan slapstick, melainkan dialog jenaka yang mencerminkan gaya stand-up comedy Dodit Mulyanto, terutama melalui celetukan kocak dari Sugeng dan Kasno. Atmosfer horor dibangun dengan apik melalui pengaturan rumah tua dan hutan jati yang mencekam, ditambah efek visual hantu yang cukup menyeramkan, seperti sosok perempuan hamil yang menjadi ikon teror dalam film. Latar waktu 1990-an memberikan sentuhan nostalgia, dengan detail otentik seperti mainan Tamiya dan suasana pedesaan.
Rumah Dinas Bapak tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga kehangatan keluarga di tengah situasi menyeramkan. Film ini didedikasikan Dodit untuk mendiang ayahnya, yang meninggal pada Februari 2023, sebagai penghormatan atas perjuangan sang ayah sebagai mantri hutan. Dengan durasi 1 jam 33 menit, film ini menghadirkan pengalaman yang seru, lucu, dan penuh nostalgia, cocok untuk penggemar horor yang ingin sesekali tertawa.
Pemain Utama:
- Dodit Mulyanto sebagai Bapak
- Putri Ayudya sebagai Ibu
- Yasamin Jasem sebagai Mbak Lis
- Elang El Gibran sebagai Mas Dewo
- Octavianus Fransiskus sebagai Dodit kecil
- Sadana Agung sebagai Sugeng
- Fajar Nugra sebagai Kasno
- Rukman Rosadi sebagai Mbah Slamet
Informasi Tambahan:
- Sutradara: Bobby Prasetyo
- Produser: Chand Parwez Servia, Riza
- Durasi: 1 jam 33 menit
- Tanggal Rilis: 8 Agustus 2024 (bioskop), 12 Desember 2024 (Netflix)
- Lokasi Syuting: Hutan Jati, Ngawen, Blora, Jawa Tengah
- Rating IMDb: 5.9/10 (sebagai Father’s Haunted House)
Lihat Film Lain
Produk Terkait
Community Rating





