Queen and Country
Sinopsis Film “Queen and Country” (2014)
“Queen and Country” adalah film drama Inggris yang disutradarai dan ditulis oleh John Boorman, sekaligus menjadi sekuel dari film semi-autobiografinya yang terkenal, Hope and Glory (1987). Cerita berlatar awal tahun 1950-an di Inggris pasca-Perang Dunia II, tepatnya saat masa National Service (wajib militer) dan Perang Korea sedang berlangsung.
Tokoh utama adalah Bill Rohan (diperankan oleh Callum Turner), yang dulu adalah anak kecil dalam Hope and Glory. Kini dia sudah berusia 18 tahun, tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah sederhana di Pulau Pharaoh di Sungai Thames. Bill menerima surat panggilan wajib militer selama dua tahun, sesuatu yang dia lakukan dengan enggan karena tidak tertarik berperang atau kehidupan militer. Dia kemudian bertemu dengan Percy (Caleb Landry Jones), teman sekamar dan sahabat barunya yang eksentrik, pemberontak, suka bikin onar, hedonis, dan sangat anti-otoritas.
Keduanya menjalani pelatihan dasar militer yang ketat, tapi beruntung (atau sial, tergantung sudut pandang) tidak dikirim ke medan perang Korea. Sebaliknya, mereka dipromosikan menjadi instruktur mengetik (typing instructors) di kamp militer itu sendiri. Di sini mereka harus berurusan dengan atasan yang sangat disiplin dan keras kepala, terutama Sergeant Major Bradley (David Thewlis), seorang perwira yang obsesif dengan aturan kecil-kecilan seperti kancing baju yang terbuka atau rambut yang tidak rapi. Bradley sering melaporkan pelanggaran kecil kepada atasan, menciptakan suasana tegang dan absurd di kamp.
Sepanjang masa tugasnya, Bill dan Percy lebih banyak menghabiskan waktu untuk melawan kebosanan dan otoritas militer yang kaku daripada benar-benar bertempur. Mereka sering mencari pelarian di luar kamp: pergi ke kota, menonton film, dan terutama mencari perempuan. Bill jatuh cinta pada seorang gadis cantik dari kalangan atas bernama Ophelia (Tamsin Egerton), yang misterius, moody, dan agak sulit didekati. Sementara Percy lebih santai dan menikmati hubungan dengan gadis-gadis lain, termasuk mahasiswi keperawatan yang ceria. Cerita juga menyoroti dinamika keluarga Bill: ibunya yang eksentrik, ayahnya yang pendiam, dan saudarinya yang bermasalah.
Film ini menggambarkan masa transisi Bill dari remaja menjadi dewasa di tengah masyarakat Inggris yang sedang berubah—dari masa pemerintahan Raja George VI menuju Ratu Elizabeth II yang baru naik tahta, melambangkan peralihan era. Ada banyak elemen humor satir terhadap birokrasi militer Inggris yang kaku, absurditas aturan, serta kritik halus terhadap nilai-nilai tradisional “Queen and Country” (Ratu dan Negara) yang mulai dipertanyakan generasi muda pasca-perang. Secara keseluruhan, ini adalah cerita coming-of-age yang penuh nostalgia, ringan tapi mendalam, dengan sentuhan komedi dan drama tentang persahabatan, cinta pertama, pemberontakan kecil, serta pencarian identitas di masa yang penuh ketidakpastian.
Kecocokan dengan Tontonan Anak
Film ini tidak cocok untuk anak-anak kecil dan lebih ditujukan untuk penonton remaja akhir (late teens) atau dewasa. Berikut rinciannya:
- Rating resmi: Tidak memiliki rating MPAA resmi (NR/Not Rated di AS), tapi dianggap setara dengan R atau 18+ di beberapa negara karena konten dewasa. Di Inggris, biasanya 15+.
- Konten yang menjadi masalah:
- Bahasa kasar dan sumpah serapah cukup sering dan kuat (strong profanity).
- Adegan seks: Ada diskusi banyak tentang keperawanan, seks, dan hubungan intim. Ada satu adegan seks yang eksplisit (meski tidak terlalu grafis), plus nudity singkat (payudara wanita atas dan nudity punggung/penuh dari belakang).
- Minum alkohol dan merokok cukup sering ditampilkan.
- Tema dewasa: Kehilangan keperawanan, hubungan seksual, pemberontakan terhadap otoritas, serta elemen satir yang mungkin membingungkan anak kecil.
- Tidak ada kekerasan grafis perang (karena tokoh tidak ke medan tempur), tapi ada ketegangan emosional dan elemen yang “intense” terkait kehidupan militer.
Menurut panduan orang tua seperti Common Sense Media, film ini direkomendasikan untuk usia 16+ karena konten seksual, bahasa kasar, dan tema dewasa. Bukan film kekerasan atau horor, tapi jelas bukan tontonan keluarga ringan atau untuk anak di bawah umur 15 tahun.
Jika untuk remaja 16-17 tahun yang sudah cukup dewasa dan tertarik sejarah Inggris atau film coming-of-age, bisa dipertimbangkan dengan pengawasan. Tapi untuk anak kecil atau tontonan keluarga biasa, sangat tidak direkomendasikan.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film ini bercerita tentang Bill, seorang prajurit muda Inggris yang ditempatkan di London saat Perang Korea. Ceritanya lebih ke drama keseharian di barak, persahabatan, dan konflik dengan atasan. Cocok untuk remaja 14 tahun ke atas. Ada nilai positif soal persahabatan dan perjuangan mempertahankan prinsip. Tapi perlu waspada, karena ada adegan kekerasan ringan, banyak tokoh yang merokok, dan beberapa dialog yang agak kasar. Tidak ada adegan seksual, dan keberagaman ditampilkan cukup baik. Kesimpulannya, film ini oke untuk remaja, tapi dampingi anak remaja Anda karena tema perang dan kedewasaan yang diangkat.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!




