Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Qodrat

“Qodrat” adalah film horor aksi religi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Charles Gozali. Film ini mengisahkan Ustaz Qodrat (Vino G. Bastian), seorang ahli ruqyah yang gagal menyelamatkan anaknya sendiri, Alif Al-Fatanah, dari kerasukan setan bernama Assuala. Kegagalan ini membuatnya terpuruk dan mempertanyakan imannya. Ia kembali ke pesantren di desa Kober untuk mencari jawaban, tetapi mendapati desa tersebut dipenuhi gangguan supranatural, termasuk kerasukan yang dialami Alif Amri (Keanu Azka), anak Yasmin (Marsha Timothy), yang memiliki nama serupa dengan anaknya yang telah meninggal. Film ini memadukan elemen horor, aksi bela diri, dan drama keluarga, dengan pesan moral tentang iman, keikhlasan, dan perjuangan melawan kejahatan.

Kecocokan dengan Tontonan Anak

Film “Qodrat” tidak cocok untuk anak-anak. Berikut alasan utamanya:
  1. Konten Horor dan Kekerasan: Film ini mengandung adegan kerasukan, penampakan makhluk gaib, dan pertarungan fisik yang intens, termasuk melawan iblis. Adegan seperti anak-anak yang kerasukan, suara menyeramkan, dan efek visual horor dapat menimbulkan ketakutan atau trauma bagi anak-anak.
  2. Tema Berat: Cerita berfokus pada trauma, kehilangan, dan konflik spiritual yang kompleks, yang sulit dipahami oleh anak-anak dan lebih ditujukan untuk penonton dewasa.
  3. Klasifikasi Usia: Menurut Lembaga Sensor Film Indonesia, film ini diklasifikasikan untuk usia 13+ atau 17+ (tergantung wilayah), karena mengandung unsur horor, kekerasan, dan tema emosional yang tidak sesuai untuk anak di bawah usia tersebut.
  4. Efek Psikologis: Adegan seperti ilusi setan yang menyerupai anak atau kematian tragis (misalnya, bunuh diri karakter Tanti) dapat mengganggu emosi anak-anak.
Rekomendasi: Film ini lebih cocok untuk remaja dewasa (17 tahun ke atas) atau orang dewasa yang menyukai genre horor religi dengan elemen aksi. Untuk anak-anak, sebaiknya pilih tontonan dengan genre ringan seperti animasi atau film keluarga yang tidak mengandung unsur menakutkan atau kekerasan. Jika ingin tontonan dengan nilai religi untuk anak, cari film atau serial edukasi Islami yang dirancang khusus untuk mereka, seperti animasi bertema akhlak atau cerita nabi.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Lengkap Film Qodrat

Qodrat adalah film horor aksi religi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Charles Gozali dan ditulis oleh Gea Rexy serta Asaf Antariksa. Film ini merupakan reboot dari film berjudul serupa pada tahun 1986 dan diproduksi oleh Rapi Films, Magma Entertainment, Ideosource Entertainment, Astro Shaw, Caravan Studio, serta Dunia Mencekam Productions. Dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Ustaz Qodrat dan Marsha Timothy sebagai Yasmin, film ini menjadi debut horor Vino dan menampilkan akting pasangan suami-istri ini dalam satu layar, yang kebetulan dirilis bertepatan dengan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-10. Film ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 27 Oktober 2022 dan meraih 1,7 juta penonton dalam dua minggu, menjadikannya salah satu film lokal terlaris tahun itu dengan pendapatan sekitar Rp60 miliar. Berikut adalah sinopsis terlengkap berdasarkan informasi yang tersedia.

Latar Cerita dan Awal Konflik

Film ini mengisahkan Ustaz Qodrat (Vino G. Bastian), seorang ahli ruqyah yang telah membantu banyak orang dengan ilmu pengusiran setan yang dimilikinya. Namun, hidupnya berubah drastis ketika ia mengalami kegagalan tragis dalam meruqyah putranya sendiri, Alif Al-Fatanah (Jason Bangun), yang dirasuki iblis kuat bernama As’-Su’ A’la (atau disebut Assuala dalam beberapa sumber). Kegagalan ini menyebabkan kematian Alif dan membawa trauma mendalam bagi Qodrat. Istrinya, Azizah, juga terpuruk akibat kehilangan anak mereka. Akibat kelalaiannya, Qodrat dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun, di mana ia semakin tenggelam dalam depresi dan keraguan akan keimanannya.

Di penjara, Qodrat menghadapi serangan supernatural dari As’-Su’ A’la, yang tampaknya terus menghantuinya. Dalam sebuah insiden dramatis, ia nyaris tewas ketika seorang petugas sipir yang dirasuki iblis mencoba mencekiknya dengan rantai besi. Qodrat diselamatkan oleh teman satu sel dan petugas lainnya, namun ia mengalami pengalaman mati suri. Dalam visinya, ia berada di gurun pasir, mendengar azan, dan melihat cahaya terang, yang membawanya kembali ke kehidupan. Pengalaman ini menjadi titik balik, mendorongnya untuk mencari jawaban atas kegagalan dan trauma masa lalunya.

Kembalinya Qodrat ke Desa Kober

Setelah bebas dengan remisi, Qodrat kembali ke Desa Kober, tempat Pesantren Kahuripan berada, di mana ia pernah menimba ilmu agama di bawah bimbingan Kyai Rochim. Namun, ia mendapati desa dan pesantren itu telah berubah drastis. Suasana yang dulu damai kini dipenuhi ketakutan akibat gangguan supernatural, seperti kerasukan massal, gagal panen, banjir, wabah penyakit, dan serangan hama. Warga desa percaya bahwa gangguan ini mulai terjadi sejak Qodrat meninggalkan desa bertahun-tahun lalu. Pesantren Kahuripan sendiri kini dipimpin oleh Ustad Jafar, teman Qodrat semasa belajar, karena Kyai Rochim telah lama sakit dan tidak sadarkan diri. Qodrat juga terkejut melihat pesantren yang dulu penuh dengan anak-anak yang mengaji kini lebih mirip tempat pelatihan bela diri.

Di desa, Qodrat bertemu dengan Yasmin (Marsha Timothy), seorang janda yang tinggal bersama dua anaknya, Asha dan Alif Amri (Keanu Azka). Nama Alif Amri yang sama dengan nama mendiang putranya, Alif Al-Fatanah, membawa Qodrat pada kenangan pahit. Situasi memburuk ketika Alif Amri mulai menunjukkan tanda-tanda kerasukan. Yasmin meminta bantuan Qodrat untuk meruqyah anaknya, tetapi Qodrat awalnya ragu karena trauma masa lalunya. Namun, ketika kondisi Alif semakin parah—dengan iblis As’-Su’ A’la kembali muncul dan menyerang keluarga Yasmin—Qodrat terpaksa menghadapi ketakutannya.

Misteri dan Konflik di Pesantren Kahuripan

Saat menyelidiki gangguan di desa, Qodrat mulai mencurigai adanya kekuatan gelap yang lebih besar di balik semua kejadian. Ia menemukan bahwa Ustad Jafar, yang kini memimpin pesantren, sebenarnya adalah seorang dukun kejawen hitam yang menyamar sebagai ustaz. Jafar telah memanggil berbagai iblis, termasuk As’-Su’ A’la, untuk mendapatkan kekuatan dan menguasai desa. Jafar juga terlibat dalam praktik pengambilan tanah warga secara tidak sah atas nama pesantren, yang menyebabkan kemiskinan dan kemarahan di kalangan penduduk. Salah satu warga, Jihan, menjadi korban kerasukan, dan ibunya, Tanti, bunuh diri akibat tekanan dari gangguan supernatural dan kemiskinan.

Qodrat juga menghadapi ilusi yang diciptakan As’-Su’ A’la, yang sering kali muncul dalam wujud mendiang anaknya untuk melemahkan keimanannya. Dalam salah satu kejadian, iblis ini mengubah penampilan Alif Amri menjadi Alif Al-Fatanah untuk menipu Qodrat. Namun, dengan bantuan Kyai Rochim, yang meskipun sakit masih memberikan petunjuk, Qodrat mulai memahami sumber gangguan. Ia juga menemukan bahwa As’-Su’ A’la bekerja melalui anteknya, iblis bernama Khodab, yang memperkuat cengkeraman iblis di desa.

Pertarungan Klimaks dan Resolusi

Dalam pertempuran puncak yang penuh ketegangan, Qodrat berhadapan langsung dengan Jafar dan As’-Su’ A’la. Ia berhasil membunuh Jafar, mengakhiri praktik sihir hitamnya. Namun, As’-Su’ A’la, yang kini merasuki Alif Amri, menjadi tantangan terbesar. Iblis ini terus menyiksa Qodrat dengan ilusi dan kenangan tentang kegagalannya di masa lalu, mencoba memancing kemarahannya agar ia kehilangan keimanan. Qodrat hampir terjebak dalam dorongan balas dendam, tetapi ia menyadari bahwa kemarahan hanya akan memperkuat iblis. Dengan menguatkan keimanan dan mengandalkan ilmu ruqyah yang telah diasahnya, Qodrat akhirnya berhasil mengusir As’-Su’ A’la dari tubuh Alif Amri, mematahkan mantra iblis dan menyelamatkan anak itu.

Enam bulan kemudian, Desa Kober mulai pulih. Tanah yang tandus kembali subur, dan warga desa hidup dengan damai. Qodrat, yang kini menemukan kembali keimanannya, memilih untuk meninggalkan desa. Saat mengemudi, ia melihat petir di kejauhan, yang ia anggap sebagai tanda panggilan untuk melanjutkan misinya melawan kekuatan jahat di tempat lain.

Nilai dan Tema Film

Qodrat menggabungkan elemen horor, aksi, dan religi dengan apik, menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya. Film ini menonjolkan tema keimanan, pengampunan, dan perjuangan melawan trauma serta godaan iblis. Adegan aksi, yang dikoreografikan dengan bela diri silat dan efek visual CGI yang rapi, memberikan nuansa superhero pada karakter Qodrat, sementara jumpscare dan suasana mencekam memperkuat elemen horor. Film ini juga menyampaikan pesan moral tentang pentingnya berserah diri kepada Tuhan dan menghindari praktik syirik seperti pesugihan.

Untuk memastikan keakuratan nilai-nilai Islam dan budaya Jawa, tim produksi berkonsultasi dengan Nahdhlatul Ulama dan Ustad Isman dari Indonesia Ruqya House, yang mengawasi naskah dan adegan ruqyah agar sesuai dengan ajaran Islam. Sinematografi film ini, yang diambil di Pengilon Hills, Gunung Kidul, dan Kaliurang Hills, Sleman, Yogyakarta, selama empat bulan, menambah kedalaman visual dengan latar pedesaan yang mistis.

Pemeran dan Produksi

Selain Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, film ini dibintangi oleh aktor ternama seperti:

  • Cecep Arif Rahman sebagai Kyai Rochim
  • Randy Pangalila sebagai karakter pendukung
  • Maudy Effrosina sebagai Asha
  • Keanu Azka sebagai Alif Amri
  • Jason Bangun sebagai Alif Al-Fatanah

Film ini mendapat pujian atas akting Vino, yang berhasil memerankan Ustaz Qodrat dengan intensitas emosional, serta Marsha, yang menghidupkan karakter Yasmin sebagai ibu yang penuh kasih namun rapuh. Meski beberapa ulasan menyebutkan bahwa penceritaan di beberapa bagian terasa lambat, kekuatan sinematografi, efek visual, dan koreografi aksi menjadikan Qodrat sebagai salah satu film horor religi terbaik Indonesia.

Kesimpulan

Qodrat adalah perjalanan emosional seorang ustaz yang berjuang melawan iblis, trauma, dan keraguan batinnya. Dengan perpaduan horor yang mencekam, aksi yang memukau, dan nilai-nilai religi yang kuat, film ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna keimanan dan pengorbanan. Keberhasilan film ini di box office dan pengumuman sekuelnya, Qodrat 2, yang tayang pada 31 Maret 2025, membuktikan daya tariknya di kalangan penonton. Film ini dapat disaksikan secara streaming di Amazon Prime Video bagi yang ingin merasakan ketegangannya kembali.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank