Pieces of a Woman

Pieces of a Woman

Sinopsis Film “Pieces of a Woman” (2020)

Pieces of a Woman adalah film drama melodrama yang disutradarai oleh Kornél Mundruczó dan ditulis oleh Kata Wéber, dirilis di Netflix pada tahun 2020 (atau akhir 2020/awal 2021 di berbagai wilayah). Film ini dibintangi Vanessa Kirby sebagai Martha, Shia LaBeouf sebagai Sean, serta Ellen Burstyn, Molly Parker, Sarah Snook, dan aktor pendukung lainnya.

Cerita berpusat pada pasangan muda di Boston, Martha dan Sean, yang sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Mereka merencanakan persalinan di rumah (home birth) dengan bidan yang sudah dikenal, sebagai pilihan yang dirasa lebih alami dan nyaman. Film dibuka dengan adegan persiapan mereka yang penuh harapan: Sean yang bekerja di konstruksi (termasuk membangun jembatan sebagai simbol harapan masa depan), Martha yang mengambil cuti melahirkan dari pekerjaan kantornya, serta momen intim pasangan yang saling mendukung.

Ketika tanda-tanda persalinan muncul, Sean menghubungi bidan utama mereka, tetapi karena bidan tersebut sedang menangani persalinan lain, dikirimlah bidan pengganti bernama Eva (diperankan Molly Parker). Eva tiba dan meyakinkan bahwa semuanya berjalan normal meski Martha merasakan nyeri dan mual yang hebat. Adegan persalinan digambarkan secara sangat panjang dan intens (sering disebut sebagai salah satu long take paling kuat dalam sinema modern), menunjukkan proses kelahiran secara detail, dari kontraksi hingga baby crowning (kepala bayi mulai keluar), hingga akhirnya bayi lahir.

Namun, momen bahagia itu hanya sesaat. Bayi perempuan mereka lahir dalam kondisi lemah, detak jantungnya menurun drastis, dan meski ada upaya penyelamatan, bayi meninggal tak lama setelah lahir. Kejadian tragis ini menjadi titik balik yang menghancurkan kehidupan Martha dan Sean.

Sepanjang hampir satu tahun berikutnya, film mengikuti perjalanan duka cita (grief) Martha yang mendalam. Dia berjuang untuk menerima kehilangan, merasa terisolasi secara emosional, dan mulai menarik diri dari orang-orang terdekat. Hubungannya dengan Sean retak parah: Sean berusaha mencari pelarian melalui pekerjaan dan perilaku impulsif, sementara Martha tenggelam dalam kesedihan yang membuatnya sulit berkomunikasi atau berhubungan intim. Konflik semakin memuncak karena ibu Martha, Elizabeth (Ellen Burstyn), seorang wanita kaya dan dominan, menyalahkan bidan Eva sepenuhnya atas kematian cucunya. Elizabeth mendorong Martha untuk menggugat Eva secara pidana (malpraktik) dan bahkan perdata, melibatkan sepupu Martha yang seorang jaksa (Sarah Snook) untuk membantu kasus tersebut. Tekanan dari keluarga, terutama ibunya yang controlling, membuat Martha semakin tertekan, sementara Sean diam-diam terlibat dalam rencana gugatan tersebut.

Film mengeksplorasi tema-tema berat seperti proses berduka yang berbeda antar individu, trauma persalinan, rasa bersalah, penyalahan, keretakan hubungan keluarga, serta pertanyaan tentang keadilan, tanggung jawab medis, dan bagaimana seseorang belajar hidup berdampingan dengan kehilangan yang tak tergantikan. Akting Vanessa Kirby sangat dipuji (dia bahkan dinominasikan Oscar untuk Best Actress), begitu juga Ellen Burstyn sebagai ibu yang kompleks.

Kecocokan sebagai Tontonan Anak

Sangat tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah umur 16–18 tahun. Film ini mendapat rating R (Restricted) dari MPAA karena mengandung:

  • Bahasa kasar yang cukup sering (banyak F-word dan kata-kata kasar lainnya).
  • Konten seksual: Ada adegan nudity grafis (termasuk penis pria terlihat jelas, nudity selama adegan seks implisit/oral, dan nudity selama proses persalinan menggunakan prosthetic).
  • Adegan persalinan yang sangat detail, intens, dan traumatis (meski bukan gore berdarah, tapi emosional dan graphic dalam konteks kelahiran).
  • Tema sangat berat: kematian bayi baru lahir, duka cita mendalam, konflik keluarga, perselingkuhan emosional/fisik, penggunaan obat-obatan ringan, serta suasana depresi dan putus asa yang kuat sepanjang film.

Common Sense Media merekomendasikan usia 16+ atau bahkan 18+, dan banyak parental guide menyebut film ini bisa sangat mengganggu bagi siapa pun yang sensitif terhadap topik kehilangan anak atau persalinan. Bagi anak kecil atau remaja muda, konten ini bisa menyebabkan ketakutan, kecemasan, atau trauma emosional, terutama karena adegan pembukaan yang menampilkan kegagalan persalinan secara realistis.

Jika untuk keluarga dengan anak, jauh lebih baik dihindari sama sekali sebagai tontonan bersama. Film ini lebih ditujukan untuk penonton dewasa yang siap menghadapi drama emosional yang sangat berat dan realistis tentang kehilangan serta proses penyembuhan.

 

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Pieces of a Woman bercerita tentang Martha yang harus kehilangan bayinya saat melahirkan di rumah, dan bagaimana hubungannya dengan suami serta ibunya hancur akibat tragedi itu. Langsung jelas ya, ini bukan tontonan untuk anak-anak sama sekali. Saya sarankan usia 18 tahun ke atas, karena temanya berat soal kehilangan, trauma, dan konflik pernikahan yang sangat emosional. Adegan melahirkannya pun cukup gamblang dan bisa mengganggu. Pesan positif yang bisa diambil adalah tentang kekuatan seorang ibu dalam menghadapi duka dan pentingnya komunikasi dalam keluarga. Tapi sayangnya, film ini penuh dengan dialog kasar, sumpah serapah yang sering muncul, terutama saat karakter sedang emosi. Ada juga adegan seksual yang eksplisit di awal, dan beberapa rokok serta alkohol dikonsumsi oleh karakter dewasa, meski tidak jadi fokus utama. Kekerasan yang ada lebih ke kekerasan emosional dan verbal, bukan fisik yang brutal. Keberagaman cukup minim, hanya fokus pada satu keluarga kulit putih. Buat anak-anak, film ini tidak memberikan hiburan yang sehat. Rekomendasi saya: jangan ditonton anak di bawah 18 tahun. Lebih baik cari film lain yang lebih ringan jika ingin mengajarkan tentang kehilangan.

About Writer