Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Peter Rabbit 2: The Runaway

Setelah peristiwa di film pertama, Bea (Rose Byrne) dan Thomas McGregor (Domhnall Gleeson) akhirnya menikah dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh teman-teman manusia dan hewan mereka, termasuk Peter Rabbit (disuarakan James Corden) beserta keluarganya. Peter berusaha menerima kehadiran Thomas sebagai bagian dari keluarga baru mereka, meskipun ada sedikit ketegangan di antara mereka.

Bea berhasil menerbitkan buku cerita anak-anak yang terinspirasi dari petualangan Peter dan teman-temannya di kebun. Buku ini sukses, dan sebuah perusahaan penerbit besar tertarik untuk mendistribusikannya secara luas. Peter, Benjamin Bunny, Flopsy, Mopsy, dan Cottontail ikut menemui Nigel Basil-Jones (David Oyelowo), seorang penerbit ambisius dan licik yang punya rencana besar. Nigel ingin mengubah citra buku tersebut menjadi sesuatu yang lebih “komersial” dan dramatis — termasuk mempromosikan Peter sebagai kelinci nakal, pemberontak, bahkan hampir seperti penjahat dalam materi pemasaran seperti billboard dan ide film adaptasi. Peter merasa tersinggung dan kecewa karena merasa dirinya selalu dianggap sebagai “si nakal” yang tak bisa berubah.

Merasa tak dihargai dan tak cocok lagi di kebun yang damai, Peter memutuskan untuk kabur ke kota besar. Di sana, ia bertemu Barnabas (disuarakan Lennie James), seekor kelinci tua yang mengaku sebagai teman lama ayah Peter yang telah meninggal. Barnabas memimpin sekelompok hewan liar kota yang hidup dengan mencuri makanan dari manusia untuk bertahan hidup. Barnabas menawarkan Peter rasa “dihargai” atas kenakalannya — sesuatu yang tak ia dapatkan di rumah. Peter tergoda dan mulai terlibat dalam aksi-aksi pencurian kecil-kecilan bersama geng Barnabas, termasuk rencana besar mencuri buah-buahan kering dalam jumlah besar dari pasar petani.

Sementara itu, keluarga Peter di kebun khawatir berat. Benjamin, Flopsy, Mopsy, Cottontail, serta Bea dan Thomas berusaha mencari Peter. Mereka akhirnya terlibat dalam kekacauan yang lebih besar ketika mencoba menyelamatkan Peter dari pengaruh buruk Barnabas. Peter perlahan menyadari bahwa “kebebasan” dan kenakalan tanpa batas yang ditawarkan kota justru membahayakan orang-orang yang ia sayangi. Cerita berpuncak pada aksi penyelamatan besar-besaran, di mana Peter harus memilih: tetap menjadi “si nakal” yang dianggap orang lain, atau menjadi kelinci yang lebih bertanggung jawab demi keluarganya.

Film ini penuh dengan humor slapstick, kejar-kejaran lucu, ledakan sayuran, dan banyak lelucon visual cepat yang khas dari adaptasi Peter Rabbit modern. Ada juga elemen meta yang mengolok-olok industri hiburan dan pemasaran buku/film.

Kecocokan sebagai Tontonan Anak

Peter Rabbit 2: The Runaway secara resmi memiliki rating PG (Parental Guidance) di Amerika Serikat, artinya “beberapa humor kasar dan aksi”. Di beberapa negara lain seperti Australia, diberi rating G atau setara, tapi dengan catatan pengawasan orang tua untuk anak kecil.

Cocok untuk anak usia berapa?

  • Anak usia 5–6 tahun ke atas → Umumnya cocok dan banyak anak menikmatinya karena lucu, berwarna-warni, penuh petualangan, dan karakter hewan yang menggemaskan.
  • Anak di bawah 5 tahunKurang disarankan tanpa pengawasan ketat, karena ada beberapa adegan slapstick yang cukup intens (tendangan, pukulan ringan, kejar-kejaran agresif, hewan hampir tertangkap petugas penangkap hewan liar, serta situasi yang terasa menegangkan meski akhirnya aman).

Elemen yang perlu diperhatikan orang tua:

  • Kekerasan: Semua slapstick kartun (tidak ada luka serius atau darah), tapi agak lebih “kasar” dibanding film anak biasa — seperti pukulan, tendangan, jatuh dari ketinggian, hewan ditangkap, dll.
  • Tema: Ada pembahasan ringan tentang kehilangan orang tua (Peter dan Barnabas adalah yatim piatu), perasaan tidak dihargai, pencurian (meski akhirnya ditebus), dan pentingnya keluarga serta tanggung jawab.
  • Humor: Ada lelucon “rude” ringan (seperti kentut atau ejekan), tapi tidak vulgar.
  • Pesan positif: Film menekankan nilai keluarga, belajar dari kesalahan, mendengarkan orang lain, dan menjadi versi terbaik diri sendiri — sangat mendidik untuk anak.

Secara keseluruhan, ini adalah tontonan keluarga yang menyenangkan dan menghibur, terutama untuk anak-anak yang sudah menonton film pertama atau menyukai cerita Beatrix Potter versi modern. Banyak keluarga menilainya lebih baik dari sekuel biasa karena lebih lucu dan punya pesan yang hangat. Jika anak Anda sensitif terhadap adegan kejar-kejaran atau hewan dalam bahaya (meski kartun), mungkin lebih baik ditonton bersama orang tua untuk menjelaskan bagian-bagiannya. Selamat menonton!

 

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank