Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Peaky Blinders

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Lengkap Peaky Blinders

Peaky Blinders adalah serial drama kriminal Inggris yang diciptakan oleh Steven Knight, berlatar di Birmingham, Inggris, pasca-Perang Dunia I. Serial ini mengikuti perjalanan geng kriminal Peaky Blinders, yang dipimpin oleh keluarga Shelby, dengan fokus pada ambisi, kekuasaan, dan konflik internal serta eksternal mereka. Berikut adalah sinopsis terlengkap dari keseluruhan serial (6 musim), tanpa spoiler spesifik untuk menjaga pengalaman menonton, namun tetap memberikan gambaran menyeluruh tentang alur, tema, dan perkembangan cerita.
Latar Belakang
Berlatar di Birmingham pada akhir 1910-an hingga 1930-an, Peaky Blinders menggambarkan dunia kelas pekerja yang keras, penuh kemiskinan, kekerasan, dan intrik politik. Geng Peaky Blinders, yang dinamai dari kebiasaan mereka menyisipkan pisau cukur di topi mereka, adalah kelompok kriminal yang mengendalikan aktivitas ilegal seperti taruhan, pemerasan, dan perdagangan pasar gelap. Serial ini terinspirasi dari geng nyata dengan nama yang sama yang beroperasi di Birmingham pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Musim 1: Kebangkitan Keluarga Shelby
Cerita dimulai pada tahun 1919, ketika Thomas “Tommy” Shelby (Cillian Murphy), pemimpin cerdas dan ambisius dari Peaky Blinders, kembali dari Perang Dunia I dengan trauma mendalam. Bersama saudara-saudaranya—Arthur (Paul Anderson), John (Joe Cole), dan adik mereka Ada (Sophie Rundle)—serta bibi mereka Polly Gray (Helen McCrory), yang menjadi otak keuangan keluarga, Tommy berusaha memperluas kekuasaan geng di Birmingham.
Musim pertama memperkenalkan konflik utama ketika Peaky Blinders secara tidak sengaja mencuri senjata milik pemerintah, menarik perhatian polisi dan inspektur keras kepala, Chester Campbell (Sam Neill), yang dikirim dari Belfast untuk membersihkan Birmingham dari kejahatan. Tommy harus menyeimbangkan ambisinya untuk menjadikan Peaky Blinders sebagai kekuatan yang sah dengan ancaman dari polisi, geng saingan seperti Italia Changretta, dan konflik internal keluarga. Musim ini juga mengeksplorasi hubungan Tommy dengan Grace Burgess (Annabelle Wallis), seorang pelayan bar yang menyimpan rahasia besar, serta trauma perang yang menghantui keluarga Shelby. Tema utama musim ini adalah ambisi, pengkhianatan, dan pencarian legitimasi.
Musim 2: Ekspansi dan Pengkhianatan
Pada tahun 1921, Peaky Blinders mulai memperluas operasi mereka ke London, menantang geng-geng besar seperti Sabini (Noah Taylor) dari Italia dan Alfie Solomons (Tom Hardy) dari komunitas Yahudi Camden Town. Tommy berusaha menjadikan bisnis keluarganya lebih terorganisir dan sah, tetapi ekspansi ini membawa risiko baru, termasuk perang geng yang brutal. Sementara itu, keluarga Shelby menghadapi ketegangan internal, dengan Arthur berjuang melawan kecanduan dan kemarahan, dan Polly menghadapi masa lalunya yang kelam.
Musim ini memperdalam karakter Grace dan hubungannya dengan Tommy, sementara memperkenalkan ancaman baru dari musuh eksternal dan politik lokal. Tommy mulai terlibat dalam permainan politik yang lebih besar, termasuk hubungan dengan pemerintah dan kelompok-kelompok radikal. Musim kedua menyoroti tema kesetiaan, pengorbanan, dan harga dari kekuasaan, dengan intrik yang semakin kompleks dan aksi yang lebih intens.
Musim 3: Permainan Politik dan Konflik Keluarga
Berlatar pada tahun 1924, musim ketiga menunjukkan Peaky Blinders pada puncak kekuasaan mereka, dengan Tommy kini menjalani kehidupan yang lebih glamor namun tetap penuh bahaya. Bisnis keluarga telah berkembang menjadi operasi internasional, tetapi ini menarik perhatian musuh yang lebih kuat, termasuk kelompok politik dan agama yang berbahaya. Tommy terlibat dalam intrik geopolitik yang melibatkan Rusia dan Inggris, memaksanya berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari geng saingan sebelumnya.
Konflik keluarga juga memuncak, dengan ketegangan antara Tommy dan anggota keluarga lainnya, terutama karena keputusan-keputusannya yang semakin berisiko. Musim ini memperkenalkan karakter baru seperti Pastor John Hughes (Paddy Considine), yang menjadi musuh yang licik, dan mengeksplorasi trauma psikologis Tommy yang semakin dalam. Tema utama musim ini adalah pengkhianatan, moralitas, dan dampak kekuasaan terhadap jiwa seseorang.
Musim 4: Ancaman dari Masa Lalu
Musim keempat, yang berlatar pada tahun 1925-1926, membawa Peaky Blinders menghadapi ancaman mematikan dari mafia Italia yang dipimpin oleh Luca Changretta (Adrien Brody), yang mencari balas dendam. Setelah peristiada tragis di musim sebelumnya, keluarga Shelby tercerai-berai, dengan Tommy berusaha menyatukan mereka kembali untuk menghadapi musuh yang terorganisir dan kejam. Musim ini menampilkan kembalinya karakter kunci dan memperkenalkan dinamika baru dalam keluarga, termasuk perjuangan Polly untuk mempertahankan kendali dan pengaruhnya.
Tommy juga mulai terlibat lebih dalam dengan politik, dengan ambisi untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar di luar dunia kriminal. Musim ini penuh dengan ketegangan emosional, aksi brutal, dan permainan strategi, dengan fokus pada tema balas dendam, penebusan, dan solidaritas keluarga. Alfie Solomons kembali dengan peran yang lebih kompleks, menambah lapisan intrik dalam cerita.
Musim 5: Krisis Politik dan Psikologis
Berlatar pada akhir 1920-an, musim kelima terjadi di tengah gejolak ekonomi setelah kehancuran pasar saham 1929. Tommy, kini anggota parlemen, terjebak antara dunia kriminal dan politik, berhadapan dengan Oswald Mosley (Sam Claflin), seorang politikus fasis yang karismatik namun berbahaya. Musim ini mengeksplorasi ancaman fasisme yang muncul di Inggris dan bagaimana Tommy menavigasi ideologi ekstrem ini sambil tetap mempertahankan kekuasaan Peaky Blinders.
Secara internal, Tommy menghadapi krisis psikologis yang semakin parah, dengan trauma perang dan kehilangan pribadi yang menghantuinya. Keluarga Shelby juga menghadapi konflik baru, dengan anggota muda seperti Michael Gray (Finn Cole) menantang otoritas Tommy. Musim ini menonjol dengan nuansa politik yang kuat, menyoroti tema ideologi, korupsi, dan perjuangan batin, sambil tetap mempertahankan aksi khas serial ini.
Musim 6: Puncak dan Penutup
Musim terakhir, yang berlatar pada awal 1930-an, adalah klimaks dari perjalanan Tommy Shelby. Dengan ancaman Mosley dan fasisme yang semakin kuat, Tommy harus membuat keputusan yang akan menentukan masa depan keluarganya dan warisannya. Musim ini mengikat banyak benang cerita dari musim sebelumnya, dengan fokus pada penebusan, warisan, dan konsekuensi dari pilihan hidup Tommy. Konflik eksternal dengan musuh politik dan kriminal berpadu dengan perjuangan internal Tommy untuk menemukan kedamaian.
Musim ini juga mengeksplorasi perubahan sosial dan politik di Inggris menjelang Perang Dunia II, dengan Peaky Blinders terjebak dalam permainan kekuasaan yang lebih besar dari sebelumnya. Karakter seperti Polly, Arthur, dan Ada mendapatkan momen penting, sementara aliansi baru dan pengkhianatan menambah ketegangan. Musim ini ditutup dengan cara yang memuaskan namun terbuka, memberikan penutup emosional sekaligus membuka kemungkinan untuk cerita masa depan (seperti film yang telah diumumkan).
Tema dan Gaya
Peaky Blinders dikenal karena perpaduan uniknya antara drama kriminal, epik keluarga, dan komentar sosial. Serial ini mengeksplorasi tema seperti trauma perang, kelas sosial, ambisi, kesetiaan, dan moralitas dalam dunia yang penuh kekerasan. Gaya visualnya yang khas, dengan sinematografi kelabu dan estetika vintage, dipadukan dengan soundtrack modern (seperti lagu-lagu Nick Cave) menciptakan suasana yang kuat dan tak terlupakan. Penampilan Cillian Murphy sebagai Tommy Shelby menjadi inti serial ini, didukung oleh ensemble cast yang luar biasa seperti Helen McCrory, Paul Anderson, dan Tom Hardy.
Kesimpulan
Peaky Blinders adalah kisah epik tentang kebangkitan dan kejatuhan seorang pria dan keluarganya di tengah dunia kriminal dan politik yang penuh gejolak. Dari jalanan Birmingham hingga panggung politik nasional, serial ini menggambarkan perjuangan Tommy Shelby untuk mencapai kekuasaan, legitimasi, dan kedamaian batin, sambil menghadapi musuh, pengkhianatan, dan iblis pribadinya. Dengan karakter yang kompleks, alur yang mendebarkan, dan komentar sosial yang tajam, Peaky Blinders menjadi salah satu serial paling ikonik di era modern.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank