Monster House
- 7+
- 2006
DJ Walters, anak berusia 12 tahun, memata-matai tetangganya yang sudah tua, Nebbercracker, yang melarang siapapun masuk ke halamannya. Orang tua DJ bepergian saat liburan, meninggalkannya bersama pengasuhnya, Elizabeth “Zee”. DJ dan teman baiknya, Charles “Chowder”, menghilangkan bola basketnya di halaman rumah Nebbercracker. DJ tertangkap Nebbercracker ketika sedang mancarinya, ia memarahinya sampai tiba-tiba terkena serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit. Suatu hari, DJ mengetahui rahasia Zee, bahwa teman prianya yang bernama Bones pernah menghilangkan layangannya di rumah Nebbercracker saat masih muda. Bones menemukan layangannya di pintu rumah Nebbercracker, tetapi ia ditelan bersama layangannya oleh rumah tersebut. Hal itu membuat DJ semakin penasaran dengan isi dari rumah Nebbercracker dan berusaha menyelinap masuk.
Sinopsis Terlengkap Film Monster House (2006)
Film ini berlatar di sebuah lingkungan pinggiran kota yang tenang menjelang Hari Halloween. Cerita berpusat pada tiga remaja: DJ Walters, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang penasaran dan cerdas; Charles “Chowder”, sahabat DJ yang cerdas tapi cenderung ceroboh dan kocak; serta Jenny Bennett, seorang gadis pemberani dan pintar yang baru saja pindah ke lingkungan tersebut. Ketiganya terlibat dalam petualangan untuk mengungkap misteri rumah tua yang menyeramkan di seberang jalan rumah DJ, yang dimiliki oleh seorang pria tua pemarah bernama Horace Nebbercracker.
Horace Nebbercracker dikenal sebagai sosok menakutkan yang selalu mengusir anak-anak yang mendekati rumahnya. Ia terkenal karena menyita mainan yang secara tidak sengaja masuk ke halaman rumahnya, seperti bola basket milik Chowder. Namun, ketika DJ dan Chowder berusaha mengambil bola tersebut, mereka menyadari bahwa rumah tua Nebbercracker bukan sekadar bangunan biasa. Rumah itu seolah “hidup”: jendela-jendelanya menyerupai mata, pintunya seperti mulut, dan benda-benda yang masuk ke halaman rumah seolah ditelan olehnya. Ketegangan meningkat ketika Nebbercracker mengalami serangan jantung setelah berteriak pada DJ dan dilarikan ke rumah sakit, meninggalkan rumah itu tanpa pengawasan.
Ketiganya menyimpulkan bahwa rumah itu benar-benar hidup dan memiliki sifat jahat. Mereka menyusun rencana untuk masuk ke rumah dan mencari tahu sumber kekuatan supernaturalnya. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan karakter pendukung seperti Reginald “Skull” Skulinski, seorang pengantar pizza yang mengaku ahli dalam hal-hal supernatural, serta polisi lokal yang skeptis terhadap cerita mereka. DJ, Chowder, dan Jenny juga menemukan petunjuk tentang masa lalu Nebbercracker, termasuk hubungannya dengan seorang wanita misterius bernama Constance.
DJ, Chowder, dan Jenny menyadari bahwa untuk menghentikan rumah itu, mereka harus menghancurkan “jantung” rumah, yaitu perapian yang terhubung dengan jiwa Constance. Dengan bantuan alat-alat sederhana dan keberanian mereka, ketiganya menyusup ke dalam rumah yang kini bergerak seperti monster raksasa, lengkap dengan papan kayu yang berfungsi seperti anggota tubuh. Dalam prosesnya, mereka menghadapi berbagai rintangan menyeramkan, seperti lorong-lorong yang hidup, karpet yang menyerang, dan ruang bawah tanah yang penuh misteri.
Setelah rumah itu hancur, lingkungan kembali damai. Nebbercracker, yang kini bebas dari beban masa lalunya, mulai membuka diri dan berbaur dengan tetangga. Ia juga mengembalikan mainan-mainan yang pernah disitanya kepada anak-anak di lingkungan tersebut. DJ, Chowder, dan Jenny menjadi pahlawan kecil di lingkungan mereka, mempererat persahabatan mereka melalui pengalaman ini.
-
DJ Walters: Mitchel Musso
-
Chowder: Sam Lerner
-
Jenny Bennett: Spencer Locke
-
Horace Nebbercracker: Steve Buscemi
-
Constance: Kathleen Turner
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film Monster House bercerita tentang tiga anak—DJ, Chowder, dan Jenny—yang curiga rumah tua di seberang jalan itu hidup dan memangsa orang. Mereka akhirnya memutuskan untuk menyelidiki dan menghadapi rumah tersebut. Film ini sebenarnya cukup seram, dengan adegan-adegan yang bisa bikin anak kecil ketakutan, seperti rumah yang tiba-tiba menggeram, jendela yang seperti mata, dan benda-benda yang bergerak sendiri. Saya rasa film ini lebih cocok untuk anak usia 10 tahun ke atas yang sudah bisa membedakan mana yang nyata dan tidak. Dari sisi pesan positif, ada pelajaran tentang keberanian, kerja sama tim, dan bagaimana ketakutan bisa dihadapi bersama. Tapi yang perlu diwaspadai adalah unsur kekerasan yang cukup kentara—ada adegan orang ditelan rumah, karakter dewasa yang agresif secara verbal, dan beberapa dialog kasar seperti 'bodoh' dan 'sialan'. Tidak ada adegan seksual, merokok, atau narkoba. Dari segi keberagaman, karakter cukup bervariasi secara gender dan kepribadian, meski tidak menonjol. Secara keseluruhan, saya hanya akan merekomendasikan film ini untuk anak usia 10 tahun ke atas, dan tetap dampingi saat menonton karena beberapa bagian cukup menegangkan.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!








