MARYAM: JANJI DAN JIWA YANG TERIKAT
Film “Maryam: Janji dan Jiwa yang Terikat” adalah sebuah karya horor Indonesia yang diadaptasi dari kisah nyata viral melalui podcast “Belenggu Jin Kafir” oleh Lentera Malam, disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan tayang di bioskop mulai 18 September 2025. Sinopsis ceritanya mengisahkan Maryam (diperankan oleh Claresta Taufan), seorang wanita yang sejak lahir hidup dalam teror tak berujung dari sosok gaib tak kasat mata, kemungkinan jin kuat yang mengikat jiwanya melalui janji kelam yang dibuat tanpa sadarnya. Surat misterius terus muncul di hadapannya meski dibuang atau dibakar, disertai bisikan dan pengawasan konstan yang menyerang fisik serta batinnya, menciptakan trauma psikologis mendalam hingga membuatnya mempertanyakan kebebasan dirinya sebagai manusia. Film ini memadukan elemen supranatural seperti cinta gaib antara manusia dan jin dengan horor psikologis, termasuk adegan gore dan ketegangan yang intens, bukan hanya jumpscare biasa.
Mengenai kecocokan dengan tontonan anak
Film ini tidak cocok sama sekali untuk anak-anak. Sebagai film horor dengan tema teror gaib, obsesi jin, trauma berat, dan elemen gore yang mencekam, kontennya dapat menimbulkan ketakutan, mimpi buruk, atau dampak negatif pada psikis anak yang masih rentan. Direkomendasikan hanya untuk penonton dewasa yang siap dengan intensitas horor psikologis dan supranatural.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film ini bercerita tentang Maryam, seorang gadis yang berjuang melawan tekanan keluarga dan masyarakat untuk mempertahankan janji pada ibunya. Ceritanya penuh dengan konflik batin dan pengorbanan, tapi juga menunjukkan kekuatan cinta dan kesetiaan. Cocok untuk remaja usia 13 tahun ke atas karena ada beberapa adegan kekerasan ringan dan dialog yang cukup emosional. Pesan positifnya jelas: pentingnya menjaga janji dan menghargai ikatan keluarga. Tapi orang tua perlu waspada dengan adegan kekerasan fisik seperti pukulan dan dorongan, juga beberapa kata kasar seperti 'bodoh' dan 'sialan'. Tidak ada adegan seksual atau penggunaan narkoba. Keberagaman budaya ditampilkan dengan baik, menunjukkan perbedaan latar belakang sosial. Secara keseluruhan, film ini direkomendasikan untuk remaja dengan pendampingan orang tua saat adegan emosional.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!




