
Community Rating






Hua Jai Sila
“Hua Jai Sila” (Hati Sang Sila) adalah sebuah drama Thailand bergenre melodrama romantis yang mengisahkan tentang balas dendam yang membara dan cinta masa kecil yang kembali bersemi. Cerita ini berpusat pada seorang pria yang kembali dari “kematian” untuk menuntut keadilan atas perlakuan kejam yang diterimanya di masa lalu.
Awal Mula Penderitaan
Cerita dimulai dengan Tor, seorang anak laki-laki yang lahir dari hubungan di luar nikah seorang pria kaya. Setelah ibunya meninggal, Tor terpaksa tinggal bersama keluarga ayahnya. Namun, di sana ia tidak mendapatkan kasih sayang, melainkan siksaan kejam dari ibu tiri dan saudara tirinya. Satu-satunya orang yang menjadi teman dan pelindungnya adalah Mingta, seorang gadis tetangga yang juga mengalami nasib serupa, kerap dianiaya oleh ibu dan saudara perempuannya.
Suatu malam, saat melarikan diri dari siksaan ibu tirinya, Tor terjun ke sungai dan dinyatakan tewas. Namun, ia sebenarnya selamat dan diselamatkan oleh seorang wanita yang merupakan teman ibunya. Tor kemudian memulai hidup baru dengan identitas baru sebagai Sila.
Kembalinya Sang Pembalas Dendam
Bertahun-tahun kemudian, Sila tumbuh menjadi seorang pria yang dingin, kaya raya, dan berpengaruh di dunia gelap sebagai seorang mucikari. Dengan hati yang sekeras batu—sesuai dengan namanya, Sila—ia kembali dengan satu tujuan: membalaskan dendamnya kepada semua orang yang telah menyiksanya di masa kecil.
Rencana balas dendamnya mulai berjalan mulus saat ia berhasil menyusup kembali ke dalam kehidupan keluarga yang telah menghancurkannya. Namun, segalanya menjadi rumit ketika ia bertemu kembali dengan Mingta, teman masa kecilnya. Mingta, yang kini telah dewasa, merasakan ada sesuatu yang familier dari diri Sila dan curiga bahwa ia adalah Tor yang selama ini ia kira telah tiada.
Pertemuan ini menggoyahkan tekad Sila. Di satu sisi, ia dipenuhi oleh amarah dan keinginan untuk menghancurkan musuh-musuhnya. Di sisi lain, kehadiran Mingta membangkitkan kembali sisi lembut dan cinta yang telah lama ia kubur dalam-dalam. Sila pun harus memilih antara melanjutkan jalan balas dendamnya yang gelap atau membuka hatinya untuk cinta dan pengampunan.
Kecocokan dengan Anak
Drama “Hua Jai Sila” sangat tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Beberapa alasan utamanya adalah:
- Tema Dewasa dan Kompleks: Tema utama dari serial ini adalah balas dendam, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, dan intrik bisnis ilegal. Konsep-konsep ini terlalu berat dan rumit untuk dipahami oleh anak-anak.
- Kekerasan Eksplisit dan Implisit: Terdapat banyak adegan yang menampilkan kekerasan fisik dan verbal, seperti penyiksaan terhadap anak, perkelahian, dan ancaman. Hal ini dapat memberikan dampak negatif pada psikologis anak.
- Karakteristik Protagonis yang Gelap: Tokoh utama, Sila, digambarkan sebagai seorang mucikari (pemilik rumah bordil). Profesi dan gaya hidupnya yang berada di dunia gelap bukanlah konten yang pantas untuk dikonsumsi anak-anak.
- Adegan Romantis yang Intens: Hubungan antara Sila dan Mingta, serta interaksi Sila dengan karakter wanita lainnya, seringkali mengandung unsur romansa orang dewasa yang intens dan tidak sesuai untuk penonton di bawah umur.
- Bahasa dan Konflik: Dialog dan konflik yang disajikan dalam drama ini ditujukan untuk audiens dewasa, seringkali melibatkan manipulasi, kebohongan, dan konfrontasi emosional yang tajam.
Secara keseluruhan, “Hua Jai Sila” adalah drama dengan rating usia untuk penonton dewasa atau remaja akhir yang sudah dapat membedakan antara fiksi dan realita serta memahami kompleksitas isu sosial yang diangkat. Memberikan tontonan ini kepada anak-anak sangat tidak dianjurkan.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Lihat Film Lain
Produk Terkait
- Film
COCO
- Film
The Incredibles
- Film
Raya
Community Rating




