Hexen: Beyond Heretic

Bagi penggemar genre Aksi, Hexen: Beyond Heretic hadir sebagai salah satu judul yang patut diperhitungkan. Dikembangkan oleh Raven Software di bawah naungan id Software, game ini dirilis pada 3 Aug, 2007.

Dari sisi permainan, Hexen: Beyond Heretic is a fantasy first-person shooter developed by Raven Software and published by id Software in 1995. It is the direct sequel to the first game in the series, Heretic. Story While the Sidhe elf Corvus battled the evil forces of D’Sparil, the remaining two Serpent Riders were busy sowing the seeds of destruction in other dimensions. As a Warrior, Mage, or Cleric, you must fight the undead, and brave elemental dungeons and decaying wilderness to defend your realm of Cronos from Korax, the second Serpent Rider. Features Become…

Game ini dibanderol dengan harga N/A. Sumber: Steam — https://store.steampowered.com/app/2360/

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

Hexen: Beyond Heretic adalah game tembak-menembak fantasi gelap dari tahun 1995. Ceritanya, tiga hero—prajurit, penyihir, dan pendeta—berusaha menghentikan raja iblis yang menghancurkan dunia. Tapi jangan tertipu dengan premis heroik ini, karena game ini penuh dengan atmosfer suram dan kekerasan yang intens. Game ini jelas bukan untuk anak-anak. Saya sarankan untuk usia 17 tahun ke atas, karena temanya yang dewasa dan visualnya yang mengerikan. Anak-anak mungkin akan kesulitan membedakan antara fantasi dan kenyataan, apalagi dengan elemen sihir dan setan yang kental. Sayangnya, pesan positifnya minim. Kerja sama tim memang ada, tapi lebih sebagai latar belakang cerita daripada pelajaran yang bisa diambil. Yang lebih menonjol adalah pesan negatif: kekerasan sebagai solusi utama, penggunaan sihir hitam, dan penggambaran kekuatan jahat yang glamor. Orang tua perlu waspada dengan kekerasan grafis—darah, monster mengerikan, dan ledakan. Tidak ada alkohol atau narkoba, tapi ada elemen magis yang bisa disalahartikan sebagai penggunaan zat terlarang. Bahasa khasarnya cukup sering muncul, dengan makian seperti 'damn' dan 'hell'. Adegan seksual nihil. Keberagaman karakter? Hanya tiga protagonis laki-laki berkulit putih. Kesimpulannya, saya tidak merekomendasikan game ini untuk anak-anak. Lebih baik cari game petualangan fantasi yang lebih ramah keluarga dengan pesan positif yang jelas.

About Writer