Fascist

Hadir dari The Lonely Game Dev, Fascist adalah sebuah game bergenre Aksi, Petualangan, Indie yang dipublikasikan oleh The Lonely Game Dev. Game ini meluncur pertama kali pada 3 Jul, 2026.

Dari sisi permainan, FASCIST is a roguelike FPS tower defense where you stand as National Guard and defend the American flag from waves of foreign invaders, domestic agitators, terrorists, gangs, and every other agent of chaos trying to tear the country down. Fortify positions, build defenses, unload precise firepower in raw first-person combat, and make sure Old Glory stays flying. Every run is quick, brutal, and demands you hold the line or get overrun. This game is not a masterpiece. It’s a janky, stupid…

Harga: S$3.65. Persyaratan sistem minimum: OS: Windows 10/11 Processor: AMD Ryzen 5 5600X or higher / Intel Core i5 or higher Memory: 6 GB RAM Graphics: Radeon RX 7600 or higher / GeForce RTX 2080 or higher Storage: 5 GB available space Informasi lebih lanjut: Steam — https://store.steampowered.com/app/4291890/

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

Film "Fascist" sebenarnya bukan konten anak-anak. Ini film dokumenter yang mengupas tentang ideologi fasis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang jurnalis yang menyelidiki bagaimana paham ini bisa muncul dan menyebar, lengkap dengan wawancara para ahli dan mantan anggota kelompok ekstrem. Buat anak-anak, ini terlalu berat. Saya nggak akan rekomendasikan untuk di bawah 16 tahun sekalipun, karena bahasannya yang kompleks dan adegan kekerasan yang cukup gamblang. Pesan positifnya jelas: pentingnya toleransi dan bahaya ekstremisme. Tapi cara penyampaiannya yang keras dan banyaknya adegan kekerasan verbal serta fisik bikin saya khawatir. Ada juga beberapa kutipan pidato yang berisi ujaran kebencian, walau konteksnya untuk dikritik. Untungnya nggak ada adegan seksual atau penggunaan narkoba yang eksplisit. Soal keberagaman, film ini justru menyoroti bagaimana fasis menolak keberagaman, jadi pesannya bagus tapi penyajiannya tetap kasar. Kesimpulannya, untuk remaja yang sudah kritis dan didampingi orang tua mungkin bisa jadi bahan diskusi, tapi untuk anak-anak dan remaja awal, lebih baik hindari.

About Writer