Community Rating

blank

COCO

Miguel muda bercita-cita menjadi musisi berprestasi seperti idolanya Ernesto de la Cruz. Namun, keluarganya menentangnya. Miguel putus asa tapi tidak pantang menyerah. Untuk membuktikan bakatnya, Miguel menemukan dirinya berada di Negeri Orang Mati yang menakjubkan dan penuh warna. Kemudian ia bertemu penipu menawan bernama Héctor, kedua teman baru ini memulai perjalanan luar biasa untuk mengungkap kisah nyata di balik sejarah keluarga Miguel.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Customer Reviews

Based on 1 review
100%
(1)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
A
Alin Imani
Pesan Positif:
Sangat banyak pesan positif
Tidak ada pesan positif
Kekerasan:
Sangat banyak adegan kekerasan/mengerikan
Tidak ada kekerasan/mengerikan
Adegan merokok, alkohol, dan narkoba:
Sangat banyak adegan merokok, alkohol, dan narkoba
Tidak ada adegan merokok, alkohol, dan narkoba
Dialog/bahasa kasar:
Sangat banyak dialog/bahasa kasar
Tidak ada dialog/bahasa kasar
Adegan Seksual:
Sangat banyak adegan seksual
Tidak ada adegan seksual
Merepresentasikan keberagaman:
Sangat banyak keberagaman dalam film
Tidak ada keberagaman dalam film
Patut ditonton sekeluarga

Filmnya bagus, cerita, animasi dan lagu2nya. Sangat cocok dengan keluarga yang memiliki anak prapubertas yang mulai mencari jati diri. Relate dengan orang tua yang kadang memaksakan kehendaknya untuk anak mereka. Perlu ditonton lebih dari sekali!

Sinopsis Film Coco

Coco adalah film animasi produksi Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures pada tahun 2017. Disutradarai oleh Lee Unkrich dan Adrian Molina, film ini mengambil inspirasi dari budaya Meksiko, khususnya tradisi Hari Orang Mati (Día de los Muertos). Cerita ini menggabungkan elemen keluarga, musik, dan petualangan emosional dalam dunia yang penuh warna dan magis.

Latar Cerita

Film ini berpusat pada Miguel Rivera, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang tinggal di desa Santa Cecilia, Meksiko. Miguel bercita-cita menjadi musisi, terinspirasi oleh idola musiknya, Ernesto de la Cruz, seorang penyanyi dan aktor terkenal yang telah meninggal dunia. Namun, keluarga Miguel, yang bekerja sebagai pembuat sepatu, memiliki larangan ketat terhadap musik. Larangan ini berasal dari sejarah keluarga: buyut Miguel, yang dianggap meninggalkan istri dan anaknya demi mengejar karier musik, menyebabkan luka emosional yang mendalam bagi keluarga, terutama Mamá Imelda, nenek buyut Miguel.

Konflik Utama

Menjelang perayaan Día de los Muertos, Miguel bertekad untuk mengikuti kompetisi bakat lokal untuk membuktikan kemampuan musiknya. Namun, ketika neneknya, Abuelita, menghancurkan gitarnya, Miguel merasa putus asa. Dalam momen emosional, ia menyelinap ke makam Ernesto de la Cruz dan meminjam gitarnya, percaya bahwa Ernesto adalah buyutnya. Tindakan ini secara tak sengaja membawa Miguel ke Dunia Orang Mati, sebuah alam magis tempat arwah leluhur tinggal.

Petualangan di Dunia Orang Mati

Di Dunia Orang Mati, Miguel bertemu dengan arwah leluhurnya, termasuk Mamá Imelda, yang menjelaskan bahwa Miguel harus mendapatkan restu keluarga untuk kembali ke dunia orang hidup sebelum matahari terbit, atau ia akan terjebak selamanya. Namun, restu Imelda disertai syarat bahwa Miguel tidak boleh bermusik. Tidak ingin menyerah pada mimpinya, Miguel kabur dan mencari Ernesto de la Cruz, yang ia yakini dapat memberinya restu tanpa syarat.

Dalam perjalanannya, Miguel bertemu Héctor, seorang arwah yang tampaknya tidak dihormati dan hampir dilupakan. Héctor setuju membantu Miguel menemukan Ernesto dengan imbalan Miguel membawa fotonya kembali ke dunia orang hidup, agar Héctor tidak benar-benar lenyap dari ingatan keluarganya. Bersama, mereka menjelajahi Dunia Orang Mati yang penuh dengan warna, musik, dan tradisi, termasuk kompetisi musik dan interaksi dengan berbagai arwah yang merayakan Día de los Muertos.

Pengungkapan dan Resolusi

Seiring petualangan berlanjut, Miguel menemukan bahwa Ernesto de la Cruz bukan pahlawan seperti yang ia kira. Ernesto ternyata mencuri lagu-lagu Héctor, yang sebenarnya adalah buyut Miguel, dan bahkan membunuh Héctor untuk menutupi perbuatannya. Pengungkapan ini menghancurkan citra Ernesto di mata Miguel, tetapi juga memperkuat hubungannya dengan Héctor, yang ternyata adalah leluhur sejati yang selalu ingin kembali pada keluarganya.

Dengan bantuan keluarga arwahnya, Miguel berusaha kembali ke dunia orang hidup untuk menyampaikan kebenaran kepada Mamá Coco, putri Héctor yang kini sudah tua dan hampir kehilangan ingatannya. Dalam salah satu momen paling emosional dalam film, Miguel menyanyikan lagu “Remember Me” kepada Mamá Coco, yang membangkitkan kenangan tentang ayahnya, Héctor. Ini memungkinkan keluarga Rivera untuk berdamai dengan masa lalu dan mencabut larangan terhadap musik.

Penutup

Setelah kembali ke dunia orang hidup, Miguel membantu keluarganya menghormati Héctor dan merayakan Día de los Muertos dengan cara yang lebih bermakna. Satu tahun kemudian, keluarga Rivera merayakan hari raya dengan penuh sukacita, mengenang leluhur mereka, termasuk Héctor, sementara Miguel terus mengejar mimpinya sebagai musisi. Film ini ditutup dengan pesan tentang pentingnya keluarga, mengenang leluhur, dan mengejar impian tanpa melupakan akar budaya.

Tema Utama

  • Keluarga dan Warisan: Film ini menekankan pentingnya hubungan keluarga dan menghormati leluhur, sekaligus menunjukkan bahwa memahami sejarah keluarga dapat menyembuhkan luka lama.
  • Identitas dan Impian: Miguel berjuang untuk menyeimbangkan mimpinya sebagai musisi dengan ekspektasi keluarga, mencerminkan konflik universal tentang identitas pribadi.
  • Kematian dan Kenangan: Día de los Muertos digambarkan sebagai perayaan kehidupan, di mana mengenang orang yang telah pergi menjaga mereka tetap “hidup” dalam ingatan.

Elemen Budaya

Film ini kaya dengan elemen budaya Meksiko, termasuk tradisi Día de los Muertos seperti pembuatan ofrenda (sesaji untuk leluhur), penggunaan bunga marigold, dan kehadiran alebrijes (makhluk mistis berwarna-warni). Musik juga memainkan peran besar, dengan lagu-lagu seperti “Remember Me” yang memenangkan Academy Award untuk Lagu Orisinal Terbaik.

Coco adalah perjalanan emosional yang merayakan budaya, keluarga, dan kekuatan musik, dengan visual yang memukau dan cerita yang menyentuh hati, menjadikannya salah satu karya Pixar yang paling dicintai.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank