Black Phone 2

Black Phone 2

Black Phone 2 adalah sekuel horor supernatural Amerika yang disutradarai oleh Scott Derrickson, dirilis pada 17 Oktober 2025. Film ini melanjutkan kisah Finney Shaw (Mason Thames), yang kini berusia 17 tahun dan masih berjuang dengan trauma setelah selamat dari penculikan oleh pembunuh berantai misterius bernama The Grabber (Ethan Hawke) empat tahun sebelumnya. Adik perempuannya, Gwen (Madeleine McGraw), yang berusia 15 tahun dan dikenal pemberani, mulai menerima panggilan aneh dalam mimpinya dari “black phone” yang legendaris itu. Ia juga mengalami visi mengerikan tentang tiga anak laki-laki yang sedang diburu di sebuah kamp musim dingin bernama Alpine Lake.Dalam perjalanan mencari jawaban, Gwen menemukan hubungan mengejutkan antara The Grabber—yang ternyata bernama asli Wild Bill Hickok—dengan sejarah keluarga mereka sendiri, termasuk ibu mereka yang telah meninggal, Hope Blake, yang pernah bekerja di kamp tersebut. The Grabber, yang kini bangkit sebagai roh pembalas dendam mirip Freddy Krueger, semakin kuat dan haus balas dendam terhadap Finney dari alam kubur. Bersama-sama, Finney dan Gwen harus menghadapi ancaman ini yang ternyata lebih dalam dan pribadi daripada yang mereka bayangkan, sambil mengungkap misteri pembunuhan tiga anak laki-laki di masa lalu yang disembunyikan di bawah es danau.Film ini mengeksplorasi tema trauma berkelanjutan, kekuatan supernatural, dan konfrontasi dengan masa lalu keluarga, dengan elemen mimpi buruk yang intens dan jumpscare yang mencekam. Dibintangi juga oleh Jeremy Davies, Anna Lore, dan Demián Bichir, Black Phone 2 menerima pujian atas pendekatannya yang emosional dan atmosfer mencekam, meski dinilai sedikit lebih panjang dan kurang menakutkan dibanding film pertamanya

Kecocokan dengan Anak

Film ini tidak cocok untuk anak-anak di bawah usia 17 tahun (rated R di AS, setara dengan 17+ atau Dewasa di Indonesia). Alasan utamanya adalah konten horor yang sangat intens, termasuk:

  • Kekerasan grafis dan gore: Adegan pembunuhan, darah, dan penyiksaan anak-anak yang digambarkan secara eksplisit, meski lebih fokus pada elemen supernatural daripada kekerasan fisik langsung seperti film pertama.
  • Tema disturbing: Trauma psikologis, pelecehan anak, roh pembunuh yang haus balas dendam, dan visi mimpi buruk yang melibatkan stalking serta kematian anak laki-laki muda.
  • Suasana mencekam: Jumpscare, elemen mimpi gelap, dan ketegangan emosional yang bisa menyebabkan ketakutan berkepanjangan, terutama bagi penonton muda.

Menurut rating umum, film ini lebih ditujukan untuk remaja akhir atau dewasa yang menyukai genre horor supernatural seperti A Nightmare on Elm Street. Orang tua disarankan menghindari menonton bersama anak di bawah 13 tahun, karena bisa memicu mimpi buruk atau kecemasan. Jika anak Anda sensitif terhadap horor, pilihlah film keluarga alternatif.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

Black Phone 2 adalah sekuel dari film horor psikologis yang masih mengikuti kisah anak-anak yang diculik oleh seorang pembunuh berantai bernama The Grabber. Ceritanya kembali ke era 1970-an, di mana seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Finney berusaha melarikan diri dari ruang bawah tanah yang mengerikan dengan bantuan telepon hitam misterius yang bisa menghubungkannya dengan korban sebelumnya. Film ini penuh dengan ketegangan dan adegan-adegan yang mencekam, bukan untuk anak-anak. Saya sangat tidak merekomendasikan untuk anak di bawah 16 tahun. Adegan kekerasan fisik dan psikologis sangat intens, dengan penggambaran penculikan, penyiksaan, dan ancaman kematian yang eksplisit. Ada beberapa dialog kasar dan referensi tentang alkohol yang muncul dalam konteks dewasa. Untungnya, tidak ada konten seksual atau merokok yang menonjol. Pesan positif yang bisa diambil, jika anak sudah cukup dewasa, adalah tentang ketahanan, keberanian, dan pentingnya solidaritas antar korban. Tapi secara keseluruhan, horornya terlalu berat untuk anak-anak. Orang tua perlu waspada terhadap trauma yang mungkin timbul. Saya merekomendasikan film ini hanya untuk remaja di atas 16 tahun dengan pendampingan orang tua.

About Writer