Community Rating

blank

Back to The Outback

  • 2021
  • Parental Guide

Bosan dikurung di rumah reptil dan manusia memandang mereka seolah-olah mereka monster, sekelompok makhluk paling mematikan di Australia merencanakan pelarian yang berani dari kebun binatang mereka ke Pedalaman.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Sinopsis Lengkap Animasi “Back to the Outback” (2021)

Back to the Outback adalah film animasi komedi petualangan musikal yang disutradarai oleh Clare Knight dan Harry Cripps, dengan skenario ditulis oleh Harry Cripps berdasarkan cerita orisinal karya Cripps dan Gregory Lessans. Film ini merupakan produksi kolaborasi antara Australia dan Amerika Serikat, diproduksi oleh Reel FX Animation Studios, Weed Road Pictures, dan Netflix Animation. Film ini dirilis pada 10 Desember 2021 di Netflix setelah penayangan terbatas di bioskop Australia pada 3 Desember 2021. Dengan pengisi suara ternama seperti Isla Fisher, Tim Minchin, Eric Bana, Guy Pearce, Miranda Tapsell, Angus Imrie, Keith Urban, dan Jacki Weaver, film ini menghadirkan cerita yang menghibur dengan pesan moral tentang penerimaan diri dan keberanian untuk menjadi berbeda.
Sinopsis Cerita
Cerita Back to the Outback berpusat pada sekelompok hewan berbisa dari Australia yang tinggal di Australian Wildlife Park di Sydney, sebuah kebun binatang tempat mereka dipamerkan sebagai makhluk berbahaya dalam pertunjukan yang dipandu oleh penjaga kebun binatang, Chaz Hunt (Eric Bana). Hewan-hewan ini, yang dianggap menakutkan oleh pengunjung karena penampilan dan sifat berbisa mereka, merasa lelah dikurung dan dihakimi sebagai “monster” oleh manusia. Mereka merindukan kebebasan di Outback, padang pasir luas di Australia yang dianggap sebagai rumah sejati mereka, tempat mereka bisa diterima apa adanya tanpa stigma.
Pemimpin kelompok ini adalah Maddie (Isla Fisher), seekor ular taipan pedalaman (inland taipan) yang dikenal sebagai salah satu ular paling berbisa di dunia, namun memiliki hati emas dan sifat penuh kasih. Maddie didukung oleh tiga sahabatnya: Zoe (Miranda Tapsell), kadal iblis berduri (thorny devil) yang percaya diri; Frank (Guy Pearce), laba-laba funnel-web yang romantis namun pemalu; dan Nigel (Angus Imrie), kalajengking marmer yang sensitif dan emosional. Mereka dipandu oleh Jackie (Jacki Weaver), seekor buaya air asin yang menjadi figur ibu bagi kelompok ini. Jackie sering menceritakan kisah tentang Outback, tempat yang dikatakan memiliki tiga gunung sebagai landmark, di mana mereka bisa hidup bebas.
Kisah dimulai ketika Jackie diusir dari kebun binatang setelah insiden di mana ia berusaha menyelamatkan Chazzie (Diesel La Torraca), putra Chaz, dari saluran air, namun disalahartikan sebagai upaya menyerang. Kehilangan Jackie membuat Maddie dan teman-temannya semakin bertekad untuk melarikan diri. Mereka merencanakan pelarian berani dari kebun binatang untuk mencari Outback. Namun, rencana mereka menjadi rumit ketika Pretty Boy (Tim Minchin), seekor koala selebritas yang menggemaskan namun sombong dan menjadi bintang kebun binatang, secara tidak sengaja terlibat dalam pelarian mereka. Pretty Boy, yang awalnya mencoba menggagalkan rencana mereka, tak sengaja lumpuh sementara akibat sengatan Nigel, dan kelompok ini terpaksa membawanya bersama.
Perjalanan melintasi Australia pun dimulai, penuh dengan petualangan yang mendebarkan sekaligus lucu. Mereka dikejar oleh Chaz dan Chazzie, yang bertekad menangkap kembali hewan-hewan ini. Sepanjang perjalanan, kelompok ini dibantu oleh Uglies Secret Society (USS), sebuah organisasi rahasia yang terdiri dari hewan-hewan yang dianggap “buruk rupa” atau “berbahaya” oleh manusia, seperti Jacinta (seekor hiu putih besar), Clive (kumbang kotoran), Vlad (kelelawar), Susan dan Deirdre (babi hutan), serta Phil (platipus). USS membantu mereka dengan kode rahasia, “I’m ugly. You’re ugly,” yang menjadi simbol solidaritas di antara hewan-hewan yang tersisih.
Selama perjalanan, dinamika antar karakter berkembang. Pretty Boy, yang awalnya egois dan meremehkan teman-temannya, mulai terikat dengan kelompok, terutama dengan Maddie. Dalam salah satu momen emosional, Maddie berbagi kenangan tentang lagu yang dinyanyikannya, satu-satunya kenangan dari ibunya, yang hilang setelah Maddie terpisah darinya saat masih dalam telur akibat banjir. Pretty Boy juga mengungkapkan bahwa ia yatim piatu, dengan ibunya tewas tertabrak mobil, yang membuatnya mulai memahami perjuangan teman-temannya.
Ketegangan meningkat ketika kelompok ini mencapai Outback dan menemukan tiga gunung yang menjadi tujuan mereka. Namun, Chaz dan sekelompok pengendara motor dari sebuah pub menangkap Zoe, Frank, dan Nigel. Maddie, bersama Pretty Boy yang kembali setelah sempat meninggalkan kelompok untuk bergabung dengan koloni koala, berusaha menyelamatkan teman-temannya. Dalam klimaks cerita, mereka terjebak di ngarai oleh perangkap yang dipasang Clive, yang ternyata ingin membalas dendam pada Chaz atas kematian kakaknya, Duncan, yang tewas saat mencoba kabur dari kebun binatang. Situasi semakin kritis ketika Chazzie terjebak di tepi jurang. Maddie, dengan keberanian dan kebaikan hatinya, menyelamatkan Chazzie, membuktikan bahwa ia bukan monster seperti yang diyakini Chaz.
Akhirnya, Chaz menyadari kesalahannya dan melihat keberanian serta kebaikan hati hewan-hewan ini. Ia memutuskan untuk melepaskan mereka ke alam liar. Di Outback, kelompok ini bersatu kembali dengan Jackie, yang ternyata adalah pendiri USS dan telah melarikan diri untuk membantu mereka dari belakang layar. Mereka juga bertemu dengan Doug dan Doreen, dua hewan lain yang kini memiliki banyak anak, serta penduduk Outback lainnya. Bersama, mereka merayakan kebebasan dan penerimaan diri mereka di rumah baru mereka, dengan Pretty Boy akhirnya menemukan tempatnya di antara kelompok yang awalnya ia remehkan.
Tema dan Pesan Moral
Back to the Outback menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya, tanpa menghakimi berdasarkan penampilan atau stereotip. Film ini mengeksplorasi tema penerimaan, keberanian, dan persahabatan, dengan menunjukkan bahwa bahkan hewan yang dianggap “berbahaya” memiliki hati dan kebaikan. Cerita ini juga mengkritik cara manusia sering kali salah menilai makhluk lain berdasarkan ketakutan atau prasangka, serupa dengan pesan dalam film seperti Finding Nemo dan Madagascar, namun dengan perspektif unik melalui karakter perempuan sebagai pemimpin, yaitu Maddie.
Produksi dan Penerimaan
Film ini menampilkan visual animasi komputer yang memukau, dengan lanskap Australia yang digambarkan secara indah, mulai dari Sydney hingga padang pasir Outback. Soundtrack film, yang dikomposisi oleh Rupert Gregson-Williams dengan lirik oleh Tim Minchin, menambah daya tarik dengan lagu-lagu yang mendukung nuansa petualangan dan emosi cerita. Pengisi suara, yang mayoritas berasal dari Australia, menggunakan aksen Australia untuk menambah keaslian karakter.
Back to the Outback mendapat sambutan positif dari penonton dan kritikus, dengan rating 82% di Rotten Tomatoes berdasarkan 17 ulasan dan skor 58/100 di Metacritic berdasarkan 5 ulasan, menunjukkan ulasan yang “campuran hingga rata-rata”. Film ini masuk dalam daftar Top 10 Netflix di 64 negara, termasuk Australia dan Amerika Serikat, pada minggu setelah perilisan globalnya. Meskipun beberapa kritikus mencatat bahwa naskahnya tidak menghadirkan banyak hal baru dibandingkan film animasi lain seperti Madagascar, film ini dipuji karena pesan moralnya yang kuat, visual yang menarik, dan chemistry antar karakter.
Informasi Tambahan
  • Durasi: 1 jam 35 menit
  • Genre: Komedi, Petualangan, Musikal, Animasi
  • Tanggal Rilis: 3 Desember 2021 (bioskop terbatas di Australia), 10 Desember 2021 (Netflix)
  • Peringkat Usia: Cocok untuk keluarga dan anak-anak
  • Bahasa: Inggris dengan aksen Australia; tersedia juga dubbing Indonesia di beberapa platform
Back to the Outback adalah petualangan animasi yang menghibur dengan humor, hati, dan pesan positif, menjadikannya tontonan yang cocok untuk keluarga yang ingin menikmati cerita tentang keberanian, persahabatan, dan kebebasan.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank