Amsterdam (2022)
Berikut adalah sinopsis panjang dari film Amsterdam (2022), disutradarai oleh David O. Russell. Film ini bergenre comedy-drama-mystery dengan sentuhan sejarah, dibintangi Christian Bale, Margot Robbie, John David Washington, serta ensemble cast besar seperti Robert De Niro, Anya Taylor-Joy, Rami Malek, Zoe Saldaña, Taylor Swift, dan lainnya.
Sinopsis
Film ini berlatar tahun 1930-an di Amerika Serikat, dengan banyak flashback ke tahun 1918 selama dan sesudah Perang Dunia I. Cerita berpusat pada tiga sahabat dekat yang bertemu di masa perang dan membentuk ikatan kuat yang tak terpisahkan.
Di Perancis tahun 1918, Burt Berendsen (Christian Bale), seorang dokter dari keluarga kaya New York yang dikirim ke medan perang oleh mertuanya yang angkuat, terluka parah. Ia bertemu dan berteman dengan Harold Woodman (John David Washington), seorang tentara Afrika-Amerika dari unit Harlem Hellfighters. Keduanya dirawat oleh perawat volunteer Valerie Voze (Margot Robbie), seorang wanita eksentrik dan berbakat. Ketiganya saling menyelamatkan nyawa, berbagi mimpi, dan menikmati kehidupan bebas di Amsterdam setelah perang berakhir—sebuah periode bahagia penuh persahabatan, eksperimen seni, dan cinta (termasuk hubungan romantis antar-ras yang sulit diterima di era itu). Namun, Burt akhirnya harus kembali ke New York karena tekanan keluarga istrinya, sementara Harold dan Valerie memilih tetap di Eropa untuk sementara.
Lompat ke tahun 1933 di New York. Burt kini menjadi dokter tidak resmi yang khusus merawat veteran perang yang terluka (termasuk banyak korban trauma dan cacat fisik), hidup terpisah dari istrinya yang kaya tapi dingin. Harold telah menjadi pengacara sukses. Suatu hari, mereka dihubungi oleh putri komandan lama mereka, General Bill Meekins (diperankan Ed Begley Jr., dengan putrinya Liz Meekins diperankan Taylor Swift), yang meminta bantuan karena ayahnya meninggal secara mencurigakan setelah kembali dari perjalanan ke Eropa.
Ketika ketiganya (Burt, Harold, dan Valerie yang akhirnya muncul kembali) berusaha menyelidiki kematian itu, mereka justru menjadi tersangka pembunuhan setelah mayat lain ditemukan. Mereka difitnah dan dikejar polisi. Penyelidikan mereka membawa ke konspirasi jauh lebih besar: sebuah plot rahasia oleh sekelompok pengusaha kaya dan elit (disebut “Committee of the Five”) yang terinspirasi oleh fasisme Mussolini dan Hitler. Mereka berencana menggulingkan pemerintahan Presiden Franklin D. Roosevelt dengan memanfaatkan kemarahan para veteran perang yang tidak puas, dan memasang seorang jenderal terkenal sebagai boneka diktator.
Trio sahabat ini, bersama bantuan beberapa karakter pendukung seperti mata-mata eksentrik (Mike Myers dan Michael Shannon), dokter forensik (Zoe Saldaña), dan jenderal veteran (Robert De Niro), berusaha mengungkap rencana kudeta tersebut sambil membersihkan nama mereka sendiri. Cerita penuh dengan twist, dialog cepat, humor quirk, kekerasan sporadis, dan komentar politik tentang bahaya fasisme serta pentingnya persahabatan dan keberanian melawan ketidakadilan.
Film ini terinspirasi (secara longgar) dari kejadian nyata Business Plot tahun 1933, yaitu upaya kudeta bisnis terhadap FDR yang digagalkan oleh Jenderal Smedley Butler, tapi banyak elemen karakternya fiksi.
Kecocokan sebagai Tontonan Anak
Tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah umur 15–17 tahun, tergantung tingkat kematangan dan toleransi orang tua.
- Rating resmi: R (Restricted) oleh MPAA karena “brief violence and bloody images”.
- Alasan utama tidak cocok untuk anak:
- Ada adegan kekerasan dan gambar berdarah, termasuk luka perang grafis (cacat wajah, mata hilang, shrapnel, autopsi), penembakan, percobaan pembunuhan, dan orang ditabrak mobil hingga tewas.
- Bahasa kasar (setidaknya 1 F-word, beberapa shit, dan umpatan lain).
- Tema dewasa berat: konspirasi politik untuk menggulingkan pemerintahan, fasisme, rasialisme (termasuk hubungan antar-ras di era segregasi), trauma perang, dan kritik terhadap elit kaya.
- Ada nudity parsial (payudara wanita topless dalam adegan intim implisit) dan referensi seks.
- Alur cerita kompleks, lompat-lompat waktu, dan dialog cepat yang sulit diikuti anak kecil.
Menurut panduan orang tua seperti Common Sense Media, film ini direkomendasikan usia 15+ karena gore, swearing, dan tema politik/dewasa. Beberapa review orang tua menyebut terlalu banyak kekerasan dan bahasa kasar untuk anak di bawah 14–15 tahun.
Jika untuk anak remaja 16+ yang sudah paham sejarah atau suka film misteri politik, mungkin bisa ditonton bersama orang tua sambil diskusi. Tapi untuk anak di bawah itu (misalnya SD/SMP awal), sangat tidak direkomendasikan—lebih baik pilih film lain yang lebih ringan dan sesuai usia.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film Amsterdam (2022) berkisah tentang tiga sahabat—Burt, Harold, dan Valerie—yang terlibat dalam konspirasi politik setelah kembali dari perang. Mereka mencoba mengungkap rencana rahasia yang mengancam demokrasi. Film ini tidak cocok untuk anak-anak di bawah 16 tahun karena dialognya rumit dan penuh intrik politik yang sulit dipahami. Ada adegan kekerasan ringan (perkelahian, ledakan) dan beberapa karakter merokok serta minum alkohol. Bahasa kasarnya cukup sering, seperti 'sialan' dan 'brengsek'. Tidak ada adegan seksual, hanya ciuman sopan. Pesan positifnya tentang persahabatan, keberanian melawan ketidakadilan, dan pentingnya kepercayaan. Tapi, secara keseluruhan, lebih ke thriller dewasa. Saya rekomendasikan untuk remaja 16+ dengan pendampingan orang tua, bukan untuk anak kecil.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!




