Rio Dewanto

Aktor di

  • 13 Bom di Jakarta (2023)
  • Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti (2023)
  • The Antique Shop (2022)
  • 7-24 (2022)
  • Kamu Tidak Sendiri (2022)
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020)
  • Hanum & Rangga: Faith & The City (2018)
  • Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)
  • Surat dari Praha (2016)
  • Filosofi Kopi (2015)
  • Love and Faith (2015)
  • Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014)
  • Haji Backpacker (2014)
  • Mothers on The Edge (2013)
  • Mursala (2013)
  • Sang Pialang (2013)
  • Modus Anomali (2012)
  • Arisan! 2 (2011)
  • Garuda di Dadaku 2 (2011)
  • ? (Tanda Tanya) (2011)
  • Hello Goodbye (2011)
  • Payung Merah (2010)
  • Ratu Kostmopolitan (2010)
  • Pintu Terlarang (2009)
Biography
Nama Lengkap: Rio Dewanto
Tanggal Lahir: 28 Agustus 1987
Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
Kebangsaan: Indonesia
Etnis: Jawa
Pekerjaan: Aktor, Model, Penyanyi, Produser, Pengusaha
Tahun Aktif: 2008–sekarang
Pasangan: Atiqah Hasiholan (menikah 24 Agustus 2013)
Anak: Salma Jihane Putri Dewanto (lahir 23 Juni 2017)
Orang Tua: Winarto Subekti (ayah), Budi Setyowati (ibu)
Pendidikan: Universitas Katolik Parahyangan, Bandung (S-1 Ilmu Hukum, tidak selesai)

Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Rio Dewanto lahir pada 28 Agustus 1987 di Jakarta, Indonesia, dari pasangan Winarto Subekti dan Budi Setyowati, yang berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah. Ia dibesarkan di Jakarta dan memiliki darah Jawa. Rio sempat menempuh pendidikan tinggi di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dengan mengambil jurusan S-1 Ilmu Hukum. Namun, ia memutuskan untuk keluar dari universitas sebelum menyelesaikan studinya demi mengejar karier di dunia hiburan.

Keputusan Rio untuk meninggalkan pendidikan formal menunjukkan tekadnya untuk mengejar passion-nya di bidang seni peran. Meski awalnya tidak memiliki latar belakang formal di dunia akting, ia mengasah kemampuannya melalui pengalaman langsung dan kerja keras.

Karier Awal
Rio Dewanto memulai kariernya di industri hiburan pada tahun 2008 melalui sinetron berjudul Cucu Menantu, di mana ia memerankan karakter bernama Bagas. Selain itu, ia juga tampil dalam sinetron lain seperti Kasih dan Amara. Peran-peran awal ini membantunya membangun pengalaman di dunia akting, meskipun saat itu namanya belum dikenal luas.

Kariernya di dunia film dimulai dengan peran kecil (cameo) dalam dua film, yaitu Pintu Terlarang (2009) dan Ratu Kosmopolitan (2010). Meski peran-peran ini tidak besar, mereka menjadi batu loncatan bagi Rio untuk mendapatkan peran yang lebih signifikan di masa depan.


Karier Akting yang Melesat
2011: Terobosan dengan Tanda Tanya dan Arisan! 2
Tahun 2011 menjadi titik balik dalam karier Rio Dewanto. Ia mendapatkan peran utama sebagai Hendra/Ping Hen dalam film drama berjudul ? (dibaca: Tanda Tanya), yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini mengangkat tema pluralisme di Indonesia dan mendapat pujian kritis. Penampilan Rio dalam film ini membuat namanya mulai diperhitungkan di industri film Indonesia.

Di tahun yang sama, Rio memerankan karakter Octa dalam film Arisan! 2, sekuel dari film populer karya Nia Dinata yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Dalam film ini, ia memerankan karakter homoseksual, sebuah tantangan besar yang menunjukkan fleksibilitasnya sebagai aktor. Rio juga menyanyikan lagu soundtrack berjudul Cinta Terlarang untuk film ini, menambah dimensi baru pada kariernya sebagai penyanyi. Penampilannya dalam Arisan! 2 mengantarkannya meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik Piala Maya 2012 dan Aktor Pendukung Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2012.

Rio juga tampil dalam film Garuda di Dadaku 2 (2011) sebagai pelatih keras bernama Pak Wisnu, serta memerankan karakter Hendra dalam film Tanda Tanya.

2012: Modus Anomali dan Hello Goodbye
Pada tahun 2012, Rio memerankan karakter utama, John Evans, dalam film thriller psikologis Modus Anomali karya sutradara Joko Anwar. Film ini menunjukkan kemampuan Rio untuk memainkan peran dalam genre yang berbeda, memperkuat posisinya sebagai aktor serba bisa. Di tahun yang sama, ia beradu akting dengan istrinya (saat itu masih pacar), Atiqah Hasiholan, dalam film romansa Hello Goodbye, yang difilmkan di Korea Selatan.

2015: Filosofi Kopi
Salah satu peran ikonik Rio adalah sebagai Jody dalam film Filosofi Kopi (2015), yang diadaptasi dari novel karya Dewi Lestari. Film ini sukses besar dan menjadi salah satu karya yang paling dikenang dalam kariernya. Selain berakting, Rio juga terinspirasi untuk mendirikan kedai kopi bernama Filosofi Kopi bersama aktor Chicco Jerikho dan sutradara Angga Dwimas Sasongko, yang kini menjadi bisnis sukses.

Karya Lain yang Menonjol
  • Red Umbrella (Payung Merah): Rio membintangi film pendek ini, yang memenangkan Best Asian Short Film Awards di ScreenSingapore, dipilih oleh sutradara ternama Oliver Stone dan Eric Khoo.

  • Foxtrot Six (2019): Rio memerankan karakter Bara dalam film aksi fiksi ilmiah ini.

  • 13 Bom di Jakarta (2023): Rio memainkan peran sebagai Arok, seorang teroris, dalam film aksi ini. Ia bahkan mencoba menggunakan bazoka untuk pertama kalinya dalam kariernya. Film ini sukses besar dan menarik perhatian penonton dengan adegan-adegan spektakuler.

  • Sewu Dino (2023): Film horor ini berhasil meraih 1 juta penonton dalam 6 hari tayang, dengan Rio memerankan karakter Sugik.

  • Today We’ll Talk About That Day (2023): Rio memerankan Angkasa dan dinominasikan sebagai Best Asian Actor di Septimius Award 2023 di Amsterdam.

  • Gelas Kaca (2024): Rio membintangi serial Vidio Original ini sebagai suami yang dicurigai selingkuh, menandai debutnya dalam serial streaming.

Selain film, Rio juga aktif di dunia serial televisi dan iklan. Ia dikenal memiliki kehadiran kuat di media sosial, dengan lebih dari 2 juta pengikut di Instagram.


Kehidupan Pribadi
Rio Dewanto menikah dengan aktris dan model Atiqah Hasiholan pada 24 Agustus 2013, setelah menjalin hubungan selama 3,5 tahun. Pernikahan mereka digelar di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu. Atiqah adalah putri dari aktivis hak asasi manusia dan sutradara Ratna Sarumpaet, menjadikan Rio menantu dari tokoh terkenal ini. Pasangan ini dikaruniai seorang putri bernama Salma Jihane Putri Dewanto, yang lahir pada 23 Juni 2017.
Pada awal 2025, Rio dan Atiqah menunaikan ibadah umrah bersama, yang menarik perhatian publik karena penampilan Atiqah yang mengenakan hijab.
Rio dikenal sebagai pribadi yang terbuka tentang tantangan mentalnya. Dalam sebuah podcast bersama Putri Tanjung, ia mengaku pernah mengalami depresi dan momen ketika mentalnya jatuh, meskipun telah lama berkarier di dunia akting.


Karier Bisnis
Selain akting, Rio Dewanto juga sukses sebagai pengusaha. Beberapa bisnis yang ia jalankan meliputi:
  • Filosofi Kopi: Kedai kopi yang terinspirasi dari film yang dibintanginya, didirikan bersama Chicco Jerikho dan Angga Dwimas Sasongko.

  • All Good JKT dan Martabak Yuk!: Bisnis kuliner yang berfokus pada makanan dan minuman.

  • Haunted Inc.: Merek fesyen yang berlokasi di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

    Keterlibatannya dalam dunia bisnis menunjukkan jiwa wirausaha Rio dan kemampuannya untuk mendiversifikasi kariernya di luar dunia hiburan.

Penghargaan dan Nominasi
  • 2012: Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Piala Maya) untuk Arisan! 2.

  • 2012: Aktor Pendukung Terfavorit (Indonesian Movie Awards) untuk Arisan! 2.

  • 2012: Nominasi Aktor Pendukung Pria Terbaik (Indonesian Movie Awards) untuk Arisan! 2.

  • 2023: Nominasi Best Asian Actor (Septimius Award) untuk peran sebagai Angkasa di Today We’ll Talk About That Day.


Fakta Menarik
  • Rio belajar akting di Institut Kesenian Jakarta, yang membantunya mengasah kemampuan aktingnya.

  • Ia memiliki tinggi badan sekitar 5 kaki 11 inci (180 cm).

  • Rio dikenal sebagai aktor serba bisa yang mampu memainkan berbagai genre, dari drama, aksi, hingga horor.

  • Meskipun sukses, Rio tetap rendah hati dan sering berbagi pengalaman pribadi, termasuk tentang kesehatan mental.
  • Ia memiliki hubungan keluarga dengan aktris Karina Salim, yang mengaku sempat canggung saat harus berakting bersamanya.


Warisan dan Pengaruh
Rio Dewanto adalah salah satu aktor papan atas Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri film dan televisi Tanah Air. Dengan kemampuan akting yang serba bisa, ia berhasil membintangi berbagai genre film, dari drama sosial seperti Tanda Tanya hingga aksi spektakuler seperti 13 Bom di Jakarta. Kesuksesannya sebagai pengusaha juga menunjukkan bahwa ia adalah figur multifaset yang mampu menyeimbangkan karier seni dan bisnis.
Hingga tahun 2025, Rio tetap aktif di dunia hiburan, dengan proyek-proyek baru yang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu aktor terbaik Indonesia. Dengan dedikasi pada seni peran, bisnis, dan keluarga, Rio Dewanto adalah inspirasi bagi banyak orang, baik di dalam maupun di luar industri hiburan.

Lihat Cast Lain