Biografi Natalie Portman

Biografi Natalie Portman

Natalie Portman, lahir dengan nama Neta-Lee Hershlag pada 9 Juni 1981 di Yerusalem, Israel, adalah seorang aktris, sutradara, dan produser berkebangsaan ganda Israel-Amerika. Ia adalah anak tunggal dari Avner Hershlag, seorang dokter kandungan asal Israel, dan Shelley Stevens, seorang seniman asal Ohio, Amerika Serikat. Keluarganya memiliki akar Yahudi Ashkenazi dari Polandia, Rumania, Austria, dan Rusia, dengan sejarah tragis di mana kakek-nenek buyut dari pihak ayahnya tewas di kamp konsentrasi Auschwitz selama Holocaust. Saat berusia tiga tahun, keluarganya pindah ke Amerika Serikat, pertama ke Washington, D.C., kemudian ke Connecticut pada 1988, dan akhirnya ke Syosset, Long Island, New York. Di sana, ia bersekolah di Solomon Schechter Day School dan belajar balet serta tari modern.

Pendidikan dan Kehidupan Awal

Portman dikenal sebagai anak yang ambisius dan serius sejak kecil. Ia fasih berbahasa Ibrani sebagai bahasa asli, dan juga menguasai bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Arab. Saat berusia sepuluh tahun, ia ditemukan oleh agen Revlon di sebuah restoran pizza, tapi ia menolak menjadi model dan memilih akting. Portman lulus dari Syosset High School pada 1999, di mana ia menulis makalah ilmiah tentang produksi hidrogen enzimatik dari gula yang masuk ke Intel Science Talent Search. Ia kemudian kuliah di Harvard University dari 1999 hingga 2003, meraih gelar sarjana psikologi sambil tetap aktif berakting. Di Harvard, ia menjadi asisten peneliti Alan Dershowitz, belajar sastra Ibrani dan neurobiologi, serta berkontribusi pada studi tentang aktivasi lobus frontal. Fakta menarik yang jarang diketahui: Saat sekolah menengah, ia melewatkan pemutaran perdana film Star Wars: Episode I – The Phantom Menace karena harus belajar untuk ujian akhir.

Karir Awal (1990-an)

Portman memulai karir aktingnya pada usia 12 tahun dengan peran Mathilda dalam film Léon: The Professional (1994), di mana ia mengadopsi nama panggung “Portman” dari nama gadis neneknya untuk menjaga privasi keluarga. Peran ini awalnya melibatkan adegan telanjang dan kekerasan yang dimodifikasi atas permintaan orang tuanya. Film-film awal lainnya termasuk Heat (1995), Beautiful Girls (1996), Everyone Says I Love You (1996), dan Mars Attacks! (1996). Ia menolak peran dalam Lolita (1997) karena isu sensitif. Pada 1997–1998, ia debut di Broadway sebagai Anne Frank dalam The Diary of Anne Frank, di mana ia sering menangis di belakang panggung karena koneksi pribadi dengan Holocaust—keluarganya kehilangan banyak anggota keluarga di sana. Fakta unik: Ia mengunjungi Rumah Anne Frank dan bertemu Miep Gies untuk persiapan peran ini.

Karir Puncak dan Penghargaan (2000-an hingga 2010-an)

Portman meraih ketenaran global sebagai Padmé Amidala dalam trilogi prekuel Star Wars (1999–2005), di mana ia belajar aksen dari Audrey Hepburn dan Lauren Bacall. Setelah Harvard, ia membintangi Garden State (2004), Closer (2004)—yang memberinya nominasi Oscar pertama sebagai Aktris Pendukung Terbaik—dan V for Vendetta (2005), di mana ia mencukur rambutnya di depan kamera. Puncaknya datang dengan Black Swan (2010), di mana ia memenangkan Oscar Aktris Terbaik setelah latihan balet intensif selama satu tahun. Fakta jarang diketahui: Meski memerankan penari balet, ia menggunakan body double untuk beberapa adegan penuh tubuh, tapi ia melakukan sebagian besar tariannya sendiri setelah belajar balet sejak usia empat tahun.

Film-film lain termasuk Thor (2011) sebagai Jane Foster, Jackie (2016)—nominasi Oscar ketiga sebagai Jacqueline Kennedy—dan Annihilation (2018). Ia debut menyutradarai dengan film pendek Eve (2008) dan film panjang A Tale of Love and Darkness (2015) dalam bahasa Ibrani, berdasarkan memoar Amos Oz, yang memakan waktu sepuluh tahun untuk direalisasikan. Penghargaannya mencakup satu Oscar, dua Golden Globe, satu BAFTA, dan satu Screen Actors Guild Award.

Karir Terbaru (2020-an hingga 2026)

Pada 2021, Portman mendirikan perusahaan produksi MountainA dan menandatangani kesepakatan dengan Apple TV+. Ia membintangi Thor: Love and Thunder (2022), May December (2023), dan miniseries Lady in the Lake (2024). Pada 2025, ia membintangi Fountain of Youth di Apple TV+, yang menjadi hit global. Pada Januari 2026, filmnya The Gallerist tayang perdana di Sundance Film Festival, di mana ia berkolaborasi dengan Jenna Ortega dan Charli XCX, serta mengkritik nominasi Oscar 2026 karena kurangnya sutradara perempuan. Ia juga memproduseri animasi Arco yang dinominasikan Oscar pada 2026. Pada Februari 2026, ia menghadiri Cesar Awards dan Annie Awards. Fakta terbaru: Ia dinominasikan Razzie Awards 2026 untuk beberapa peran, tapi tetap aktif sebagai investor di AI, teknologi berkelanjutan, dan olahraga, dengan kekayaan bersih sekitar $95–105 juta.

Kehidupan Pribadi

Portman menikah dengan penari Benjamin Millepied pada 2012, yang ia temui saat syuting Black Swan. Mereka memiliki dua anak: Aleph (lahir 2011) dan Amalia (lahir 2017). Pasangan ini berpisah pada 2021 dan menyelesaikan perceraian pada 2024. Setelah itu, ia berkencan dengan musisi Prancis Tanguy Destable (Tepr) pada 2025. Ia pernah dikaitkan dengan Zach Braff, Jake Gyllenhaal, Devendra Banhart, Leonardo DiCaprio, dan Gael García Bernal. Portman tinggal di Paris dan Los Angeles, tapi lebih suka Los Angeles daripada New York. Fakta pribadi unik: Anak-anaknya enggan menonton film-filmnya karena merasa “tahan” terhadap karir ibunya.

Aktivisme dan Endorsement

Portman adalah aktivis hak hewan yang menjadi vegetarian sejak usia delapan tahun setelah melihat demonstrasi operasi laser pada ayam di konferensi medis ayahnya. Ia menjadi vegan pada 2009 setelah membaca buku Eating Animals oleh Jonathan Safran Foer, dan memproduseri dokumenter tentang peternakan pabrik. Ia meluncurkan lini sepatu vegan pada 2007 dan memenangkan Environmental Media Award pada 2017. Portman mendukung mikrofinans melalui FINCA, mengunjungi Uganda, Guatemala, dan Ekuador. Ia ikut mendirikan Time’s Up pada 2018, mendukung hak perempuan, lingkungan (surat divestasi Harvard dari bahan bakar fosil pada 2015), dan Partai Demokrat. Pada 2020, ia mendirikan tim sepak bola wanita Angel City FC di NWSL dan memproduseri dokumenter Angel City (2024). Terkait Israel, ia kritis terhadap pemerintahan, menolak hadiah Genesis Prize 2018 karena “kejadian baru-baru ini,” dan mengecam undang-undang negara-bangsa 2018 sebagai “rasis.” Pada 2023, ia mendesak pembebasan sandera Hamas, dan pada 2026, ia mengkritik tindakan ICE setelah penembakan fatal di Minneapolis. Endorsement-nya termasuk Dior sejak 2010, termasuk parfum Miss Dior.

Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

  • Portman muncul dalam video musik Paul McCartney pada 2007 dan 2012.
  • Ia pernah mengalami pelecehan seksual di hampir setiap proyeknya, seperti yang ia bagikan pada 2017.
  • Saat lahir, kepalanya berbentuk kerucut karena penggunaan vakum, tapi normal kembali dalam beberapa hari.
  • Ia menolak peran Ann August dalam Anywhere But Here (1999) karena adegan telanjang, tapi Susan Sarandon bersikeras hanya mau bermain dengannya.
  • Portman mencuri liontin berisi kepang rambut Anakin Skywalker dari set Star Wars, tapi kemudian hilang.
  • Ia mendukung pernikahan sesama jenis dan meminta maaf pada 2018 karena menandatangani petisi mendukung Roman Polanski pada 2008.
  • Tingginya hanya 160 cm, membuatnya sering disebut “hal-hal baik datang dalam kemasan kecil.”
  • Ia bermain piano dan belajar balet sejak usia empat tahun, yang ia integrasikan ke rutinitas kebugarannya melalui program Ballet Beautiful.
  • Portman menolak hadir di Israel pada 2019 untuk penghargaan sebagai protes terhadap perlakuan terhadap Palestina.
  • Ia terlibat dalam strategi “Cultural Arbitrage” pada 2026, beralih dari akting ke produksi dan investasi, termasuk rom-com Netflix Good Sex.

Natalie Portman terus menjadi salah satu figur paling berpengaruh di Hollywood, menggabungkan talenta artistik, intelektualitas, dan aktivisme.

 

Cast :