Biografi Laura Basuki

Informasi Pribadi

Laura Basuki lahir pada 9 Januari 1988 di Berlin, Jerman Barat. Ia adalah aktris dan model Indonesia keturunan campuran Jawa, Tionghoa, dan Vietnam. Ayahnya, Wibowo Basuki, keturunan Indonesia-Tionghoa, sedangkan ibunya, Thi Kieu Tien, berasal dari Vietnam. Laura memiliki tinggi badan 1,74 meter (5 kaki 8,5 inci) dan berat badan sekitar 49 kg pada awal kariernya. Ia dikenal memiliki wajah yang menyerupai bintang film Jepang, Maria Ozawa, menurut beberapa sumber.

Laura menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan menempuh pendidikan di American College Jakarta. Ia juga belajar di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Administrasi Bisnis. Awalnya, Laura bercita-cita menjadi dokter, tetapi tekanan dari ibunya mendorongnya untuk menekuni dunia modeling.

Kehidupan Pribadi

Laura menikah dengan pengusaha Leo Satrya Sandjaja pada 25 Juni 2011 di Gereja Reformed Injili Indonesia, Jakarta Utara. Pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Owen Sandjaja, yang lahir pada 7 Januari 2016, dua hari sebelum ulang tahun Laura ke-28. Laura dikenal sebagai pribadi yang menjaga privasi keluarganya dan jarang membagikan detail kehidupan pribadinya di media sosial.

Karier Modeling

Laura memulai kariernya sebagai model pada 2005 setelah bergabung dengan OQ Modeling School. Pekerjaan modeling pertamanya adalah mengikuti peragaan busana pengantin karya desainer Bijan Wanaatmadja. Setelah itu, ia tampil dalam berbagai iklan untuk produk ternama seperti Coca-Cola dan Vaseline. Pada 2006, ia muncul sebagai model dalam video klip lagu “Hapus Aku” milik grup musik Nidji, yang menjadi langkah awalnya menuju dunia hiburan.

Karier modelingnya berkembang pesat, tetapi hal ini membuatnya terlalu sibuk untuk melanjutkan rencana studinya di bidang kedokteran. Akhirnya, ia memilih untuk mempelajari ekonomi sambil tetap menjalani pekerjaan sebagai model.

Karier Akting

Debut dan Awal Karier

Laura memulai debut aktingnya pada 2008 melalui film Gara-Gara Bola (Because of Football) yang disutradarai oleh Agusy Kuntz dan diproduseri oleh Nia Dinata. Dalam film ini, ia memerankan istri seorang bandar judi setelah menjalani pelatihan akting selama sebulan. Penampilannya dalam film ini mendapat pujian dan mengantarkannya meraih dua penghargaan di Indonesian Movie Awards 2009, yaitu Aktris Pendatang Baru Terbaik dan Aktris Terfavorit.

Kesuksesan di Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta

Pada 2010, Laura membintangi film Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta (Three Hearts, Two Worlds, One Love), di mana ia memerankan seorang wanita Katolik yang jatuh cinta dengan pria Muslim, diperankan oleh Reza Rahadian. Film ini sukses secara kritis dan membuat Laura memenangkan Piala Citra untuk Aktris Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2010. Ia menjadi salah satu aktris langka yang memenangkan Piala Citra bersamaan dengan aktor utama pria dari film yang sama, yaitu Reza Rahadian.

Peran Lain di Awal 2010-an

Pada tahun yang sama, Laura menjadi pembawa acara kuis bertema sepak bola untuk MNC Group selama Piala Dunia FIFA 2010. Pada 2012, ia memerankan seorang jurnalis dalam film Republik Twitter karya Agus Kuntz. Ia juga membintangi film anak-anak Di Timur Matahari (East of the Sun), disutradarai oleh Ari Sihasale, yang mengharuskannya menghabiskan lebih dari sebulan di wilayah pegunungan Papua dengan kondisi minim, seperti mandi hanya seminggu sekali.

Pada 2013, Laura tampil dalam film Madre, dan pada 2015, ia berperan dalam Love and Faith bersama Rio Dewanto, memerankan karakter Lim Kwei Ing.

Puncak Karier dengan Susi Susanti: Love All

Pada 2019, Laura memerankan legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, dalam film biografi Susi Susanti: Love All. Untuk mempersiapkan peran ini, Laura menjalani pelatihan intensif untuk meniru gerakan dan gaya bermain Susi Susanti. Penampilannya mendapat pujian luas, dan ia memenangkan Piala Citra keduanya untuk Aktris Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2020.

Pengakuan Internasional di Before, Now & Then

Pada 2022, Laura membintangi film Before, Now & Then karya Kamila Andini, sebuah drama yang berlatar Indonesia pada 1960-an. Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Berlin ke-72, dan Laura memenangkan Silver Bear untuk Penampilan Pendukung Terbaik, menjadikannya salah satu aktris Indonesia pertama yang meraih penghargaan bergengsi di kancah internasional.

Proyek Terbaru

Pada 2023, Laura tampil dalam beberapa film, termasuk Sleep Call sebagai Dina, 24 Hours with Gaspar, Berbalas Kejam sebagai Amanda, Kapan Hamil? sebagai Nadya, dan Rumah Masa Depan sebagai Surti. Ia juga membintangi Heartbreak Motel dan Yohanna pada 2024, yang semakin memperkuat reputasinya sebagai aktris serba bisa. Penampilannya dalam Sleep Call dan Heartbreak Motel mendapat pujian kritis, menambah daftar karyanya yang diakui secara luas.

Penghargaan dan Pencapaian

Laura Basuki telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi selama kariernya, antara lain:

  • 2009: Aktris Pendatang Baru Terbaik dan Aktris Terfavorit, Indonesian Movie Awards (Gara-Gara Bola).
  • 2010: Piala Citra untuk Aktris Utama Terbaik, Festival Film Indonesia (Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta).
  • 2020: Piala Citra untuk Aktris Utama Terbaik, Festival Film Indonesia (Susi Susanti: Love All).
  • 2022: Silver Bear untuk Penampilan Pendukung Terbaik, Festival Film Internasional Berlin (Before, Now & Then).

Kekayaan Bersih

Estimasi kekayaan bersih Laura Basuki bervariasi menurut sumber. Beberapa sumber memperkirakan kekayaannya antara $1 juta hingga $5 juta pada 2023, terutama dari karier akting dan modelingnya. Namun, angka pastinya tidak diketahui secara pasti karena Laura tidak secara terbuka mengungkapkan detail keuangannya.

Fakta Menarik

  • Laura fasih berbicara dalam bahasa Inggris dan Indonesia.
  • Ia pernah tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, pada usia 18 tahun untuk mengejar karier akting, tetapi kembali ke Indonesia untuk fokus pada industri film lokal.
  • Penampilannya dalam Susi Susanti: Love All membutuhkan pelatihan fisik intensif untuk menyerupai atlet bulu tangkis profesional.
  • Laura dikenal sebagai aktris yang serba bisa, mampu memerankan berbagai genre, dari drama romansa hingga film biografi dan thriller.

Warisan dan Pengaruh

Laura Basuki adalah salah satu aktris paling dihormati di Indonesia, dikenal karena dedikasinya terhadap seni peran dan kemampuannya menghidupkan karakter yang kompleks. Dengan dua Piala Citra dan penghargaan internasional seperti Silver Bear, ia telah membuktikan bahwa aktris Indonesia mampu bersinar di panggung global. Kariernya yang terus berkembang menunjukkan bahwa ia akan tetap menjadi figur penting dalam industri film Indonesia di masa depan.

Cast :

  • The Shadow Strays (2024)
  • Sleep Call (2023)
  • Before, Now & Then (2022)
  • Susi Susanti: Love All (2019)
  • Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah (2018)
  • The Returning (2018)
  • Terpana (2016)
  • 3 Srikandi (2016)
  • Hajji Backpacker (2014)
  • Republik Twitter (2012)