
Kathryn Bigelow
Home » Kathryn Bigelow
Aktor di
Bigelow memulai debut penyutradaraan fitur dengan The Loveless (1981), film biker yang menampilkan Willem Dafoe dalam peran utama pertamanya.
Beberapa karya ikoniknya:
- Near Dark (1987) — kultus vampire-Western yang ia tulis bersama Eric Red.
- Point Break (1991) — aksi surf-bank robbery legendaris dengan Keanu Reeves dan Patrick Swayze (box office sukses besar).
- Strange Days (1995) — sci-fi distopia yang diproduksi mantan suaminya James Cameron.
- The Hurt Locker (2008) — drama perang Irak yang memenangkan 6 Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director (pertama untuk wanita).
- Zero Dark Thirty (2012) — kisah pemburuan Osama bin Laden, kontroversial tapi dipuji kritikus.
- Detroit (2017) — drama sejarah kerusuhan rasial 1967.
- A House of Dynamite (2025) — thriller politik Netflix tentang respons pemerintah AS terhadap serangan rudal nuklir (premiere di Venice Film Festival 2025, dibintangi Idris Elba & Rebecca Ferguson).
Ia juga menyutradarai episode TV (Homicide: Life on the Street), dokumenter (Cartel Land — memenangkan Primetime Emmy), dan iklan (termasuk Super Bowl untuk Budweiser, AT&T, Apple).
Biography
Kathryn Bigelow (lahir 27 November 1951) adalah sutradara, produser, dan penulis skenario Amerika yang terkenal dengan gaya sinematik intens, aksi berenergi tinggi, dan eksplorasi tema kekerasan, konflik manusia, serta isu politik-sosial secara mendalam. Ia mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang memenangkan Academy Award untuk Best Director berkat film The Hurt Locker (2008).
Berikut adalah biografi lengkapnya beserta fakta menarik dari berbagai sisi kehidupannya.
Masa Kecil dan Pendidikan
Kathryn Ann Bigelow lahir di San Carlos, California, sebagai anak tunggal dari Gertrude Kathryn (seorang pustakawan berdarah Norwegia) dan Ronald Elliot Bigelow (manajer pabrik cat yang gemar menggambar kartun). Ayahnya memiliki mimpi menjadi kartunis tapi tidak tercapai, yang justru menginspirasi minat Kathryn pada seni.
Ia memulai karir sebagai pelukis berbakat:
- Menempuh studi di San Francisco Art Institute (1970–1972), meraih gelar BFA.
- Pada usia 20 tahun, mendapat beasiswa ke Whitney Museum Independent Study Program di New York, di mana ia mendapat studio di bekas bank tua dan dikritik oleh tokoh besar seperti Richard Serra, Robert Rauschenberg, dan Susan Sontag.
- Pernah berkolaborasi dengan Philip Glass dalam bisnis renovasi apartemen di Soho dan Tribeca (ia sering mengampelas lantai sendiri!).
- Lanjut ke Columbia University (lulus 1979) untuk studi film, di bawah bimbingan Vito Acconci, Sylvère Lotringer, Susan Sontag, dan lainnya.
Fakta menarik: Sebelum jadi sutradara, ia sempat jadi seniman miskin di New York, tinggal bersama Julian Schnabel, dan bahkan muncul dalam video seni eksperimental.
Penghargaan utama:
- 2 Academy Awards (Best Director & Best Picture – The Hurt Locker)
- 2 BAFTA Awards
- Directors Guild of America Award (pertama untuk wanita)
- Primetime Emmy untuk dokumenter
- Dinominasikan Golden Globe berkali-kali
- Time Magazine 100 Most Influential People (2010)
Kehidupan Pribadi
Bigelow menikah dengan sutradara James Cameron (1989–1991). Mereka tetap berteman baik setelah bercerai. Pada 2010, keduanya bersaing dalam nominasi Best Director Oscar (The Hurt Locker vs Avatar) — pertama kalinya mantan suami-istri bersaing di kategori itu, dan Bigelow menang!
Ia dikenal sangat tertutup soal kehidupan pribadi, tidak punya anak yang diketahui publik, dan lebih fokus pada karya. Tinggi badannya sekitar 182 cm (5’11¾”), dan sering digambarkan sebagai sutradara yang “membenci kekerasan tapi tertarik pada kebenaran”.
Fakta Menarik Lainnya
- Suka menggunakan slow motion dan sudut pandang first-person dalam adegan aksi.
- Pernah meminta aktor benar-benar memukul satu sama lain dalam syuting (The Loveless).
- Terinspirasi film seperti The Wild Bunch dan Mean Streets untuk beralih ke film.
- Pernah memodel untuk iklan Gap dan muncul dalam film eksperimental.
- Di 2025–2026, filmnya mendapat retrospective di BFI (termasuk A House of Dynamite).
- Bigelow sering menolak label “sutradara wanita” atau “feminis” — ia ingin karya dinilai berdasarkan kualitas, bukan gender.
Kathryn Bigelow tetap menjadi salah satu sutradara paling berpengaruh di Hollywood, dengan gaya yang memadukan adrenalin tinggi dan kedalaman intelektual — bahkan di usia 74 tahun (per 2026), ia terus mendorong batas sinema kontemporer.






