
Johnny Depp
Home » Johnny Depp
Aktor di
Biography
Biografi Johnny Depp: Kehidupan dan Karier
Informasi Dasar
- Nama Lengkap: John Christopher Depp II
- Tanggal Lahir: 9 Juni 1963
- Tempat Lahir: Owensboro, Kentucky, Amerika Serikat
- Kebangsaan: Amerika Serikat
- Pekerjaan: Aktor, musisi, produser, sutradara
- Kekayaan Bersih (perkiraan): Sekitar $200 juta (berdasarkan laporan Forbes dan sumber lain hingga 2025)
- Pasangan: Lori Anne Allison (1983–1985), Amber Heard (2015–2017)
- Anak: Lily-Rose Melody Depp (lahir 1999), John Christopher “Jack” Depp III (lahir 2002)
- Tanda Zodiak: Gemini
- Etnis: Belgia (Flemish), Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dengan sedikit keturunan Cherokee dan Navajo
Masa Kecil dan Latar BelakangJohn Christopher Depp II lahir di Owensboro, Kentucky, sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya, John Christopher Depp Sr., adalah seorang insinyur sipil, sedangkan ibunya, Betty Sue Palmer (née Wells), bekerja sebagai pelayan dan ibu rumah tangga. Keluarga Depp sering berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan ayahnya, dan mereka akhirnya menetap di Miramar, Florida, ketika Johnny berusia 7 tahun. Johnny memiliki tiga kakak: Daniel (juga dikenal sebagai DP, seorang penulis skenario), Debbie, dan Christi Dembrowski (yang kemudian menjadi asisten pribadinya).Masa kecil Johnny penuh tantangan. Ia menggambarkan dirinya sebagai anak yang pendiam dan “aneh”, sering kali melakukan perilaku eksentrik seperti mematikan sakelar lampu berulang kali atau membuat suara aneh. Keluarganya hidup dalam kondisi keuangan yang sulit, dan mereka pernah tinggal di sebuah motel selama hampir setahun. Ketegangan keluarga bertambah ketika orang tua Johnny bercerai saat ia berusia 15 tahun. Johnny sangat dekat dengan ibunya, yang ia gambarkan sebagai pekerja keras yang berjuang untuk menghidupi keluarga.
Pada usia 12 tahun, Johnny mulai merokok, bereksperimen dengan obat-obatan, dan melakukan tindakan melukai diri sendiri sebagai pelarian dari masalah keluarga. Ibunya memberikan gitar kepadanya di usia yang sama, yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Johnny mulai fokus pada musik, mengesampingkan sekolah, dan akhirnya keluar dari sekolah menengah pada usia 15 tahun untuk mengejar karier sebagai musisi rock.
Awal Karier: Dari Musisi ke AktorPada tahun 1979, Johnny bergabung dengan band bernama The Flame, yang kemudian berganti nama menjadi The Kids. Band ini cukup sukses di Florida, bahkan pernah menjadi pembuka untuk band terkenal seperti Talking Heads dan The B-52s. Namun, mereka kesulitan secara finansial. Pada tahun 1983, Johnny menikahi Lori Anne Allison, seorang penata rias berusia 25 tahun, dan pindah ke Los Angeles untuk mencari peluang besar bersama bandnya. Untuk menyambung hidup, Johnny bekerja sebagai penjual pulpen melalui telemarketing.
Perubahan besar terjadi ketika Lori memperkenalkan Johnny kepada aktor Nicolas Cage, yang melihat potensi akting dalam diri Johnny. Cage mengatur audisi dengan sutradara Wes Craven untuk film horor A Nightmare on Elm Street (1984). Meskipun tanpa pengalaman akting, Johnny mendapatkan peran sebagai Glen Lantz, pacar karakter utama yang menjadi korban Freddy Krueger. Peran ini didapat sebagian karena putri Wes Craven terpesona olehnya. Johnny sendiri mengaku bahwa ia “berakting secara tidak sengaja” dan awalnya tidak memiliki keinginan menjadi aktor.
Setelah peran kecil di Platoon (1986) karya Oliver Stone, Johnny mendapatkan peran utama dalam serial televisi 21 Jump Street (1987–1990). Dalam serial ini, ia memerankan Tom Hanson, seorang polisi muda yang menyamar di sekolah-sekolah untuk menangkap penjahat. Serial ini sukses besar, menjadikan Johnny idola remaja, meskipun ia merasa tidak nyaman dengan status “teen heartthrob” tersebut. Ia meninggalkan serial ini pada 1990 untuk fokus pada karier film.
Kariernya di Hollywood: 1990-anPada 1990-an, Johnny mulai membangun reputasi sebagai aktor serius yang memilih peran-peran eksentrik dan tidak konvensional. Kolaborasi pertamanya dengan sutradara Tim Burton dalam Edward Scissorhands (1990) menjadi tonggak penting. Dalam film ini, Johnny memerankan Edward, seorang pria dengan tangan gunting yang kesepian, dan berhasil menunjukkan kedalaman emosional yang luar biasa. Film ini sukses secara kritis dan komersial, dan menandai awal hubungan profesional jangka panjang dengan Burton.
Sepanjang dekade ini, Johnny memilih peran-peran yang menantang stereotip Hollywood. Ia membintangi film-film seperti:
- Cry-Baby (1990), sebuah komedi musikal karya John Waters.
- What’s Eating Gilbert Grape (1993), di mana ia memerankan seorang pemuda yang berjuang dengan tanggung jawab keluarga, beradu akting dengan Leonardo DiCaprio.
- Benny & Joon (1993), sebagai seorang pemuda eksentrik yang menyerupai Charlie Chaplin.
- Arizona Dream (1993), sebuah film independen karya Emir Kusturica.
- Ed Wood (1994), di mana ia memerankan sutradara terburuk dalam sejarah perfilman. Peran ini membuatnya dinominasikan untuk Golden Globe ketiganya dan menghidupkan kembali semangatnya untuk berakting.
- Dead Man (1995), sebuah film barat karya Jim Jarmusch.
- Donnie Brasco (1997), sebagai agen FBI yang menyamar di dunia mafia, beradu akting dengan Al Pacino.
- Fear and Loathing in Las Vegas (1998), memerankan alter ego Hunter S. Thompson, Raoul Duke, dalam adaptasi novel semi-otobiografi karya Terry Gilliam.
- The Ninth Gate (1999), sebuah thriller misteri karya Roman Polanski.
- Sleepy Hollow (1999), kembali berkolaborasi dengan Tim Burton sebagai Ichabod Crane.
Johnny dikenal karena kemampuannya memerankan karakter eksentrik dengan humor dan kedalaman yang unik. Pada 1999, ia menerima bintang di Hollywood Walk of Fame atas kontribusinya pada industri film.
Puncak Karier: 2000-an dan Pirates of the CaribbeanPada awal 2000-an, Johnny terus menunjukkan versatilitasnya dengan peran-peran seperti:
- Chocolat (2000), sebuah drama romansa.
- Blow (2001), sebagai pengedar narkoba George Jung.
- From Hell (2001), sebagai inspektur yang menyelidiki kasus Jack the Ripper.
- Once Upon a Time in Mexico (2003), bagian dari trilogi mariachi karya Robert Rodriguez.
Namun, titik balik sejati dalam kariernya terjadi pada 2003 ketika ia memerankan Captain Jack Sparrow dalam Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl. Johnny memodelkan karakternya berdasarkan gitaris Rolling Stones, Keith Richards, dan menambahkan sentuhan humor serta kepribadian yang unik. Peran ini membuatnya dinominasikan untuk Academy Award sebagai Aktor Terbaik dan menjadikan film ini sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa. Sekuel-sekuelnya (Dead Man’s Chest, At World’s End, On Stranger Tides, dan Dead Men Tell No Tales) juga sukses besar, dengan total pendapatan lebih dari $4,5 miliar di seluruh dunia.
Johnny melanjutkan kolaborasinya dengan Tim Burton dalam film-film seperti:
- Charlie and the Chocolate Factory (2005), sebagai Willy Wonka.
- Corpse Bride (2005), sebagai pengisi suara Victor Van Dort.
- Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street (2007), yang membuatnya memenangkan Golden Globe untuk Aktor Terbaik dalam Film Musikal atau Komedi dan dinominasikan untuk Oscar ketiganya.
- Alice in Wonderland (2010), sebagai Mad Hatter.
- Dark Shadows (2012).
Pada 2009, ia memerankan gangster John Dillinger dalam Public Enemies, yang mendapat pujian kritis, dan berkontribusi dalam The Imaginarium of Doctor Parnassus, di mana ia, Jude Law, dan Colin Farrell menyumbangkan gaji mereka untuk putri Heath Ledger, Matilda, setelah kematian Ledger sebelum film selesai.
Kariernya di 2010-an dan KontroversiPada 2010-an, Johnny tetap menjadi salah satu aktor dengan bayaran tertinggi di Hollywood, dengan pendapatan $75 juta pada 2012, menjadikannya aktor dengan bayaran tertinggi versi Guinness World Records. Ia membintangi film-film seperti:
- The Tourist (2010), bersama Angelina Jolie.
- Rango (2011), sebagai pengisi suara karakter utama dalam film animasi.
- The Rum Diary (2011), adaptasi novel Hunter S. Thompson lainnya.
- The Lone Ranger (2013), sebagai Tonto.
- Into the Woods (2014), sebagai serigala dalam adaptasi musikal.
- Black Mass (2015), sebagai bos kriminal Whitey Bulger.
- Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) dan Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018), sebagai Gellert Grindelwald.
Namun, kariernya mulai menghadapi tantangan pada akhir 2010-an karena kontroversi pribadi. Pada 2016, istrinya, Amber Heard, mengajukan gugatan cerai dan menuduh Johnny melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Tuduhan ini memicu perhatian media besar-besaran dan memengaruhi reputasinya. Pada 2018, Johnny menggugat Heard atas pencemaran nama baik setelah Heard menulis op-ed tentang menjadi korban kekerasan domestik. Johnny juga menggugat tabloid Inggris The Sun atas artikel yang menyebutnya sebagai “pemukul istri”. Pada 2020, Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan bahwa sebagian besar tuduhan Heard terbukti secara standar sipil, dan Johnny kalah dalam gugatan tersebut.
Puncaknya adalah persidangan pencemaran nama baik di Virginia, AS, pada April–Juni 2022. Persidangan ini disiarkan secara langsung dan menarik lebih dari 500 juta penonton. Juri memutuskan bahwa Heard telah mencemarkan nama baik Johnny, dan ia dianugerahi $10 juta sebagai ganti rugi. Heard juga memenangkan salah satu gugatannya, tetapi hanya menerima $2 juta. Pada Desember 2022, keduanya mencapai penyelesaian, dengan Heard membayar $1 juta kepada Johnny. Persidangan ini mengembalikan sebagian besar dukungan publik untuk Johnny, meskipun kariernya belum sepenuhnya pulih.
Karier Pascakontroversi: 2020-anSetelah persidangan, Johnny kembali ke dunia akting dengan peran sebagai Raja Louis XV dalam film Prancis Jeanne du Barry (2023), yang ditayangkan perdana di Festival Film Cannes dan mendapat pujian. Ia juga terus aktif sebagai musisi dengan supergroup rock Hollywood Vampires, yang ia bentuk bersama Alice Cooper dan Joe Perry pada 2015. Johnny juga mengumumkan proyek-proyek baru, termasuk rencana untuk membintangi dan memproduksi film melalui perusahaannya, Infinitum Nihil, yang didirikan pada 2004.
Pada 2025, ia dijadwalkan untuk tampil dalam beberapa proyek, termasuk potensi kembalinya ke franchise Pirates of the Caribbean (meskipun belum dikonfirmasi secara resmi) dan peran dalam film-film independen. Ia juga tetap aktif dalam kegiatan filantropi, termasuk menyumbangkan $2 juta untuk Great Ormond Street Hospital sebagai ucapan terima kasih atas perawatan putrinya, Lily-Rose, yang menderita infeksi E. coli pada 2007.
Kehidupan PribadiJohnny Depp dikenal sebagai sosok yang karismatik dan memiliki kehidupan pribadi yang penuh warna. Ia telah menjalin hubungan dengan beberapa selebriti ternama:
- Lori Anne Allison (1983–1985): Pernikahan pertamanya berakhir setelah dua tahun.
- Sherilyn Fenn dan Jennifer Grey (akhir 1980-an): Johnny bertunangan dengan keduanya, tetapi hubungan tidak berlanjut.
- Winona Ryder (1989–1993): Hubungan mereka saat syuting Edward Scissorhands sangat dipublikasikan, dan Johnny bahkan memiliki tato “Winona Forever” (yang kemudian diubah menjadi “Wino Forever” setelah putus).
- Kate Moss (1994–1998): Hubungan dengan supermodel Inggris ini juga menarik perhatian media.
- Vanessa Paradis (1998–2012): Johnny memiliki dua anak dengan penyanyi dan aktris Prancis ini, Lily-Rose dan Jack. Mereka tidak pernah menikah, tetapi hubungan mereka dianggap stabil hingga perpisahan pada 2012.
- Amber Heard (2012–2017): Hubungan mereka yang penuh kontroversi berakhir dengan perceraian dan persidangan yang telah disebutkan.
Johnny memiliki gangguan penglihatan sejak lahir, hampir buta di mata kirinya, dan menderita rabun jauh. Ia juga dikenal sebagai kolektor barang seni dan memorabilia, serta memiliki pulau pribadi di Bahama yang dinamai berdasarkan orang-orang terdekatnya, seperti Vanessa Paradis, anak-anaknya, Hunter S. Thompson, dan Marlon Brando.
Pencapaian dan PenghargaanJohnny Depp telah menerima banyak penghargaan atas karyanya, termasuk:
- Golden Globe Award: Aktor Terbaik dalam Film Musikal atau Komedi untuk Sweeney Todd (2007).
- Screen Actors Guild Award: Aktor Terbaik untuk Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003).
- Nominasi Academy Award: Tiga kali untuk Pirates of the Caribbean (2003), Finding Neverland (2004), dan Sweeney Todd (2007).
- Nominasi BAFTA: Dua kali untuk Pirates of the Caribbean dan Finding Neverland.
- Donostia Award (2021): Penghargaan atas pencapaian seumur hidup di San Sebastian Film Festival.
- Disney Legend (2015): Untuk kontribusinya pada film-film Disney.
- People’s Choice Awards: 14 kali pemenang, termasuk Aktor Favorit Dekade Ini.
- Sexiest Man Alive oleh majalah People: 2003 dan 2009.
Film-filmnya telah menghasilkan lebih dari $8 miliar di seluruh dunia, menjadikannya salah satu aktor paling sukses secara komersial dalam sejarah.
Fakta Menarik
- Johnny adalah penggemar berat Hunter S. Thompson dan telah memerankan alter egonya dalam dua film (Fear and Loathing in Las Vegas dan The Rum Diary). Ia juga mendanai pemakaman Thompson pada 2005.
- Ia pernah melukis di papan reklame yang menampilkan wajahnya untuk 21 Jump Street karena tidak menyukai gambarnya.
- Johnny memiliki klub malam di Los Angeles bernama The Viper Room, yang ia beli pada 1993.
- Ia adalah penggemar acara komedi Inggris The Fast Show dan pernah tampil dalam sketsa terakhirnya.
- Johnny dianggap sebagai “badut metode” dalam akting, dengan pendekatan eksentrik yang mirip dengan Marlon Brando.
- Ia pernah ditawari peran Neo dalam The Matrix (1999), tetapi peran tersebut akhirnya diberikan kepada Keanu Reeves.
- Johnny menyumbangkan gajinya dari The Imaginarium of Doctor Parnassus untuk putri Heath Ledger sebagai penghormatan atas persahabatan mereka.
- Ia pernah merekam pesan suara untuk seorang gadis remaja Inggris yang koma selama lima bulan, atas permintaan orang tuanya, karena ia adalah aktor favoritnya.
Warisan dan DampakJohnny Depp dikenal sebagai salah satu aktor paling serbaguna dan karismatik di Hollywood. Kemampuannya untuk memerankan karakter eksentrik dengan humor dan emosi telah menginspirasikan banyak aktor dan pembuat film. Perannya sebagai Captain Jack Sparrow telah menjadi ikon budaya pop, dan kolaborasinya dengan Tim Burton telah menghasilkan beberapa film paling berkesan dalam sejarah sinema modern. Meskipun menghadapi tantangan akibat kontroversi pribadi, kemenangannya dalam persidangan 2022 telah mengembalikan sebagian besar dukungan publik, dan ia tetap menjadi figur penting dalam industri hiburan.Johnny juga aktif dalam filantropi, termasuk donasi besar untuk rumah sakit anak-anak dan dukungan untuk berbagai organisasi amal. Sebagai musisi, ia terus tampil dengan Hollywood Vampires, menunjukkan bahwa bakatnya tidak terbatas pada akting. Dengan proyek-proyek baru di cakrawala, Johnny Depp tetap menjadi legenda Hollywood yang terus berevolusi.






