Biografi Iñaki Godoy
Cast :
Iñaki Godoy Jasso (lahir 25 Agustus 2003 di Mexico City, Meksiko) adalah aktor Meksiko berusia 22 tahun yang kini menjadi salah satu bintang muda paling bersinar di Hollywood berkat perannya sebagai Monkey D. Luffy dalam adaptasi live-action One Piece Netflix.
Ia dikenal karena transisi mulus dari telenovela Meksiko ke produksi global berbahasa Inggris, serta dedikasinya yang luar biasa terhadap peran ikonik Luffy. Hingga Maret 2026, musim kedua One Piece baru saja tayang perdana pada 10 Maret 2026, sementara ia sedang jeda syuting musim ketiga di Afrika Selatan.
Kehidupan Awal dan Keluarga
Iñaki lahir dari ayah Edin Godoy (akuntan atau penasihat pajak) dan ibu Katy Godoy (ibu rumah tangga). Ia adalah anak pertama dalam keluarga yang mengejar karier hiburan — orang tuanya mendukung penuh sejak kecil. Keluarga bilingual (Spanyol-Inggris) dan ia bersekolah bilingual, yang kelak sangat membantu kariernya di Hollywood.
Ia memiliki adik perempuan Mia Godoy, yang lahir sekitar satu bulan setelah ulang tahun pertamanya (hampir tepat satu tahun lebih muda). Mia adalah pelaut profesional Meksiko yang pernah melakukan perjalanan layar global selama 10 bulan. Mia juga menderita alopecia universalis sejak usia 3 tahun (kebotakan total termasuk alis dan bulu mata). Keluarga mereka mendirikan blog dan cabang Children’s Alopecia Project (CAP) di Meksiko untuk mendukung anak-anak lain dengan kondisi serupa. Iñaki sering menyebut Mia sebagai “teman terbaiknya” dan “hadiah ulang tahun terbaik”.
Sejak kecil, Iñaki suka menghibur orang. Pada usia 4 tahun, ibunya mendaftarkannya ke sekolah teater musikal Stage Company. Debut panggungnya adalah sebagai Flounder dalam versi The Little Mermaid yang dibuat guru (tema daur ulang). Ia juga pernah menjadi Cheshire Cat di produksi amatir Alice in Wonderland — dan tertawa pertama dari penonton menjadi momen yang membuatnya kecanduan akting.
Usia 9–16 tahun, ia rutin mengikuti summer acting camp di California. Profesional debutnya dimulai usia 11 tahun.
Karier Awal (2016–2022)
- 2016 (usia 13): Peran besar pertama sebagai Amadeo “El Gato” di telenovela Telemundo La querida del Centauro (2 musim).
- Peran pendukung kecil di Blue Demon (sebagai Blue Demon kecil), Por la Máscara, No Fear of Truth (El Chinos), dan Los elegidos.
- 2020 (usia 14): Debut film utama sebagai Pedro di ¡Ánimo Juventud! (nominasi Best Film di Morelia International Film Festival). Film lain: MexZombies (Tavo) dan No abras la puerta (Fausto).
- 2021: Peran recurring Bruno Lazcano di Netflix ¿Quién mató a Sara? (2 musim pertama).
- 2022: Peran utama pertama dalam produksi berbahasa Inggris — Juan Ruiz di Netflix The Imperfects.
Selama lockdown COVID, ia mengikuti workshop SOCAPA dan New York University (online), menulis skenario, serta menyutradarai dan co-produksi dua short film: Blinded dan Casiarte (challenge 48 jam, tersedia di YouTube). Ia juga sempat mempertimbangkan kuliah film untuk jadi sutradara.
Terobosan Global: One Piece (2023–Sekarang)
Pada 2021 (usia 17), saat syuting The Imperfects di Vancouver, ia mengirim self-tape audisi untuk proyek rahasia. Ia mendapat peran Monkey D. Luffy saat sedang terbang ke New York bersama keluarga — reaksinya direkam adiknya dan ia langsung tahu “ini akan mengubah hidupku”.
Ia mempersiapkan diri dengan membaca seluruh manga One Piece dan menonton anime (ia belum pernah nonton anime sebelumnya!). Ia melatih martial arts dan skydiving, mempelajari ekspresi wajah berlebihan Luffy, serta mengambil inspirasi fisik dari Jim Carrey, Rowan Atkinson, Charlie Chaplin, dan Buster Keaton. Ia bahkan bertemu Mayumi Tanaka (suara Luffy asli Jepang) dan menyuarakan Luffy versi Latin American Spanish.
Eiichiro Oda (pencipta) memuji: “Saya tidak menyangka akan menemukan seseorang seperti Iñaki Godoy. Ia persis seperti Luffy yang saya gambar dulu.” Iñaki termasuk segelintir audisi yang berhasil membuat Oda tertawa.
Musim 1 tayang Agustus 2023, masuk Top 10 di 93 negara, dan langsung renew. Musim 2 tayang 10 Maret 2026 (baru 4 hari lalu), sementara musim 3 sedang syuting di Afrika Selatan. Iñaki kini menjadi wajah resmi franchise ini.
Setelah musim 1, ia beristirahat dengan perjalanan layar 80 hari di Karibia bersama kru: belajar masak, navigasi bintang & kompas, membersihkan barang dengan air laut, dan menyadari “lebih baik bahagia daripada benar”. Pengalaman ini membuatnya lebih percaya diri saat kembali syuting.
Ia juga belajar bahasa Jepang selama dua tahun setelah musim 1 — kini bisa wawancara dan event dalam bahasa Jepang (meski masih sederhana tapi percaya diri).
Kehidupan Pribadi
Iñaki single dan jarang membahas pacar. Ia gamer sejati: favorit The Legend of Zelda: Majora’s Mask dan Super Mario Galaxy (bukan FIFA). Ia punya topi triceratops hadiah dari ayahnya. Tinggi resmi 5′8″ (173 cm) menurut IMDb, meski beberapa sumber menyebut sekitar 170 cm. Ia berlatih rutin untuk menjaga fisik.
Ia tetap rendah hati, menelepon keluarga setiap hari, dan melihat Luffy bukan sebagai orang biasa melainkan “ideal” — keberanian, keterbukaan, dan tidak dendam. Ia sering bertanya “Apa yang akan Luffy katakan?” saat ragu.
Fakta Menarik yang Tidak Banyak Orang Tahu
Berikut beberapa hal langka yang jarang dibahas di media mainstream:
- Adiknya Mia mengidap alopecia universalis sejak kecil; ia pernah mencoba merekatkan rambutnya dengan lem di bathtub agar bisa main “putri” bersama teman sekolah. Keluarga mendirikan blog dan CAP Mexico untuk dukungan anak-anak alopecia.
- Debut panggungnya sebagai Flounder dalam versi The Little Mermaid bertema daur ulang — bukan produksi biasa!
- Tertawa pertama dari penonton saat jadi Cheshire Cat di Alice in Wonderland amatir membuatnya ketagihan akting.
- Usia 9–16 tahun rutin summer camp akting di California untuk latihan bahasa Inggris dan networking.
- Selama COVID, ia tidak hanya aktor tapi juga sutradara & penulis dua short film Blinded dan Casiarte (bisa ditonton di YouTube).
- Tidak pernah nonton anime sebelum audisi One Piece — ia langsung marathon manga dan anime hanya untuk peran ini.
- Ia termasuk segelintir orang yang berhasil bikin Eiichiro Oda tertawa saat audisi; Oda bilang Iñaki “persis seperti Luffy yang saya gambar”.
- Setelah musim 1, ia berlayar 80 hari di Karibia: belajar navigasi bintang, masak di kapal, dan membersihkan barang paling kotor pakai air laut — pengalaman hidup yang ia sebut “crash course kehidupan”.
- Kini bisa berbahasa Jepang cukup untuk wawancara dan event (dipelajari sendiri 2 tahun setelah musim 1).
- Ia sempat mempertimbangkan kuliah film dan jadi sutradara; sekarang ia ambil kelas screenwriting online dan ingin main peran villain “yang senang jadi jahat”.
- Ia punya topi triceratops kesayangan dari ayahnya — aksesori favorit yang mencerminkan sifat playful-nya.
- Meski terkenal, ia masih merasa “kesepian” sebagai aktor termuda di set, sehingga ia aktif membangun jaringan dengan aktor New Hollywood lain.
- Ia pernah berkunjung ke dojo Cobra Kai tapi tidak muncul di serialnya.
- Ia ingin suatu hari main karakter “irreducible villain” yang benar-benar jahat dan menikmatinya — kontras total dengan Luffy yang penuh harapan.
- Ia melihat ketenaran hanya “bonus”, bukan tujuan. Baginya, akting adalah cara “mengalami hidup sepenuhnya” — dan ia ingin terus jadi storyteller.
Iñaki Godoy bukan hanya aktor Luffy yang sempurna, tapi juga pemuda penuh rasa ingin tahu yang terus belajar (layar, Jepang, filmmaking, hidup). Dengan musim 2 One Piece baru tayang dan musim 3 sedang digarap, kariernya baru saja dimulai. Ia membuktikan bahwa anak Meksiko dari telenovela bisa jadi ikon global — dan ia masih punya banyak mimpi yang ingin diraih.



