Biografi Emma Stone

Biografi Emma Stone

Emma Stone, yang nama aslinya adalah Emily Jean Stone, adalah seorang aktris dan produser film Amerika yang telah memenangkan dua Academy Awards dan diakui sebagai salah satu aktris paling berpengaruh di Hollywood. Lahir pada 6 November 1988 di Scottsdale, Arizona, Stone telah membintangi berbagai film sukses secara komersial dan kritis, mulai dari komedi remaja hingga drama surealis. Karirnya mencakup lebih dari dua dekade, dengan penghasilan kumulatif film-filmnya mencapai lebih dari US$3 miliar di seluruh dunia. Dia dikenal dengan suara seraknya yang khas, humor cerdas, dan kemampuan beradaptasi dengan peran kompleks. Stone juga aktif sebagai produser melalui perusahaan Fruit Tree yang didirikannya pada 2020, memproduksi proyek-proyek independen seperti When You Finish Saving the World (2022) dan A Real Pain (2024).

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Emma Stone lahir dari pasangan Jeffrey Charles Stone, seorang kontraktor, dan Krista Jean Stone (née Yeager), seorang ibu rumah tangga. Dia memiliki keturunan Swedia dari kakek ayahnya, yang mengubah nama keluarganya dari “Sten” menjadi “Stone” saat bermigrasi ke Amerika Serikat. Selain itu, akarnya mencakup Jerman, Inggris, Skotlandia, Irlandia, dan Swiss-Jerman. Sebagai bayi, Stone menderita kolik yang menyebabkan tangisan kronis selama enam bulan, menghasilkan nodul dan kapalan pada pita suaranya—penyebab suara seraknya yang ikonik hingga dewasa. Dia juga mengalami serangan panik dan kecemasan sejak kecil, yang memengaruhi kemampuan sosialnya. Terapi dan partisipasi dalam teater lokal membantu mengatasinya; mantra pribadinya adalah “I Am Bigger Than My Anxiety.” Stone didiagnosis dengan asma setelah serangan selama syuting Easy A (2010).

Dia dibesarkan sebagai Lutheran dan mulai berakting pada usia empat tahun, awalnya bercita-cita menjadi komedian sketsa sebelum beralih ke teater musikal. Debut panggungnya pada usia 11 tahun dalam produksi The Wind in the Willows sebagai Otter di Valley Youth Theatre, Phoenix. Dia tampil dalam 16 produksi di sana, termasuk The Princess and the Pea dan Alice’s Adventures in Wonderland, serta bergabung dengan grup improvisasi komedi. Stone bersekolah di Sequoya Elementary dan Cocopah Middle School, kemudian Xavier College Preparatory (sekolah Katolik khusus perempuan) selama satu semester sebelum dropout untuk mengejar akting. Untuk meyakinkan orang tuanya, dia membuat presentasi PowerPoint berjudul “Project Hollywood” dengan lagu Madonna sebagai backsound. Pada Januari 2004, dia pindah ke Los Angeles bersama ibunya, bekerja paruh waktu di toko roti anjing sambil mengikuti kelas online dan audisi. Dia juga menderita disleksia dan gagap saat kecil, yang diatasi melalui kelas akting.

Karir Awal dan Terobosan

Pada usia 16, Stone bergabung dengan Screen Actors Guild dan mengubah namanya menjadi “Emma” karena “Emily Stone” sudah terdaftar—terinspirasi dari Emma Bunton (Baby Spice) dari Spice Girls. Debut TV-nya di pilot The New Partridge Family (2004) sebagai Laurie Partridge. Dia muncul sebagai tamu di Medium (2005), Malcolm in the Middle (2006), dan Lucky Louie (2006), serta membintangi serial Drive (2007) yang dibatalkan. Film debutnya di Superbad (2007), di mana dia mewarnai rambutnya menjadi merah atas saran produser Judd Apatow—meskipun rambut aslinya pirang gelap. Peran ini memenangkannya Young Hollywood Award.

Terobosan datang dengan Easy A (2010), di mana dia memerankan Olive Penderghast, mendapat nominasi Golden Globe dan BAFTA Rising Star. Dia juga membintangi Zombieland (2009), Crazy, Stupid, Love (2011) dengan Ryan Gosling, dan The Help (2011). Stone memerankan Gwen Stacy di The Amazing Spider-Man (2012) dan sekuelnya (2014), kembali ke pirang untuk peran itu. Pada 2014, dia debut Broadway di Cabaret sebagai Sally Bowles, yang membantunya mencintai akting lagi setelah merasa “done” dengan film pada usia 25. Peran di Birdman (2014) memberinya nominasi Oscar pertama untuk Best Supporting Actress.

Puncak Karir dan Kolaborasi

Stone memenangkan Oscar Best Actress pertama untuk La La Land (2016), di mana dia belajar menari dan bernyanyi, terinspirasi dari film seperti The Umbrellas of Cherbourg. Dia memerankan Billie Jean King di Battle of the Sexes (2017), menambah berat badan 15 pon dan mempelajari aksen King. Kolaborasi dengan sutradara Yorgos Lanthimos dimulai dengan The Favourite (2018, nominasi Oscar Supporting Actress), diikuti Poor Things (2023, Oscar Best Actress kedua), Kinds of Kindness (2024), dan Bugonia (2025). Di Poor Things, dia tampil telanjang dan adegan intim, menyebutnya “bebas” dan bagian dari feminisme. Stone juga membintangi Cruella (2021), Zombieland: Double Tap (2019), Maniac (2018), The Curse (2023), dan Eddington (2025) oleh Ari Aster.

Sebagai produser, Fruit Tree telah mendukung film seperti I Saw the TV Glow (2024) dan Problemista (2023). Pada 2026, dia muncul di iklan Super Bowl pertama untuk Squarespace, disutradarai Lanthimos.

Penghargaan dan Pengakuan

Stone memiliki dua Oscar Best Actress (La La Land 2016, Poor Things 2023), dua BAFTA, dua Golden Globe, dan satu SAG Award. Nominasi termasuk Best Supporting Actress untuk Birdman (2014) dan The Favourite (2018), serta Best Actress dan Best Picture untuk Bugonia (2025), menjadikannya wanita termuda dengan tujuh nominasi Oscar. Pada 2026, dia menghadiri Oscar Nominees Luncheon di Beverly Hilton, mengenakan gaun tuxedo-inspired dari Julien de Libran Couture dan sandal Aquazzura.

Kehidupan Pribadi

Stone menikah dengan Dave McCary, seorang produser Saturday Night Live, pada September 2020 setelah bertemu pada 2016. Mereka memiliki putri, Louise Jean (lahir Maret 2021), dan tinggal di Austin, Texas. Sebelumnya, dia berpacaran dengan Kieran Culkin (2008–2010) dan Andrew Garfield (2011–2015). Ibunya selamat dari kanker payudara triple-negative pada 2010; mereka memiliki tato burung matching yang dirancang oleh Paul McCartney. Stone mendukung Planned Parenthood, Time’s Up, dan kesadaran autisme. Pada 2025, dia menandatangani surat Film Workers for Palestine, menolak bekerja dengan institusi Israel yang terlibat dalam genosida dan apartheid. Dia pindah dari Los Angeles ke New York pada 2009, kembali ke LA pada 2016, dan menjual rumah di Austin pada Desember 2025 seharga US$26,5 juta.

Stone mengalami terapi Jungian dan menyatakan ketidaknyamanan dengan rasa bersalah agama terkait seksualitas dan perempuan; pada 2025, dia menggambarkan Tuhan hipotetis sebagai penuh kasih. Pada 2026, penampilannya di Golden Globes memicu rumor operasi plastik, termasuk blepharoplasty dan brow lift, meskipun ahli bedah menyarankan bisa dari perawatan non-bedah seperti radiofrequency. Dia juga berbicara tentang proses “unexpectedly fun” memanjangkan rambut setelah mencukur botak untuk Bugonia.

Fakta Menarik yang Tidak Banyak Diketahui

  • Stone mengisap jempol hingga usia 11 tahun, yang mungkin berkontribusi pada pemakaian kawat gigi selama tujuh tahun.
  • Audisi pertamanya untuk Heroes (2007) adalah “rock bottom”-nya; dia menangis dan berteriak selama 30 detik sebelum pergi.
  • Dia belajar bass gitar untuk The Rocker (2008) dan mendengarkan radio Prancis untuk mempersiapkan Cabaret.
  • Stone tinggal di kompleks Camelback Inn dari usia 12 hingga 15 tahun, dan ayahnya memiliki perusahaan kontraktor.
  • Dia gagal audisi untuk Nickelodeon’s All That dan setiap acara Disney Channel.
  • Pada 2024, dia mengungkapkan preferensi dipanggil “Emily” secara profesional.
  • Stone kecanduan Farmville di masa lalu dan menikmati memasak serta membaca.
  • Untuk Bugonia, dia mencukur botak dan menggunakan wig di acara publik untuk menjaga kejutan.
  • Pertunjukan sekolah pertamanya adalah musikal Thanksgiving bertajuk No Turkey for Perky pada usia enam tahun.
  • Dia menjawab pertanyaan tentang berat badannya di wawancara 2026 dengan kalimat singkat yang sama, menunjukkan sikap tegas terhadap body shaming.

Hingga Februari 2026, Stone tetap aktif di industri, dengan nominasi Oscar untuk Bugonia dan diskusi potensial untuk proyek baru dengan Lanthimos. Biografinya mencerminkan perjalanan dari aktris muda yang berjuang menjadi ikon Hollywood dengan komitmen pada isu sosial dan seni.

 

Cast :