
Chicco Jerikho
Home » Chicco Jerikho
Aktor di
-
Heartbreak Motel (2024) – Sebagai Raga
-
Perang Kota (2024) – Sebagai Heri
-
Ben & Jody (2022) – Sebagai Ben
-
Jakarta vs Everybody (2021) – Sebagai Panca
-
Aum! (2021) – Sebagai Panca
-
Mantan Manten (2019) – Sebagai Arif
-
Foxtrot Six (2019) – Sebagai Tanto
-
Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017) – Sebagai Ben
-
Bukaan 8 (2017) – Sebagai Alam
-
Mona (2016) – Sebagai Adam
-
Terpana (2016) – Sebagai Herman
-
Surat dari Praha (2016) – Sebagai Mahendra
-
Negeri Van Oranje (2015) – Sebagai Wicak
-
Filosofi Kopi (2015) – Sebagai Ben
-
Seputih Cinta Melati (2014) – Sebagai Marcel
-
Surat Cinta untuk Kartini (2014) – Sebagai Slamet
-
Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) – Sebagai Sani Tawainella
-
Bukannya Benci (2012) – Sebagai Doni
-
Sang Penari (2011) – Sebagai tentara (cameo)
-
Di Bawah Langit (2010) – Sebagai Doni
-
Merem Melek (2008) – Sebagai Bima
-
In the Name of Love (2008) – Sebagai Abimanyu
-
Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak (2007) – Sebagai Yodi
Biography
Nama Lengkap: Chicco Jerikho Jarumillind
Nama Panggilan: Chicco Jerikho
Tanggal Lahir: 3 Juli 1984
Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
Usia (per 2025): 40 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Agama: Kristen
Pekerjaan: Aktor, Produser Film, Model, Pengusaha
Tahun Aktif: 2000 – sekarang
Pasangan: Putri Marino (menikah pada 3 Maret 2018)
Anak: Surinala Carolina Jarumilind (lahir 24 September 2018)
Orang Tua: Chana Jarumillind (ayah, asal Thailand), Debby Panggabean (ibu, asal Batak, Indonesia)
Saudara: Chico Jerikho Jarumillind (adik)
Media Sosial:
Nama Panggilan: Chicco Jerikho
Tanggal Lahir: 3 Juli 1984
Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
Usia (per 2025): 40 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Agama: Kristen
Pekerjaan: Aktor, Produser Film, Model, Pengusaha
Tahun Aktif: 2000 – sekarang
Pasangan: Putri Marino (menikah pada 3 Maret 2018)
Anak: Surinala Carolina Jarumilind (lahir 24 September 2018)
Orang Tua: Chana Jarumillind (ayah, asal Thailand), Debby Panggabean (ibu, asal Batak, Indonesia)
Saudara: Chico Jerikho Jarumillind (adik)
Media Sosial:
-
Instagram:@chicco
.jerikho (2,5 juta pengikut)
-
YouTube: 300 ribu pelanggan
-
Twitter: 100 ribu pengikut
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Chicco Jerikho Jarumillind lahir pada 3 Juli 1984 di Jakarta, Indonesia, dari pasangan Chana Jarumillind, seorang pria asal Thailand yang bekerja sebagai sopir taksi, dan Debby Panggabean, seorang ibu rumah tangga berdarah Batak dari marga Panggabean. Chicco memiliki darah campuran Thailand-Batak, yang memberinya ciri fisik khas dan pesona eksotis. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana bersama adiknya, Chico Jerikho Jarumillind. Meski tidak fasih berbahasa Thailand, Chicco dapat memahami bahasa tersebut ketika ayahnya berbicara, tetapi ia menjawab dalam bahasa Indonesia.
Sejak kecil, Chicco sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia hiburan, terutama film aksi. Ia sering menghabiskan akhir pekan bersama keluarga menonton film seperti Toy Soldiers (1991) dan serial 21 Jump Street (1987) melalui laser disc sewaan. Kegemarannya menonton film membuatnya sering memerankan ulang adegan favorit bersama saudara-saudaranya.
Awal Karier
Karier Chicco di dunia hiburan dimulai secara tidak sengaja pada tahun 2000, ketika ibunya menyarankan ia mengikuti kompetisi Cover Boy untuk majalah remaja Aneka Yess!. Chicco memenangkan kompetisi tersebut, yang membuka pintu baginya untuk menjadi model. Ia tampil dalam iklan untuk merek-merek seperti Gatsby, Axe, dan Honda.
Pada tahun 2003, Chicco memulai debut aktingnya melalui sinetron berjudul Bulan dan Bintang. Meski awalnya ia kesulitan menghafal dialog dan mengekspresikan emosi di depan kamera, Chicco terus belajar dan mengasah kemampuannya. Ia mendapatkan bimbingan dari aktor legendaris Indonesia, Didi Petet, yang menjadi inspirasinya. Didi Petet, yang dikenal melalui perannya sebagai Emon dalam film Catatan Si Boy (1987), mengajarkan Chicco tentang dedikasi dan profesionalisme dalam akting.
Karier Akting
Sinetron
Chicco menjadi terkenal di awal kariernya melalui peran-peran dalam sinetron populer. Salah satu sinetron yang melambungkan namanya adalah Cinta Bunga (2007), di mana ia beradu akting dengan Laudya Chintya Bella, yang saat itu menjadi kekasihnya. Beberapa sinetron lain yang dibintanginya meliputi:
-
Cewe Cewe Badung (2005)
-
Chelsea (2008)
-
Cinta Sejati (2008)
-
Bayu Cinta Luna (2009)
-
Sinar (2010)
-
Taxi Season 1 & 2 (2010–2011)
-
Aishiteru (2011)
-
Cahaya Cinta (2011)
-
Putri Nabila (2012)
Film
Chicco memulai debutnya di layar lebar sebagai figuran dalam film horor Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak (2007). Namun, terobosannya terjadi pada tahun 2014 melalui film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (Lights from the East: I Am Maluku), di mana ia memerankan Sani Tawainella, seorang mantan pemain sepak bola yang berjuang menjaga perdamaian di Maluku. Peran ini membuatnya memenangkan Piala Citra untuk Aktor Terbaik di Festival Film Indonesia 2014, serta penghargaan lainnya seperti Best Actor di Indonesian Movie Awards dan Maya Awards.
Salah satu peran ikonik Chicco adalah sebagai Ben Soesilo, seorang barista idealis, dalam film Filosofi Kopi (2015) dan sekuelnya Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017). Film ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mempopulerkan tren kopi spesialti di Indonesia. Perannya sebagai Ben membuatnya memenangkan Pemeran Utama Pria Terpuji di Festival Film Bandung 2017.
Chicco juga menunjukkan versatilitasnya dalam berbagai genre, mulai dari drama, romansa, hingga aksi. Beberapa film penting lainnya yang dibintanginya meliputi:
-
In the Name of Love (2008)
-
Merem Melek (2008)
-
Seputih Cinta Melati (2014)
-
A Copy of My Mind (2015) – diputar di Festival Film Venesia ke-72
-
Letters from Prague (2016) – debutnya sebagai produser
-
Ave Maryam (2018) – memerankan Romo Yosef, seorang pastor
-
Foxtrot Six (2019) – film aksi berbahasa Inggris
-
A World Without (2021) – film Netflix bergenre drama, misteri, dan thriller
-
Mendua (2022) – remake Indonesia dari Doctor Foster
-
Sri Asih (2022) – cameo sebagai Godam di Bumilangit Cinematic Universe
Penghargaan
Chicco telah meraih banyak penghargaan atas akting dan karyanya sebagai produser, antara lain:
-
Piala Citra Aktor Terbaik – Festival Film Indonesia 2014 (Cahaya dari Timur: Beta Maluku)
-
Pemeran Utama Pria Terbaik – Indonesian Movie Awards 2015
-
Pemeran Utama Pria Terpuji – Festival Film Bandung 2017 (Filosofi Kopi 2)
-
Produser Terbaik – Indonesian Movie Awards
-
Nominasi Aktor Terbaik – Indonesian Movie Actors Awards 2016, Piala Maya, dan Asian Film Awards
Karier sebagai Produser dan Pengusaha
Selain akting, Chicco juga aktif sebagai produser film. Ia mendirikan rumah produksi Visinema Pictures bersama rekan-rekannya, yang menghasilkan film-film berkualitas seperti Filosofi Kopi dan Letters from Prague. Debutnya sebagai produser adalah Letters from Prague (2016), yang terpilih sebagai entri Indonesia untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-89, meski tidak dinominasikan.
Chicco juga seorang pengusaha. Bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko, aktor Rio Dewanto, penulis Dewi Lestari, dan lainnya, ia mendirikan kedai kopi Filosofi Kopi, yang terinspirasi dari film yang dibintanginya. Bisnis ini berkembang menjadi merek yang mencakup kedai kopi, lini pakaian, musik, konser, hingga kolaborasi sepeda. Selain itu, Chicco juga mengelola bisnis kuliner Thailand, mencerminkan warisan budaya ayahnya.
Kehidupan Pribadi
Chicco menikah dengan aktris dan model Putri Marino pada 3 Maret 2018 di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, dalam upacara pernikahan yang sederhana dan intim. Mereka bertemu di lokasi syuting film Surat Cinta untuk Kartini (2016), di mana mereka berperan sebagai pasangan. Setelah berpacaran selama dua tahun, mereka memutuskan untuk menikah. Putri pernah mengungkapkan bahwa ia adalah penggemar berat Chicco sebelum mereka bertemu, dan pertemuan mereka terjadi secara kebetulan saat menghadiri premier sebuah film.
Pada 24 September 2018, Chicco dan Putri dikaruniai seorang putri bernama Surinala Carolina Jarumilind. Nama Surinala berarti “cantik seperti bunga mawar,” Carolina diambil dari nama ibu Chicco, dan Jarumilind adalah marga keluarga dari ayahnya. Pasangan ini dikenal menjaga privasi keluarga mereka dan jarang memamerkan momen bersama anak di media sosial.
Sebelum menikah dengan Putri, Chicco pernah menjalin hubungan dengan aktris Laudya Chintya Bella, yang dikenalnya dari sinetron Cinta Bunga.
Chicco dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan profesional. Ia menikmati waktu bersama keluarga, teman, dan koleganya, serta memiliki hobi bepergian, membaca buku, menonton film, dan bermain sepak bola. Ia adalah penggemar klub sepak bola Manchester United.
Pengaruh dan Warisan
Dengan karier akting yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, Chicco Jerikho telah menjadi salah satu aktor papan atas Indonesia. Dedikasinya terhadap seni peran, profesionalisme, dan kemampuannya memerankan berbagai karakter telah membuatnya dicintai oleh penonton dan dihormati oleh sineas. Film Filosofi Kopi tidak hanya menjadi tonggak dalam kariernya, tetapi juga memberikan dampak budaya dengan mempopulerkan kopi spesialti di Indonesia.
Chicco terus berkarya dengan proyek-proyek baru, termasuk film yang disebut sebagai salah satu yang paling menantang dalam kariernya pada tahun 2023. Ia juga tetap berkomitmen untuk mendukung talenta muda melalui Visinema Pictures dan memperkaya industri film Indonesia.
Kesimpulan
Chicco Jerikho adalah contoh nyata dari seorang seniman yang berdedikasi, pengusaha visioner, dan pribadi yang rendah hati. Dari awal kariernya sebagai model remaja hingga menjadi aktor pemenang Piala Citra, perjalanan Chicco penuh dengan kerja keras, pembelajaran, dan prestasi. Dengan kehidupan pribadi yang harmonis bersama Putri Marino dan putrinya, Surinala, serta kontribusinya di dunia hiburan dan bisnis, Chicco Jerikho terus menginspirasi banyak orang di Indonesia dan beyond.






