Alasan Netflix Lebih Memilih Wajah Baru Ketimbang Bintang Papan Atas

Pasar konten Korea saat ini tengah menghadapi tantangan dalam menemukan aktor-aktor pendatang baru. Di saat kolaborasi para aktor papan atas yang sudah familiar mampu menjamin kesuksesan sebuah tayangan, para penonton perlahan mulai menyuarakan rasa jenuh mereka terhadap pola casting yang mudah ditebak. Di tengah stagnasi ini, Netflix mencoba melakukan terobosan baru dengan menghadirkan serial orisinal seperti “If Wishes Could Kill” dan “Teach You a Lesson” yang sukses menarik perhatian penonton melalui penggunaan wajah-wajah segar untuk memperkuat narasi mereka.

Serial “Teach You a Lesson” yang dirilis pada 5 Juni lalu, misalnya, berhasil mempertahankan posisi puncak dalam daftar Top 10 Global Netflix (untuk tayangan televisi non-bahasa Inggris) selama dua minggu berturut-turut. Kesuksesan ini secara alami memicu peningkatan minat terhadap para pemerannya. Perhatian penonton tidak hanya tertuju pada sang karakter utama, melainkan juga pada para pemeran pendukung yang memperkuat tiap episodenya, salah satunya Park Ji-yeon yang menuai banyak pujian lewat perannya sebagai orang tua yang terlalu protektif dan gemar melontarkan keluhan jahat kepada para guru.

Sementara itu, “If Wishes Could Kill” yang dirilis pada bulan April juga terbukti sukses besar dengan menempatkan para pendatang baru sebagai bintang utamanya. Menampilkan deretan aktor muda berbakat seperti Jeon So-young, Kang Mi-na, hingga Choi Ju-eun, serial ini sukses memikat penonton dengan chemistry unik yang mereka bangun. Keputusan berani Netflix untuk terus memberikan ruang bagi aktor-aktor baru ini sekaligus membuktikan bahwa narasi yang kuat, jika dipadukan dengan performa menjanjikan dari bintang-bintang segar, mampu menjadi resep ampuh dalam mendulang kesuksesan besar, mengulang jejak serial populer sebelumnya seperti “Sweet Home”.

Sumber: The Korea Times

About Writer

digitalMamaID menghadirkan Screen Score sebagai wadah bagi orang tua untuk mereview konten digital anak. Ulasan dan penilaian ini akan menjadi panduan yang berharga bagi orangtua lainnya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Artikel Terpopuler