Jakarta vs Everybody

Jakarta vs Everybody

“Jakarta vs Everybody” adalah film Indonesia bergenre drama aksi yang dirilis pada tahun 2020, disutradarai oleh Ertanto Robby Soediskam. Film ini mengisahkan perjalanan seorang pemuda bernama Dominik, yang diperankan oleh Jefri Nichol, dalam menghadapi kerasnya kehidupan di Jakarta. Dominik terlibat dalam dunia underground, termasuk peredaran narkoba dan konflik dengan berbagai pihak, sambil berusaha mengejar mimpinya menjadi aktor. Cerita ini menonjolkan tema perjuangan, ambisi, dan realitas pahit kehidupan urban, dengan latar belakang Jakarta yang penuh dinamika.
Kecocokan dengan tontonan anak: Film ini tidak cocok untuk anak-anak. “Jakarta vs Everybody” mengandung konten dewasa seperti kekerasan, penggunaan narkoba, bahasa kasar, dan tema-tema gelap yang tidak sesuai untuk penonton di bawah umur. Film ini lebih ditujukan untuk audiens remaja akhir hingga dewasa yang mampu memahami konteks sosial dan emosional yang kompleks. Untuk anak-anak, tontonan yang lebih ringan, edukatif, dan bebas dari unsur kekerasan atau konten sensitif akan jauh lebih tepat.

Questions & Answers

No questions yet. Be the first to ask!

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

Jakarta vs Everybody adalah film yang bercerita tentang perjuangan seorang pemuda bernama Dom untuk bertahan hidup di Jakarta yang keras. Dom harus menghadapi berbagai rintangan dan godaan untuk mencapai mimpinya. Film ini jelas bukan untuk anak-anak. Saya sarankan usia minimal 17 tahun ke atas karena banyak adegan kekerasan, penggunaan senjata, dan tawuran. Ada juga adegan merokok dan minum alkohol yang cukup sering muncul. Bahasa kasarnya juga banyak, jadi tidak cocok untuk telinga anak-anak. Pesan positif yang bisa diambil adalah tentang pentingnya memiliki tujuan hidup dan tidak menyerah meskipun lingkungan sekitar tidak mendukung. Tapi sayang, pesan ini tenggelam oleh adegan-adegan negatif yang dominan. Orang tua perlu waspada dengan adegan kekerasan yang cukup brutal, penggunaan narkoba, dan dialog yang sangat kasar. Adegan seksual tidak ada, hanya sedikit gestur romantis. Keberagaman tidak terlalu ditonjolkan. Kesimpulannya, saya tidak merekomendasikan film ini untuk anak-anak. Untuk remaja di atas 17 tahun pun sebaiknya didampingi orang tua.

About Writer