Last Night in Soho
Film ini sama sekali tidak cocok untuk anak-anak. “Last Night in Soho” memiliki rating usia 17+ (D+17 di beberapa wilayah) karena mengandung adegan kekerasan berdarah, pembunuhan, serta konten dewasa seperti eksploitasi seksual dan penggunaan alkohol. Selain itu, elemen horor psikologisnya, yang mengeksplorasi ketegangan mental dan mimpi buruk, bisa sangat mengganggu bagi penonton muda. Tema-tema berat seperti pelecehan dan trauma juga tidak sesuai untuk anak-anak yang membutuhkan tontonan ringan dan mendidik. Film ini lebih ditujukan untuk penonton dewasa yang menyukai thriller dengan narasi kompleks dan visual estetis. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk tidak memperbolehkan anak-anak menonton film ini.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film ini bercerita tentang Eloise, gadis desa yang bermimpi menjadi desainer busana di London. Ia sering bermimpi aneh, tiba-tiba bisa masuk ke tubuh Sandie, seorang penyanyi di era 1960-an. Mula-mula seru, tapi makin ke sini makin kelam—mimpinya berubah jadi mimpi buruk penuh teror dan bayangan masa lalu yang kelam. Jelas, film ini BUKAN untuk anak-anak. Rating 18+ sangat tepat. Adegan kekerasan psikologis dan horornya cukup intens, dengan beberapa momen yang bisa bikin penonton dewasa sekalipun bergidik. Ada adegan perkelahian, tikaman, dan ancaman kekerasan seksual yang digambarkan secara visual (meski tidak eksplisit). Alkohol dan rokok muncul di beberapa adegan klub malam era 60-an. Bahasa kasar juga ada, terutama saat karakter sedang stres atau marah. Pesan positifnya: Eloise adalah karakter yang punya mimpi dan berani mengejarnya. Film ini juga mengingatkan kita soal pentingnya waspada pada orang asing dan tidak mudah percaya. Keberagaman tidak terlalu ditonjolkan, tapi ada representasi karakter minoritas. Kesimpulan: Jangan tontonkan ke anak di bawah 18 tahun. Untuk remaja 16-17 tahun pun perlu dampingan dan diskusi setelahnya. Rating: 3/5
Belum ada review. Jadilah yang pertama!






