
Tio Pakusadewo
Home » Tio Pakusadewo

Aktor di
-
Forza (2024) – Sebagai Arif
-
Kromoleo (2024)
-
Munkar (2023)
-
Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji (2023)
-
Bunga Semerah Darah (2023) – Sebagai Eddie Karsito
-
Jin & Jun (2023)
-
Primbon (2023)
-
The Big 4 (2022)
-
Stealing Raden Saleh (2022) – Sebagai Permadi
-
Satan’s Slaves 2: Communion (2022) – Sebagai Rahmat
-
Tumbal Kanjeng Iblis (2022)
-
Dear Nathan: Thank You Salma (2022)
-
Noktah Merah Perkawinan (2022)
-
Sayur Kolplay (2021)
-
Paranoia (2021)
-
Guru-Guru Gokil (2020)
-
Crazy Awesome Teachers (2020)
-
Impetigore (2019) – Sebagai Bang Satyadi
-
Bebas (2019)
-
Gundala (2019) – Sebagai Pengkor
-
Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017) – Sebagai Boss
-
The Professionals (2016)
-
Surat dari Praha (2016) – Sebagai Jaya
-
Iseng (2016)
-
Doea Tanda Cinta (2015)
-
Cinta Selamanya (2015)
-
Bulan di Atas Kuburan (2015)
-
Aku, Kau & KUA (2014)
-
Toilet Blues (2014)
-
Sang Pemberani (2014)
-
Marmut Merah Jambu (2014)
-
Guardian (2014) – Sebagai Oscar (film Hollywood)
-
The Raid 2: Berandal (2014) – Sebagai Bangun
-
Mursala (2013)
-
Rectoverso (2013)
-
Sang Pialang (2013)
-
Habibie & Ainun (2012) – Sebagai Soeharto
-
Sang Martir (2012)
-
Perahu Kertas 2 (2012)
-
Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012) – Sebagai Arya
-
Perahu Kertas (2012)
-
Dilema (2012)
-
Golden Goal (2011)
-
Sang Penari (2011)
-
Tebus (2011)
-
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010) – Sebagai Letnan Bowo
-
The Sexy City (2010)
-
Kata Maaf Terakhir (2009) – Sebagai Darma
-
Identitas (2009) – Sebagai Adam
-
Jagad X Code (2009)
-
Pintu Terlarang (2009) – Sebagai Koh Jimmy
-
Lastri (2008)
-
May (2008)
-
Oh Baby (2008)
-
Susahnya Jadi Perawan (2008)
-
Quickie Express (2007) – Sebagai Matheo
-
Rahasia Bintang (2007)
-
Lantai 13 (2007)
-
Legenda Sundel Bolong (2007)
-
Berbagi Suami (2006) – Sebagai Koh Abun
-
Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan (2004)
-
Kuldesak (1998)
-
Bibir Mer (1992)
-
Rini Tomboy (1991)
-
Lagu untuk Seruni (1991) – Sebagai Aria
-
Cinta dalam Sepotong Roti (1990) – Sebagai Harris
-
Boleh-Boleh Aja (1990)
-
Adikku Kekasihku (1989)
-
Nuansa Birunya Rinjani (1989)
-
Catatan Si Boy II (1988)
-
Pengakuan (1988)
-
Bilur-Bilur Penyesalan (1987)
Biography
Nama Lengkap: Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo
Nama Panggung: Tio Pakusadewo
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, Indonesia, 2 September 1963
Kewarganegaraan: Indonesia
Pekerjaan: Aktor, Penulis Skenario, Sutradara, Produser, Pelatih Akting
Agama: Islam
Pasangan: Sri Soegomo (bercerai), Yvonne Ligaya Simorangkir (menikah 2011–sekarang)
Anak: Maharani Annisa, Nagra Kautsar Pakusadewo, Patricia Beatrice
Karier: 1987–sekarang
Nama Panggung: Tio Pakusadewo
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, Indonesia, 2 September 1963
Kewarganegaraan: Indonesia
Pekerjaan: Aktor, Penulis Skenario, Sutradara, Produser, Pelatih Akting
Agama: Islam
Pasangan: Sri Soegomo (bercerai), Yvonne Ligaya Simorangkir (menikah 2011–sekarang)
Anak: Maharani Annisa, Nagra Kautsar Pakusadewo, Patricia Beatrice
Karier: 1987–sekarang
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Tio Pakusadewo lahir pada 2 September 1963 di Jakarta, Indonesia, dari keluarga dengan darah ningrat Jawa yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta. Gelar “Kanjeng Raden Tumenggung” yang disandangnya pada 2010 dari Keraton Yogyakarta mencerminkan warisan budaya dan sejarah keluarganya. Sejak kecil, Tio menunjukkan minat besar pada seni. Ia mulai menari saat masih di sekolah dasar dan aktif dalam kelompok teater sekolah selama masa SMA, bergabung dengan “Teater Sendiri”. Setelah lulus SMA pada 1985, Tio melanjutkan pendidikannya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), di mana ia mengasah bakat seninya. Selama masa kuliah, ia juga bekerja sebagai model untuk menambah pengalaman dan penghasilan.
Tio dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi pada seni peran. Ia sering membaca buku dan berkonsultasi dengan sutradara untuk memperdalam pemahamannya tentang akting, yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam kariernya.
Awal Karier (1987–1990-an)
Tio memulai debut aktingnya di dunia perfilman pada 1987 dengan peran kecil sebagai figuran dalam film Bilur-Bilur Penyesalan, adaptasi novel karya Mira W., beradu akting dengan Rano Karno. Pada 1988, ia mulai mendapat perhatian nasional melalui peran dalam Catatan Si Boy II, yang meningkatkan popularitasnya sebagai aktor muda berbakat. Namun, titik balik kariernya terjadi pada 1990 ketika ia membintangi Cinta Dalam Sepotong Roti karya sutradara Garin Nugroho. Film ini meraih Piala Citra untuk Film Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 1991 dan memperkenalkan Tio sebagai aktor serius dengan kemampuan akting yang mendalam.
Pada 1991, Tio memerankan Aria, seorang komponis idealis dalam Lagu untuk Seruni. Penampilannya yang kuat dan emosional membuatnya memenangkan Piala Citra untuk Aktor Terbaik di FFI 1991, menjadikannya salah satu aktor muda paling menjanjikan pada masanya. Selama awal 1990-an, ia dikenal karena peran-perannya yang eksentrik, maskulin, dan keras kepala, sering kali dalam drama romansa dan film bergenre serius.
Namun, pertengahan 1990-an menjadi masa sulit bagi industri perfilman Indonesia yang mengalami kemerosotan. Tio beralih ke sinetron dan mendirikan rumah produksi bernama PT Kalbuku pada 1993. Perusahaan ini memproduksi beberapa serial populer seperti Desy (1994), Lakon Tiga Duda (1994), Anak-Anak Menteng (1996), Telaga Kesabaran (1996), dan Tirai Sutra (1996). Meski awalnya sukses, Kalbuku menghadapi masalah keuangan dan akhirnya tutup. Selama periode ini, Tio juga mulai berjuang melawan kecanduan narkoba, yang memengaruhi karier dan kehidupan pribadinya.
Kebangkitan Karier (2004–Sekarang)
Setelah absen dari layar lebar selama beberapa tahun, Tio kembali ke dunia akting pada 2004 dengan peran sebagai “sugar daddy” dalam film Virgin karya Hanny Saputra. Comeback-nya berlanjut dengan peran sebagai pria poligamis dalam Berbagi Suami (2006) karya Nia Dinata, yang memberinya penghargaan Most Favorite Supporting Actor dari MTV Indonesia Movie Awards 2006. Sejak 2007, Tio konsisten muncul dalam setidaknya dua film setiap tahun, mencakup berbagai genre mulai dari komedi (Quickie Express, 2007), horor (Legenda Sundel Bolong, 2007), thriller (Pintu Terlarang, 2009), hingga drama (Sang Penari, 2011).
Pada 2009, Tio kembali meraih Piala Citra untuk Aktor Terbaik melalui perannya sebagai Adam, seorang pembersih mayat dengan trauma masa kecil, dalam film Identitas karya Aria Kusumadewa. Penampilannya dipuji karena kedalaman emosi dan kemampuan untuk menghidupkan karakter yang kompleks. Ia juga mendapat nominasi Piala Citra sebanyak delapan kali, menjadikannya salah satu aktor dengan nominasi terbanyak dalam sejarah FFI.
Tio terus menunjukkan versatilitasnya dengan peran dalam film-film seperti Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010), Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012), dan Surat dari Praha (2016), yang terakhir memberinya nominasi Piala Citra dan penghargaan Aktor Terbaik di Indonesian Movie Awards serta Usmar Ismail Awards. Ia juga tampil dalam film Hollywood Guardian (2014) sebagai karakter Oscar, menandai kehadirannya di kancah internasional.
Selain film, Tio aktif di sinetron, FTV, dan sitkom. Salah satu peran terkenalnya adalah sebagai Bang Galak dalam sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 15 (2022). Ia juga tampil sebagai model dalam beberapa video klip, seperti “Tua Tua Keladi” oleh T2 dan “Begitu Salah Begitu Benar” oleh Dewi Dewi.
Pada 2010, Tio mendirikan sekolah akting di Kemang, Jakarta Selatan, untuk melatih aktor muda dengan metode akting yang ia kembangkan sendiri. Ia merasa kualitas aktor baru di Indonesia saat itu kurang memadai, dan sekolah ini menjadi wujud komitmennya untuk meningkatkan standar akting di tanah air.
Penghargaan dan Prestasi
Tio Pakusadewo adalah salah satu aktor Indonesia paling dihormati dengan deretan penghargaan bergengsi, termasuk:
-
Piala Citra Aktor Terbaik (FFI 1991) untuk Lagu untuk Seruni.
-
Piala Citra Aktor Terbaik (FFI 2009) untuk Identitas.
-
Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Indonesian Movie Awards 2008) untuk Quickie Express.
-
Pemeran Pendukung Pria Terfavorit (Indonesian Movie Awards 2012).
-
Aktor Terbaik (Usmar Ismail Awards 2016) untuk Surat dari Praha.
-
Most Favorite Supporting Actor (MTV Indonesia Movie Awards 2006) untuk Berbagi Suami.
-
Total delapan nominasi Piala Citra, menjadikannya salah satu aktor dengan nominasi terbanyak di FFI.
Lima film yang dibintanginya telah diajukan untuk Academy Award kategori Film Berbahasa Asing Terbaik, yaitu Bibir Mer, Berbagi Suami, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Sang Penari, dan Surat dari Praha.
Kehidupan Pribadi
Tio Pakusadewo menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Sri Soegomo menghasilkan seorang anak perempuan, Maharani Annisa, namun berakhir dengan perceraian. Pada 2011, ia menikah dengan Yvonne Ligaya Simorangkir, yang masih mendampinginya hingga kini. Dari pernikahan ini, ia memiliki dua anak, Nagra Kautsar Pakusadewo dan Patricia Beatrice. Patricia, lahir pada 1997, adalah model dan aktris teater yang menikah dengan Mario Berto dan memiliki anak bernama Cordeli Adrianna. Hubungan Tio dengan anak-anaknya sempat renggang, terutama dengan Patricia, yang baru menyadari Tio sebagai ayah kandungnya di kemudian hari. Namun, masa sulit yang dijalaninya mempererat kembali ikatan keluarganya.
Kontroversi dan Masalah Hukum
Karier gemilang Tio sempat tercoreng oleh dua kasus penyalahgunaan narkoba:
-
2017: Tio ditangkap pada 19 Desember 2017 di rumahnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, karena menggunakan sabu. Polisi menyita 1,06 gram sabu dan alat isap. Ia mengaku telah mengonsumsi narkoba selama sepuluh tahun, awalnya untuk mengatasi cedera kaki dan mendukung pekerjaannya sebagai pelukis. Tio dijatuhi hukuman rehabilitasi selama sembilan bulan.
-
2020: Pada 14 April 2020, Tio kembali ditangkap di Terogong, Jakarta Selatan, dengan barang bukti 18 gram ganja dan alat isap sabu. Ia dinyatakan positif amfetamin dan metamfetamin, dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Tio bebas pada 14 April 2021 setelah menjalani hukuman di LP Cipinang.
Selama di penjara, Tio mengaku menjadi lebih religius, belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta mengaji bersama Ali Imron, terpidana kasus bom Bali. Pengalaman ini menginspirasinya untuk menulis novel semi-biografi berjudul BUI, yang dirilis pada 8 Maret 2023. Novel ini menceritakan kehidupan kelamnya di penjara dan bertujuan mengedukasi masyarakat tentang kerasnya hidup di balik jeruji besi.
Tio juga memicu kontroversi pada 2023 ketika mengungkap praktik bisnis ilegal di penjara, seperti penjualan narkoba, ponsel, dan “bilik cinta” seharga Rp2 juta per jam, dalam wawancara di kanal YouTube Uya Kuya. Pernyataannya yang menyebut keterlibatan anak Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memicu perhatian publik, meskipun dibantah oleh pihak Jeera Foundation. Kontroversi lain terjadi pada 2015 ketika Tio mengkritik fatwa MUI tentang BPJS Kesehatan, yang dianggap lancang oleh sebagian netizen.
Karya dan Warisan
Tio Pakusadewo telah membintangi lebih dari 73 film, 17 sinetron, satu FTV, dan satu sitkom. Beberapa film terbaiknya meliputi:
-
Cinta Dalam Sepotong Roti (1990)
-
Lagu untuk Seruni (1991)
-
Identitas (2009)
-
Berbagi Suami (2006)
-
Quickie Express (2007)
-
Surat dari Praha (2016)
-
Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012)
Pada 2024, Tio tampil dalam film Forza, memerankan Arif, seorang penjual es dengan gaya menyerupai Johnny Depp, serta terlibat dalam proyek Kromoleo karya Anggy Umbara. Ia juga tetap aktif di sinetron seperti Para Pencari Tuhan Jilid 16.
Tio dikenang sebagai aktor serba bisa yang mampu menghidupkan berbagai karakter, dari protagonis romantis hingga antagonis yang kompleks. Meskipun menghadapi tantangan pribadi, dedikasinya pada seni peran dan kontribusinya pada perfilman Indonesia menjadikannya salah satu legenda hidup di industri hiburan tanah air.