The Emoji Movie
- 2017
- 7+
Tersembunyi di dalam smartphone, kota Textopolis yang ramai adalah rumah bagi semua emoji. Setiap emoji hanya memiliki satu ekspresi wajah, kecuali Gene, sebuah emoji penuh semangat dengan berbagai ekspresi. Bertekad untuk menjadi “normal” seperti emoji lainnya, Gene meminta bantuan sahabatnya Hi-5 dan pemecah kode terkenal bernama Jailbreak. Selama perjalanan mereka melalui aplikasi lain, ketiga emoji tersebut menemukan bahaya besar yang dapat mengancam keberadaan ponsel mereka.
Sinopsis Terlengkap “The Emoji Movie” (2017)
Di dalam ponsel Alex, Textopolis adalah kota sibuk tempat emoji-emoji tinggal, bekerja, dan menunggu dipilih oleh Alex untuk digunakan dalam pesan teksnya. Setiap emoji memiliki ekspresi tetap yang mencerminkan peran mereka, seperti tersenyum, menangis, atau marah. Emoji-emoji ini bekerja di Cube, sebuah pusat operasi di mana mereka dipindai dan dikirim ke pesan Alex. Di luar pekerjaan, emoji-emoji menjalani kehidupan sosial, nongkrong di tempat-tempat seperti bar emoji atau menghadiri acara dansa.
-
Gene (disuarakan oleh T.J. Miller): Seorang emoji “meh” yang seharusnya hanya menampilkan ekspresi datar dan apatis seperti orang tuanya, Smiler dan Mel Meh. Namun, Gene adalah emoji multi-ekspresi yang bisa menunjukkan berbagai emosi, membuatnya merasa tidak cocok dan cacat.
-
Hi-5 (disuarakan oleh James Corden): Emoji tos tangan yang dulunya populer, tapi kini kehilangan pamor karena jarang digunakan oleh Alex. Ia bergabung dengan Gene untuk mendapatkan kembali relevansinya.
-
Jailbreak (disuarakan oleh Anna Faris): Emoji peretas wanita yang pemberontak dan cerdas, ingin bebas dari batasan Textopolis. Ia memiliki keahlian teknologi untuk menavigasi dunia digital.
-
Smiler (disuarakan oleh Maya Rudolph): Emoji tersenyum yang menjadi pemimpin Textopolis. Di balik senyumnya yang ceria, ia obsesif menjaga tatanan kota dan menganggap Gene sebagai ancaman.
-
Alex: Remaja pemilik ponsel yang tanpa sadar memengaruhi nasib Textopolis melalui aktivitasnya di dunia nyata, terutama saat ia berusaha mengirim pesan ke gadis yang disukainya, Addie.
Cerita dimulai ketika Gene, yang baru pertama kali akan dipilih sebagai emoji “meh” di Cube, panik dan menampilkan ekspresi aneh alih-alih wajah datar yang diharapkan. Kegagalannya ini menyebabkan kekacauan di Textopolis, dan Smiler, yang menganggap Gene sebagai ancaman terhadap stabilitas kota, memerintahkan penghapusannya. Gene dianggap sebagai “emoji cacat” yang bisa menyebabkan Textopolis dihapus dari ponsel jika Alex memperhatikan masalah ini. Merasa terasing dan takut dihapus, Gene melarikan diri dari Cube bersama Hi-5, yang juga ingin menghindari ketidakrelevanan.
Perjalanan Gene, Hi-5, dan Jailbreak penuh dengan rintangan lucu dan berbahaya. Mereka melewati aplikasi seperti:
-
Candy Crush, di mana mereka hampir terjebak dalam permainan manis yang lengket.
-
Spotify, di mana mereka menghadapi aliran musik yang kacau.
-
Dropbox, tempat mereka mencoba mencapai Cloud tetapi dikejar oleh bot anti-virus yang dikirim oleh Smiler untuk menghentikan mereka.
Ketika Alex hampir mereset ponselnya, Gene, Jailbreak, dan Hi-5 berhasil mencapai Cloud. Namun, di sana mereka menemukan bahwa Smiler telah mengkhianati mereka dan ingin menghapus Textopolis untuk menutupi masalah yang disebabkan oleh Gene. Dalam pertarungan klimaks, Gene menggunakan kemampuan multi alo-ekspresinya untuk menciptakan emoji unik yang menarik perhatian Alex, menyelamatkan Textopolis dari penghapusan.
“The Emoji Movie” mengusung tema penerimaan diri, keberanian untuk berbeda, dan pentingnya kerja sama. Film ini juga menggambarkan dunia digital dengan cara yang ringan dan penuh warna, menarik bagi penonton muda, meskipun mendapat kritik karena humor yang sederhana dan cerita yang dianggap kurang mendalam.
Film ini menerima ulasan yang beragam, dengan banyak kritikus menganggapnya sebagai promosi produk digital yang berlebihan, meskipun animasinya yang cerah dan pengisi suara seperti T.J. Miller, James Corden, dan Maya Rudolph mendapat pujian. Film ini tetap menjadi tontonan ringan yang cocok untuk keluarga, dengan durasi 86 menit yang penuh dengan humor slapstick dan referensi budaya pop.
“The Emoji Movie” adalah petualangan animasi yang menghibur dengan cerita tentang pencarian identitas dan keberanian untuk menjadi berbeda, di tengah dunia digital yang penuh warna. Meskipun tidak mendapatkan pujian kritis yang tinggi, film ini menawarkan pesan positif dan visual yang menarik untuk penonton muda.
Questions & Answers
Please log in to ask a question.
No questions yet. Be the first to ask!
Film ini ceritakan petualangan emoji Gene yang bisa ekspresi banyak, berbeda dari emoji lain yang cuma 'Meh'. Ia cari cara jadi normal bareng kawan-kawannya di aplikasi Text Me. Untuk anak usia 7 tahun ke atas, ada humor sederhana yang bisa dipahami, tapi balita bakal bingung karena ceritanya cepat dan banyak jargon teknologi. Pesan positifnya: jadi diri sendiri itu keren, dan pentingnya kerjasama. Tapi, orang tua perlu waspada, ada adegan kejar-kejaran yang mirip kekerasan kartun, seperti emoji kotor dan virus jahat yang agak menakutkan. Juga ada dialog seperti 'bajingan' yang bisa ditirukan anak. Tidak ada merokok atau alkohol, dan keberagaman cukup baik dengan emoji berbagai latar. Adegan seksual tidak ada. Kesimpulannya, film ini cukup menghibur untuk anak SD, tapi jangan tonton bareng anak di bawah 7 tahun. Rekomendasi: boleh, dengan pendampingan untuk jelaskan hal-hal yang mungkin bikin anak bingung atau takut.
Belum ada review. Jadilah yang pertama!






