Alice in Wonderland
- G
- 1951
Alice dengan kucingnya, Dinah, sedang mendengarkan sejarah yang dibacakan oleh kakaknya, ketika tanpa sengaja melihat White Rabbit yang lewat memakai rompi. Alice yang penasaran, mengikutinya ke dalam liang dan jatuh ke dalam lubang kelinci yang dalam. Agar ia dapat masuk ke pintu kecil di dalamnya, ia pun meminum ramuan ajaib yang membuat tubuhnya mengecil. Kemudian ia tiba di sebuah dunia fantasi bernama Wonderland.
Apakah Film Alice in Wonderland Cocok Sebagai Tontonan Anak ?
Film Alice in Wonderland memiliki beberapa adaptasi, baik animasi maupun live-action, jadi kesesuaiannya untuk anak-anak tergantung pada versi yang dimaksud. Secara umum, saya akan bahas dua versi populer: animasi Disney tahun 1951 dan live-action karya Tim Burton tahun 2010.
Disney’s Alice in Wonderland (1951):
Film animasi ini dirancang untuk penonton keluarga dan biasanya dianggap cocok untuk anak-anak. Ceritanya penuh warna, imajinatif, dan mengikuti petualangan Alice di dunia ajaib yang aneh. Namun, ada beberapa elemen yang mungkin membingungkan atau sedikit menakutkan bagi anak kecil, seperti karakter Queen of Hearts yang suka memenggal kepala (meski ditampilkan secara kartun dan tidak serius) atau suasana sureal yang kadang membingungkan. Secara keseluruhan, ini aman untuk anak-anak di atas 5 tahun, tergantung pada sensitivitas mereka terhadap hal-hal aneh atau sedikit menyeramkan.
Film animasi ini dirancang untuk penonton keluarga dan biasanya dianggap cocok untuk anak-anak. Ceritanya penuh warna, imajinatif, dan mengikuti petualangan Alice di dunia ajaib yang aneh. Namun, ada beberapa elemen yang mungkin membingungkan atau sedikit menakutkan bagi anak kecil, seperti karakter Queen of Hearts yang suka memenggal kepala (meski ditampilkan secara kartun dan tidak serius) atau suasana sureal yang kadang membingungkan. Secara keseluruhan, ini aman untuk anak-anak di atas 5 tahun, tergantung pada sensitivitas mereka terhadap hal-hal aneh atau sedikit menyeramkan.
Tim Burton’s Alice in Wonderland (2010):
Versi live-action ini memiliki rating PG (Parental Guidance) karena ada elemen yang lebih gelap dan intens dibanding versi animasi. Visualnya khas Tim Burton—suram, eksentrik, dan kadang menyeramkan—dengan adegan pertarungan, monster seperti Bandersnatch, dan tema yang lebih dewasa. Meskipun tetap penuh fantasi, film ini lebih cocok untuk anak-anak yang lebih besar (mungkin 10 tahun ke atas) atau yang tidak mudah takut. Orang tua disarankan menonton bersama untuk memastikan kenyamanan anak.
Versi live-action ini memiliki rating PG (Parental Guidance) karena ada elemen yang lebih gelap dan intens dibanding versi animasi. Visualnya khas Tim Burton—suram, eksentrik, dan kadang menyeramkan—dengan adegan pertarungan, monster seperti Bandersnatch, dan tema yang lebih dewasa. Meskipun tetap penuh fantasi, film ini lebih cocok untuk anak-anak yang lebih besar (mungkin 10 tahun ke atas) atau yang tidak mudah takut. Orang tua disarankan menonton bersama untuk memastikan kenyamanan anak.
Kesimpulan
Jika yang Anda maksud adalah versi animasi Disney, ya, cukup cocok untuk anak-anak dengan catatan usia dan preferensi mereka. Jika versi Tim Burton, lebih baik untuk anak yang lebih tua atau dengan pengawasan orang tua. Apa pun versinya, kenali dulu karakter anak Anda—apakah mereka suka cerita ajaib atau justru takut dengan hal-hal aneh.
This content is restricted!
Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.
Sinopsis Terlengkap Kartun Alice in Wonderland (1951, Disney)
Alice in Wonderland adalah film animasi produksi Walt Disney yang dirilis pada tahun 1951, berdasarkan novel karya Lewis Carroll, Alice’s Adventures in Wonderland dan Through the Looking-Glass. Film ini mengisahkan petualangan fantastis seorang gadis muda bernama Alice di dunia ajaib yang penuh dengan keanehan, makhluk aneh, dan logika yang terbalik. Berikut adalah sinopsis terlengkap dari kartun ini:
Awal Cerita: Dunia Nyata dan Kejenuhan Alice
Cerita dimulai di Inggris pada era Victoria, di mana Alice, seorang gadis kecil yang penuh rasa ingin tahu, sedang duduk di tepi sungai bersama kakak perempuannya yang sedang membaca buku. Alice merasa bosan karena buku yang dibaca kakaknya tidak memiliki gambar atau percakapan yang menarik. Ia mulai melamun tentang dunia imajinasinya sendiri, di mana segala sesuatu berjalan sesuai keinginannya dan penuh dengan keajaiban. Tiba-tiba, ia melihat seekor kelinci putih berpakaian rompi, yang tampak tergesa-gesa sambil memeriksa jam saku dan berteriak, “Aku terlambat! Aku terlambat!” Penasaran, Alice mengikuti kelinci itu ke dalam lubang di bawah pohon.
Cerita dimulai di Inggris pada era Victoria, di mana Alice, seorang gadis kecil yang penuh rasa ingin tahu, sedang duduk di tepi sungai bersama kakak perempuannya yang sedang membaca buku. Alice merasa bosan karena buku yang dibaca kakaknya tidak memiliki gambar atau percakapan yang menarik. Ia mulai melamun tentang dunia imajinasinya sendiri, di mana segala sesuatu berjalan sesuai keinginannya dan penuh dengan keajaiban. Tiba-tiba, ia melihat seekor kelinci putih berpakaian rompi, yang tampak tergesa-gesa sambil memeriksa jam saku dan berteriak, “Aku terlambat! Aku terlambat!” Penasaran, Alice mengikuti kelinci itu ke dalam lubang di bawah pohon.
Masuk ke Wonderland: Dunia Ajaib yang Membingungkan
Alice jatuh melalui lubang kelinci yang sangat panjang, melewati berbagai benda aneh seperti jam, buku, dan perabotan yang melayang. Ia akhirnya mendarat di Wonderland, sebuah dunia surreal yang penuh dengan logika terbalik dan makhluk-makhluk eksentrik. Di ruangan kecil dengan banyak pintu, Alice menemukan meja dengan botol bertuliskan “Drink Me” dan kue bertuliskan “Eat Me”. Dengan meminum dan memakan keduanya, tubuh Alice berubah ukuran secara drastis—kadang menyusut menjadi sangat kecil, kadang membesar hingga raksasa. Perubahan ukuran ini menjadi tema berulang dalam petualangannya, mencerminkan kekacauan dan ketidakpastian di Wonderland.
Alice jatuh melalui lubang kelinci yang sangat panjang, melewati berbagai benda aneh seperti jam, buku, dan perabotan yang melayang. Ia akhirnya mendarat di Wonderland, sebuah dunia surreal yang penuh dengan logika terbalik dan makhluk-makhluk eksentrik. Di ruangan kecil dengan banyak pintu, Alice menemukan meja dengan botol bertuliskan “Drink Me” dan kue bertuliskan “Eat Me”. Dengan meminum dan memakan keduanya, tubuh Alice berubah ukuran secara drastis—kadang menyusut menjadi sangat kecil, kadang membesar hingga raksasa. Perubahan ukuran ini menjadi tema berulang dalam petualangannya, mencerminkan kekacauan dan ketidakpastian di Wonderland.
Pertemuan dengan Penduduk Wonderland
Alice memulai petualangannya dengan bertemu berbagai karakter aneh:
Alice memulai petualangannya dengan bertemu berbagai karakter aneh:
- Dodo dan Perlombaan Caucus
Alice bertemu Dodo, seekor burung yang memimpin “perlombaan caucus” di tepi laut untuk mengeringkan tubuh setelah basah. Perlombaan ini tidak memiliki aturan jelas atau pemenang, mencerminkan absurditas Wonderland. Di sini, Alice mulai menyadari bahwa dunia ini tidak mengikuti logika dunia nyata. - Tweedledee dan Tweedledum
Alice bertemu dengan dua saudara kembar yang gemuk dan ceria, Tweedledee dan Tweedledum. Mereka menceritakan kisah “The Walrus and the Carpenter,” sebuah cerita tentang kerakusan dan pengkhianatan, yang membuat Alice semakin bingung. Mereka juga mencoba menghibur Alice dengan cerita dan tarian, tetapi akhirnya hanya membuatnya kesal. - Kelinci Putih dan Rumahnya
Alice akhirnya menemukan Kelinci Putih dan mengikuti ke rumahnya. Di sana, ia disalahartikan sebagai pelayan bernama Mary Ann. Alice memakan kue yang membuatnya membesar hingga memenuhi rumah, menyebabkan kekacauan. Kelinci Putih memanggil Bill, seekor kadal, untuk mengeluarkan Alice, tetapi usaha ini gagal. Akhirnya, Alice menyusut kembali setelah melemparkan kue ke luar, lalu melarikan diri. - Ulat dan Jamur Ajaib
Alice bertemu dengan Ulat Biru yang merokok hookah dan berbicara dengan nada penuh teka-teki. Ulat menantang Alice untuk mempertanyakan identitasnya sendiri dengan pertanyaan, “Who are you?” Ia juga memberi tahu Alice bahwa jamur tempatnya duduk dapat mengubah ukuran tubuhnya tergantung sisi yang dimakan. Alice bereksperimen dengan jamur ini, yang membantunya mengontrol ukurannya di petualangan berikutnya. - Cheshire Cat
Alice bertemu dengan Kucing Cheshire, makhluk misterius dengan senyum lebar yang bisa menghilang dan muncul sesuka hati. Kucing ini memberikan saran yang samar dan membingungkan, menyarankan Alice untuk mengunjungi March Hare atau Mad Hatter. Kucing Cheshire menjadi simbol kebingungan Wonderland, sering kali muncul untuk memberikan petunjuk yang tidak jelas. - Pesta Teh Gila
Alice menghadiri pesta teh yang diadakan oleh Mad Hatter, March Hare, dan Dormouse. Pesta ini penuh dengan kekacauan, lelucon yang tidak masuk akal, dan pelanggaran etiket. Mereka merayakan “unbirthday” (hari bukan ulang tahun) dan terus berganti tempat duduk tanpa alasan. Alice merasa frustrasi dengan perilaku mereka yang tidak sopan dan akhirnya meninggalkan pesta. - Ratu Hati dan Permainan Kroket
Alice tiba di istana Ratu Hati, seorang penguasa yang temperamental dan suka memerintahkan eksekusi dengan teriakan “Off with their heads!” Ia diundang untuk bermain kroket, tetapi permainan ini kacau karena bola kroket adalah landak, pemukulnya adalah flamingo, dan gawangnya adalah kartu prajurit. Alice juga bertemu dengan Raja Hati yang lemah dan tunduk pada istrinya. Di sini, Kucing Cheshire muncul kembali dan mempermainkan Ratu Hati, membuat Alice hampir dihukum. - Persidangan dan Kekacauan
Cerita mencapai klimaks ketika Alice dihadapkan pada persidangan absurd di istana Ratu Hati. Kelinci Putih dituduh mencuri kue Ratu, dan Alice menjadi saksi. Persidangan ini penuh dengan ketidakadilan dan kekonyolan, dengan bukti yang tidak masuk akal dan saksi seperti Mad Hatter yang tidak membantu. Ketika Alice mulai menentang Ratu Hati, ia membesar kembali hingga menjadi raksasa. Ratu memerintahkan eksekusi, tetapi Alice, yang kini merasa lebih berani, menolak takut dan menyatakan bahwa mereka semua hanyalah “sekumpulan kartu.”
Klimaks dan Kebangkitan
Saat prajurit kartu menyerang Alice, ia tiba-tiba terbangun di tepi sungai, menyadari bahwa semua petualangan di Wonderland hanyalah mimpi. Kakak perempuannya membangunkannya, dan mereka kembali ke rumah. Alice merenungkan pengalamannya, membawa rasa ingin tahu dan imajinasi yang tetap hidup meskipun ia kembali ke dunia nyata.
Saat prajurit kartu menyerang Alice, ia tiba-tiba terbangun di tepi sungai, menyadari bahwa semua petualangan di Wonderland hanyalah mimpi. Kakak perempuannya membangunkannya, dan mereka kembali ke rumah. Alice merenungkan pengalamannya, membawa rasa ingin tahu dan imajinasi yang tetap hidup meskipun ia kembali ke dunia nyata.
Tema dan Pesan
Alice in Wonderland mengeksplorasi tema seperti identitas, rasa ingin tahu, dan absurditas dunia. Alice belajar untuk menghadapi kebingungan dan ketidakpastian dengan keberanian dan logika, meskipun dunia di sekitarnya sering kali tidak masuk akal. Film ini juga menggambarkan perjalanan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, di mana Alice mulai memahami pentingnya menyeimbangkan imajinasi dengan realitas.
Alice in Wonderland mengeksplorasi tema seperti identitas, rasa ingin tahu, dan absurditas dunia. Alice belajar untuk menghadapi kebingungan dan ketidakpastian dengan keberanian dan logika, meskipun dunia di sekitarnya sering kali tidak masuk akal. Film ini juga menggambarkan perjalanan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, di mana Alice mulai memahami pentingnya menyeimbangkan imajinasi dengan realitas.
Karakter Utama
- Alice: Gadis penuh rasa ingin tahu yang berpetualang di Wonderland.
- Kelinci Putih: Makhluk tergesa-gesa yang memicu petualangan Alice.
- Kucing Cheshire: Kucing misterius dengan senyum lebar dan nasihat membingungkan.
- Ratu Hati: Penguasa tiran yang suka memerintahkan eksekusi.
- Mad Hatter & March Hare: Tuan rumah pesta teh yang gila dan eksentrik.
- Ulat: Filosof yang penuh teka-teki dan membantu Alice mengontrol ukurannya.
Gaya Visual dan Musik
Film ini terkenal dengan animasi penuh warna dan desain karakter yang ikonik, menciptakan dunia Wonderland yang hidup dan aneh. Lagu-lagu seperti “I’m Late,” “The Unbirthday Song,” dan “Painting the Roses Red” menambah daya tarik dan humor pada cerita.
Film ini terkenal dengan animasi penuh warna dan desain karakter yang ikonik, menciptakan dunia Wonderland yang hidup dan aneh. Lagu-lagu seperti “I’m Late,” “The Unbirthday Song,” dan “Painting the Roses Red” menambah daya tarik dan humor pada cerita.
Kesimpulan
Alice in Wonderland adalah kisah petualangan imajinatif yang penuh dengan humor, keanehan, dan pelajaran tentang penerimaan diri. Melalui perjalanan Alice, penonton diajak untuk menikmati keajaiban imajinasi sambil menghadapi absurditas dunia dengan keberanian dan rasa ingin tahu. Film ini tetap menjadi salah satu karya klasik Disney yang dicintai karena visualnya yang memukau dan karakternya yang tak terlupakan.
Alice in Wonderland adalah kisah petualangan imajinatif yang penuh dengan humor, keanehan, dan pelajaran tentang penerimaan diri. Melalui perjalanan Alice, penonton diajak untuk menikmati keajaiban imajinasi sambil menghadapi absurditas dunia dengan keberanian dan rasa ingin tahu. Film ini tetap menjadi salah satu karya klasik Disney yang dicintai karena visualnya yang memukau dan karakternya yang tak terlupakan.
Lihat Film Lain
Community Rating





