Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank
blank

Inside Out 2

(SU, Bimbingan Orangtua). Tahun Rilis: 2024.

Markas pikiran remaja Riley tiba-tiba dibongkar untuk memberikan ruang bagi sesuatu yang sama sekali tidak terduga: Emosi baru. Kegembiraan, Kesedihan, Kemarahan, Ketakutan, dan Rasa Jijik, yang telah lama menjalankan operasinya dengan sukses, tidak yakin bagaimana perasaannya ketika Kecemasan muncul. Dan sepertinya dia tidak sendirian.

Kecocokan dengan Anak
“Inside Out 2” memiliki rating SU (Semua Umur) menurut Lembaga Sensor Film Indonesia, yang berarti secara resmi cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Film ini menawarkan hiburan visual yang menarik dengan animasi warna-warni dan karakter yang ekspresif, yang dapat memikat perhatian anak-anak. Selain itu, film ini memperkenalkan konsep emosi dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami, sehingga bisa menjadi alat edukasi untuk membantu anak mengenali dan memahami perasaan mereka sendiri, seperti kegembiraan, kesedihan, atau kecemasan.
Namun, kecocokan film ini dengan anak-anak juga tergantung pada usia dan tingkat pemahaman mereka. Cerita yang berfokus pada pubertas dan emosi kompleks seperti kecemasan atau rasa malu lebih relevan untuk anak yang mendekati usia remaja (sekitar 10-13 tahun), karena mereka mungkin sudah mulai mengalami situasi serupa. Bagi anak yang lebih kecil (di bawah 8 tahun), beberapa tema seperti tekanan sosial atau konflik identitas mungkin sulit dipahami sepenuhnya, meskipun mereka tetap bisa menikmati aspek visual dan humornya. Pendampingan orang tua disarankan untuk anak-anak yang lebih muda, agar mereka bisa mendiskusikan emosi yang muncul dalam film dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari. Film ini juga mengajarkan pesan positif tentang pentingnya menerima semua emosi sebagai bagian dari proses tumbuh, yang sangat bermanfaat untuk perkembangan emosional anak.
Secara keseluruhan, “Inside Out 2” sangat cocok untuk anak-anak yang mulai penasaran dengan perasaan mereka, terutama di usia pra-remaja, tetapi tetap bisa dinikmati oleh anak-anak yang lebih kecil dengan bimbingan untuk memaksimalkan pemahaman dan manfaatnya.

This content is restricted!

Bantu kami mengulas konten yang pernah Mama tonton. Login di sini.

Customer Reviews

Based on 1 review
100%
(1)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
0%
(0)
F
Fadhila Humaira
Pesan Positif:
Sangat banyak pesan positif
Tidak ada pesan positif
Kekerasan:
Sangat banyak adegan kekerasan/mengerikan
Tidak ada kekerasan/mengerikan
Adegan merokok, alkohol, dan narkoba:
Sangat banyak adegan merokok, alkohol, dan narkoba
Tidak ada adegan merokok, alkohol, dan narkoba
Dialog/bahasa kasar:
Sangat banyak dialog/bahasa kasar
Tidak ada dialog/bahasa kasar
Adegan Seksual:
Sangat banyak adegan seksual
Tidak ada adegan seksual
Merepresentasikan keberagaman:
Sangat banyak keberagaman dalam film
Tidak ada keberagaman dalam film
Baguss bangettt

Film Inside Out 2 mengenalkan anak mengenai perasaan kita dengan lebih kompleks lagi. kalau sebelumnya kita kenal perasaan: senang, sedih, marah, takut dan disgust, di Inside Out 2 kita berkenalan dengan anxiety, bosan, rasa malu. Menonton ini dengan anak usia 5 tahun, dan anakku bisa menangkap pesannya dari film ini. Setelah menonton bisa dijadikan bahan diskusi juga tentang perasaan-perasaan ini. di film ini kita diperlihatkan kemungkinan-kemungkinan jika perasaan cemas menguasai pikiran kita.
Nampaknya film ini akan sangat lebih cocok untuk anak pra remaja, karena akan sangat relate dengan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

Sinopsis Lengkap Inside Out 2

Inside Out 2 adalah film animasi produksi Pixar Animation Studios dan Walt Disney Pictures yang dirilis pada 14 Juni 2024. Sebagai sekuel dari Inside Out (2015), film ini disutradarai oleh Kelsey Mann, ditulis oleh Meg LeFauve dan Dave Holstein, serta menampilkan pengisi suara ternama seperti Amy Poehler, Maya Hawke, dan Kensington Tallman. Film ini kembali mengikuti perjalanan emosional Riley Andersen, kini seorang remaja berusia 13 tahun, saat ia menghadapi tantangan pubertas dan dinamika emosi baru yang kompleks.
Latar Cerita dan Perkembangan Karakter Utama
Dua tahun setelah kepindahannya ke San Francisco, Riley Andersen kini memasuki fase remaja dan bersiap masuk sekolah menengah atas. Ia aktif bermain hoki, olahraga yang sangat ia gemari, dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang semakin rumit. Riley menghadapi tekanan untuk diterima di tim hoki sekolahnya, menjaga hubungan dengan sahabat lamanya, serta menghadapi perpisahan dengan mereka karena perbedaan sekolah. Perubahan fisik dan psikologis akibat pubertas, seperti jerawat, suara yang berubah, dan rasa tidak nyaman dengan diri sendiri, membuat Riley semakin rentan secara emosional. Perubahan sikapnya juga mengkhawatirkan ibunya, yang memperhatikan hilangnya antusiasme Riley dalam bercerita tentang kesehariannya.
Di dalam pikiran Riley, markas besar emosi (Headquarters) yang dulu dikelola oleh lima emosi inti—Joy (Kebahagiaan, disuarakan oleh Amy Poehler), Sadness (Kesedihan, Phyllis Smith), Anger (Kemarahan, Lewis Black), Fear (Ketakutan, Tony Hale), dan Disgust (Jijik, Liza Lapira)—kini mengalami kekacauan. Emosi-emosi ini telah membentuk elemen baru dalam pikiran Riley yang disebut “Sense of Self” (Jati Diri), sebuah struktur yang menyimpan kenangan dan keyakinan yang membentuk identitas Riley. Namun, saat pubertas melanda, markas besar dirombak secara mendadak oleh “pekerja pikiran” untuk memberi ruang bagi empat emosi baru: Anxiety (Kecemasan, Maya Hawke), Envy (Iri Hati, Ayo Edebiri), Ennui (Kebosanan, Adèle Exarchopoulos), dan Embarrassment (Rasa Malu, Paul Walter Hauser).
Konflik Utama dan Petualangan Emosi
Kemunculan emosi baru, terutama Anxiety, mengguncang keseimbangan di markas besar. Anxiety, dengan niat melindungi Riley dari potensi kegagalan sosial dan masa depan yang tidak pasti, mengambil alih kendali dengan agresif. Ia mengusir Joy dan emosi inti lainnya dari ruang kendali, mengurung kenangan positif Riley, dan mulai membentuk “Sense of Self” baru yang didasarkan pada kecemasan dan keraguan diri. Anxiety mendorong Riley untuk bertindak impulsif, seperti berusaha keras menarik perhatian anggota tim hoki yang populer dan mengabaikan sahabat lamanya, yang menyebabkan konflik batin dan eksternal.
Joy, yang selalu berusaha menjaga Riley tetap bahagia, merasa tersisih dan berjuang untuk memahami peran emosi baru ini. Bersama Sadness, Anger, Fear, dan Disgust, Joy memulai petualangan berbahaya di dalam pikiran Riley untuk mengembalikan keseimbangan. Mereka menjelajahi area baru dalam pikiran Riley, seperti “Belief System” (Sistem Keyakinan) dan “Back of the Mind” (Bagian Terlupakan Pikiran), tempat kenangan lama disimpan. Dalam perjalanan ini, Joy belajar bahwa Anxiety, meskipun tampak merusak, memiliki niat baik untuk melindungi Riley, tetapi caranya yang berlebihan menyebabkan kekacauan.
Tema dan Pesan Moral
Inside Out 2 mengeksplorasi tema kesehatan mental, khususnya bagaimana remaja menghadapi perubahan emosional selama pubertas. Film ini menyoroti pentingnya keseimbangan emosi, mengakui bahwa semua emosi—baik positif maupun negatif—memiliki peran dalam membentuk identitas seseorang. Anxiety digambarkan bukan sebagai penutup, melainkan sebagai bagian alami dari pertumbuhan yang perlu dikelola. Pesan utama film ini adalah bahwa merangkul semua emosi, termasuk kecemasan dan kesedihan, membantu seseorang menjadi lebih utuh dan mampu menghadapi tantangan hidup.
Puncak Konflik dan Resolusi
Puncak cerita terjadi saat Riley mengalami serangan kecemasan selama kamp pelatihan hoki, di mana tekanan untuk tampil sempurna dan diterima teman-temannya membuatnya kewalahan. Di dalam pikiran, Joy dan emosi lainnya bekerja sama untuk membebaskan “Sense of Self” asli Riley dan meyakinkan Anxiety bahwa dominasinya tidak membantu. Dengan bantuan Sadness, yang menunjukkan pentingnya empati dan kerentanan, Riley akhirnya belajar menerima ketidaksempurnaannya dan memperbaiki hubungannya dengan sahabatnya.
Di akhir cerita, markas besar emosi menemukan keseimbangan baru. Emosi inti dan emosi baru belajar bekerja sama, menciptakan “Sense of Self” yang lebih kompleks dan autentik yang mencerminkan Riley sebagai remaja yang sedang tumbuh. Riley menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi masa depan, meskipun masih dengan ketidakpastian yang wajar.
Fakta Menarik dan Produksi
  • Pengembangan Cerita: Film ini dikembangkan dengan konsultasi psikolog, seperti Lisa Damour dan Dacher Keltner, untuk memastikan penggambaran emosi remaja yang akurat. Pixar juga melibatkan sembilan remaja sebagai “Riley’s Crew” untuk memberikan masukan tentang kehidupan remaja modern.
  • Desain Karakter: Emosi baru dirancang dengan cermat untuk mencerminkan sifat mereka, misalnya Anxiety dengan rambut berantakan dan Embarrassment yang selalu berusaha bersembunyi.
  • Keberhasilan Komersial: Inside Out 2 meraup $1,699 miliar di seluruh dunia, menjadi film animasi terlaris sepanjang masa hingga Februari 2025, mengalahkan Frozen II.
  • Penghargaan: Film ini mendapat nominasi untuk Best Animated Feature di berbagai penghargaan, termasuk Golden Globes dan Academy Awards, serta pujian kritis dengan skor 91% di Rotten Tomatoes.
Kesimpulan
Inside Out 2 adalah sekuel yang sukses melanjutkan warisan film pertamanya dengan cerita yang lebih dalam tentang kompleksitas emosi remaja. Dengan animasi memukau, pengisi suara yang luar biasa, dan pesan yang relevan untuk semua usia, film ini mengajak penonton untuk memahami pentingnya menerima semua aspek diri, termasuk ketidaksempurnaan. Cocok ditonton bersama keluarga, Inside Out 2 menghibur sekaligus memberikan wawasan tentang kesehatan mental dan pertumbuhan pribadi.

Community Rating

blank
blank
blank
blank
blank