Regret To Inform

Dari tangan kreatif Trauma Aesthetic, lahirlah Regret To Inform — sebuah game Indie, Simulasi yang diterbitkan oleh Trauma Aesthetic dan dirilis pada 30 Jun, 2026.

Mengenai gameplay-nya, Regret To Inform is a game about finding reasons to say no. In the world of Regret To Inform , companies can no longer risk their reputation. Rejections make candidates angry. Angry candidates lower ratings. That’s how Despair Inc. was born — a company specializing in finding reasons to reject candidates. Your role is simple: 1. Review job description. 2. Compare it with the candidate’s resume. 3. Identify inconsistencies. 4. Select the correct rejection reason. 5. Send the email with your…

Harga: S$7.29. Untuk memainkan game ini, dibutuhkan spesifikasi minimum sebagai berikut: OS: Windows 10 (64-bit) Processor: Potato-tier or above Memory: 2 GB RAM Graphics: no Storage: 500 MB available space Sound Card: Required for mandatory corporate training materials Additional Notes: Increased performance improves workflow efficiency. Sumber: Steam — https://store.steampowered.com/app/4399130/

S
Screen Score Editor Review
3.0 ★★★★★

Film dokumenter 'Regret To Inform' mengisahkan dua janda yang kehilangan suami dalam Perang Vietnam. Mereka berbagi cerita tentang kehilangan, trauma, dan perjuangan untuk melanjutkan hidup. Film ini sangat tidak cocok untuk anak di bawah 17 tahun karena membahas dampak perang yang sangat mendalam dan emosional. Tidak ada adegan kekerasan eksplisit, tapi cerita tentang kematian dan penderitaan bisa sangat mengganggu anak-anak. Pesan positif yang bisa diambil adalah tentang kekuatan perempuan, pengampunan, dan rekonsiliasi. Namun, orang tua perlu waspada dengan tema perang, kematian, dan trauma yang dibahas secara dewasa. Tidak ada adegan kekerasan langsung, merokok, alkohol, narkoba, bahasa kasar, atau seksualitas. Keberagaman ditampilkan melalui perspektif dua budaya yang berbeda. Kesimpulannya, film ini direkomendasikan untuk remaja dan dewasa yang ingin memahami dampak perang dari sisi kemanusiaan, tapi tidak untuk anak-anak.

About Writer