Red Orchestra 2: Heroes of Stalingrad with Rising Storm

Hadir dari Tripwire Interactive, Red Orchestra 2: Heroes of Stalingrad with Rising Storm adalah sebuah game bergenre Aksi, MMO, Simulasi yang dipublikasikan oleh Tripwire Interactive. Game ini meluncur pertama kali pada 13 Sep, 2011.

Dari sisi permainan, Red Orchestra 2 focuses on the Battle of Stalingrad and the surrounding operations, both German and Russian, from July 1942 to February 1943. The game allows the player to experience one of the most brutal battles in all of human history. Delivering unrivalled accuracy and attention to detail, along with gritty, vicious combat in multiplayer modes the game will feature everything from quick, brutal firefights to more intricate and challenging tactical modes. Red Orchestra multiplayer taken to new heights The brutal, gritty Red Orchestra… Game ini meraih skor Metacritic sebesar 76.

Harga: S$2.90. Sumber informasi: Steam — https://store.steampowered.com/app/35450/

S
Screen Score Editor Review
2.0 ★★★★★

Red Orchestra 2: Heroes of Stalingrad with Rising Storm adalah game perang tembak-menembak yang realistis, mengambil latar belakang Perang Dunia II di front Timur dan Pasifik. Ceritanya berfokus pada pertempuran brutal antara tentara Soviet, Jerman, dan Amerika. Game ini sangat intens, dengan fokus pada taktik tim dan simulasi perang yang mendetail. Untuk anak-anak, jelas tidak cocok. Ini game untuk dewasa, sebaiknya 18 tahun ke atas. Pesan positif yang bisa diambil, walau tipis, adalah tentang kerja sama tim dan strategi. Tapi jujur, ini bukan game yang ngajarin nilai baik. Yang perlu diwaspadai banyak: kekerasan sangat realistis, darah, jeritan, dan adegan tewas yang gamblang. Ada tembakan, ledakan, dan bunuh diri dalam game. Dialognya keras, penuh makian dan teriakan perang. Tidak ada konten seksual, tapi penggunaan alkohol dan rokok mungkin muncul dalam konteks tentara. Keberagaman terbatas karena fokus pada dua sisi perang. Kesimpulannya, jangan diberikan ke anak-anak. Ini game untuk dewasa yang paham konteks sejarah, bukan untuk hiburan ringan.

About Writer