Oddworld: Abe’s Oddysee®

Bagi penggemar genre Petualangan, Oddworld: Abe’s Oddysee® hadir sebagai salah satu judul yang patut diperhitungkan. Dikembangkan oleh Oddworld Inhabitants di bawah naungan Oddworld Inhabitants, game ini dirilis pada 28 Aug, 2008.

Dari sisi permainan, Selected by the fickle finger of fate, Abe™, floor-waxer first class for RuptureFarms, was catapulted into a life of adventure when he overheard plans by his boss, Molluck the Glukkon™, to turn Abe and his fellow Mudokons into Tasty Treats as part of a last-ditch effort to rescue Molluck’s failing meat-packing empire. During his escape from RuptureFarms, Abe received a vision from the mysterious Big Face, showing Abe that he must not only rescue his fellow Mudokons, but also protect all of Oddworld’s creatures from the predatory Magog Cartel….

Game ini dibanderol dengan harga S$1.05. Sumber: Steam — https://store.steampowered.com/app/15700/

S
Screen Score Editor Review
4.0 ★★★★★

Oddworld: Abe's Oddysee bercerita tentang Abe, seorang pekerja pabrik yang menyadari bahwa bosnya berencana mengubah para pekerja (makhluk Mudokon) menjadi makanan. Abe lalu kabur dan berusaha menyelamatkan teman-temannya dari nasib mengerikan ini. Game ini cukup berat untuk anak di bawah 12 tahun, lebih cocok untuk remaja 13 tahun ke atas karena beberapa adegan kekerasan dan tema yang gelap. Pesan positifnya jelas: pentingnya keberanian untuk melawan ketidakadilan, peduli sesama, dan tidak diam saja saat melihat hal buruk terjadi. Anak juga bisa belajar tentang konsekuensi dari keserakahan dan eksploitasi. Yang perlu orang tua waspadai adalah kekerasan—Abe bisa mati dengan cara cukup brutal (tertusuk, dihancurkan, dimakan monster), meski digambar dengan gaya kartun. Ada juga elemen mistis seperti roh dan sihir yang mungkin membingungkan anak kecil. Tidak ada konten seksual atau bahasa kasar, dan tidak ada penggunaan alkohol atau narkoba. Keberagaman cukup baik karena karakter Mudokon memiliki berbagai warna kulit dan latar belakang. Kesimpulannya, saya rekomendasikan untuk remaja yang sudah paham perbedaan antara fantasi dan realitas, tapi tidak untuk anak di bawah 12 tahun tanpa pendampingan orang tua.

About Writer