Prototype™
Hadir dari Radical Entertainment, Prototype™ adalah sebuah game bergenre Aksi, Petualangan yang dipublikasikan oleh Activision. Game ini meluncur pertama kali pada 12 Jun, 2009.
Dalam hal mekanisme bermain, You are the Prototype, Alex Mercer, a man without memory armed with amazing shape-shifting abilities, hunting your way to the heart of the conspiracy which created you; making those responsible pay. Fast & Deadly Shape-Shifting Combat: Reconfigure your body to the situation at hand. From Claws to Blades to Hammers to Whips, choose the right weapon for the situation. Change to a shield or armor for defense, or use advanced sensory powers (thermal vision, infected vision) to track your enemies Over-the-Top Locomotion & Agility:… Game ini meraih skor Metacritic sebesar 79.
Harga: S$8.40. Sumber informasi: Steam — https://store.steampowered.com/app/10150/
Prototype™ bercerita tentang Alex Mercer, pria yang bangun di kamar mayat tanpa ingatan, punya kekuatan mengubah tubuh jadi senjata tajam dan pelindung keras. Dia lalu berkeliling New York yang kacau karena wabah virus, sambil memburu orang-orang yang tahu masa lalunya. Game ini jelas bukan untuk anak-anak. Saya sarankan untuk usia 17 tahun ke atas. Kekerasannya sangat eksplisit — Alex bisa mencabik-cabik tentara, menghancurkan tank, dan bahkan melahap manusia untuk menyerap ingatan atau penampilan mereka. Darah dan potongan tubuh ada di mana-mana. Bahasanya juga kasar, sering terdengar umpatan seperti 'f*ck' dan 'sh*t'. Tidak ada konten seksual, tapi adegan kekerasan dan dialog dewasanya sudah cukup berat. Di sisi positif, ada pesan soal identitas dan penebusan. Alex bergumul apakah dia masih manusia atau senjata, dan dia memilih melindungi kota meski caranya brutal. Keberagaman karakter lumayan, ada tokoh dari berbagai latar. Tapi, perokok dan alkohol tidak muncul, jadi aman di aspek itu. Secara keseluruhan, saya tidak merekomendasikan untuk anak di bawah 17 tahun. Untuk remaja yang sudah dewasa, ini bisa jadi cerita aksi gelap yang menarik, tapi orang tua harus siap ngobrol soal pilihan moral dan dampak kekerasan.




